Saturday, May 28, 2022
Home Education Risiko Adalah Salah Satu Peluang Bisnis

Risiko Adalah Salah Satu Peluang Bisnis

Asuransi untuk risiko serangan dan peretasan di dunia maya
Usaha asuransi adalah salah satu bidang yang paling banyak jenisnya. Salah satu contohnya adalah risiko dari dan di dunia maya (cyber risk). Peretasan dan serangan di dunia maya semakin lama semakin berat dan sering.  Contoh: Tahun lalu, SingHealth, grup lembaga perawatan kesehatan yang terbesar di Singapura, mengalami pencurian data sekitar 1,5 juta orang data pasiennya, yang mencakup rincian obat-obat yang diberikan kepada sekitar 160.000 orang.  Tahun 2018, Chubb, sebuah perusahaan asuransi, meneliti 300 buah perusahaan UKM tahun lalu. Temuannya: tiga di antara lima UKM telah mengalami peretasan dan sehingga menimbulkan kekacauan (disrupsi) dan kebocoran data selama 12 bulan. Tetapi, mayoritas orang yang disurvei percaya bahwa perusahaan-perusahaan besar mengalami lebih banyak risiko serangan cyber daripada yang kecil.

Nah, kejadian-kejadian itu menunjukkan peluang usaha baru untuk asuransi data perusahaan maupun pribadi. Di Singapura saja, asuransi terhadap kejahatan di dunia cyber masih pada tahap awal. Orang Indonesia yang terkenal kreatif pasti dapat memanfaatkannya!!!

CDS, Asuransi Risiko Investasi di pasar modal
Salah satu contohnya dikenal sebagai credit default swap (CDS), yaitu salah satu bentuk “asuransi” yang paling umum terhadap gagal bayar (default) atau peristiwa kredit lainnya sehubungan dengan obligasi pemerintah maupun swasta. CDS adalah satu produk derivatif (turunan) atau kontrak keuangan yang memungkinkan seorang investor yang memegang suatu obligasi untuk”menukar” risiko kreditnya dengan risiko kredit investor lain.  

Misalnya, tariff CDS obligasi RI yang bertenor 5 tahun saat ini adalah 110,595 point (atau 1,10595%) per tahun. Sebagai perbandingan, CDS untuk obligasi pemerintah China adalah 51,875 point (0,52875%) per tahun dan Yunani 405,52 point (4,0552%) per tahun.  Jadi, pemegang (investor A) obligasi pemerintah RI yang khawatir pemerintah RI akan mengalami default bisa bisa mencari investor lain (Investor B) untuk menjamin bahwa Investor B akan mengganti uang Investor A sebesar nilai obligasi jika terjadi default tersebut, dengan syarat Investor A membayar “asuransi” sebesar 1,10595% per tahun. Nah, Investor B bertindak sebagai “perusahaan asuransi” itu. Kontrak CDS biasanya berlaku sampai tanggal jatuh tempo obligasi yang bersangkutan. Kontraknya biasa menyebutkan bahwa Investor B akan juga membayar bunga-bunga yang gagal bayar untuk obligasi tersebut selama masa antara tanggal kontrak CDS dan tanggal jatuh tempo obligasi.

Catatan: Risiko tetap ada yaitu default dan/atau pailitnya Investor B (sebagai penjual CDS, atau “perusahaan asuransi”). Misalnya, Lehman Brothers dan Bear Stearns di AS pada tahun 2008 sehingga menimbulkan krisis kredit dan juga Resesi Besar.

Sebagian besar penerbit obligasi yang dijamin dengan hipotek perumahan, biasanya disebut sebagai mortgage-backed securities (MBS; Sekuritas Beragunan Hipotek), juga pailit. Tetapi, mayoritas penerbit obligasi dan surat utang yang lain , misalnya RI, tetap ada. Jadi, CDS mengurangi risiko kredit, tidak menghilangkannya.
Kontrak CDS diperdagangkan secara bebas, alias over-the-counter, sehingga tidak terlacak oleh regulator.

Di AS, Dinas Pengendali Mata Uang (OCC) memberikan ijin, mengatur dan mengawasi semua bank nasional dan lembaga simpan-pinjam di AS, yang juga mencakup cabang-cabang dan perwakilan bank asing yang diberi ijin oleh pemerintah Federal AS. OCC adalah salah satu biro independen yang didirikan berdasarkan UU Mata Uang Nasional AS tahun 1863 dan berada di bawah Departemen Keuangan AS. OCC menerbitkan laporan kuartalan tentang kontrak-kontrak derivatif kredit. Pada Juni 2018, OCC memperkirakan bahwa pasar total untuk kontrak-kontrak itu bernilai USD 4,2 triliun (sekitar 4 x GDP Indonesia), dengan CDS  menguasai USD 3,68 triliun.

Jadi, jika anda punya dana yang besar, anda bisa menjadi Investor CDS.

Tjan Sie Tekhttp://www.tjansietek.com/translation.html
A former licensed stock market analyst and investment advisor with 20+ years experience with M.Sc. in Finance from Leicester University; now a Chinese, US and Indonesian macroeconomic and financial analyst, CEO of Center for New Indonesia (CEFNI).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Tamanu Supreme oil, the organic herbal killer of skin diseases and wounds

Famous for its so many health benefits, tamanu trees (Calophyllum inophyllum) grow in Indonesia and other southeast Asian countries and the Indian...

White Cardamom Prime from Indonesia

Famous worldwide for its five fragrances and various health benefits, Indonesian white cardamom grows around the country. We export it and many...

Food-grade Desiccated Coconuts from Indonesia

We are an exporter of fine and extra-fine granulated, halal & kosher-certified grade food-grade desiccated coconuts from Indonesia, Southeast Asia, to Europe,...

Analisa: Utang Evergrande tidak systemic sama sekali

Utang LN Evergrande cuma USD 20 miliar, atau 6,6% dari total kewajiban konsolidasinya yang USD 302 miliarUtang USD 20 miliar itu dipegang...

Recent Comments