Thursday, December 2, 2021
Home Economy Terbesar di Dunia: Modal Inti, Laba & Aset Perbankan China

Terbesar di Dunia: Modal Inti, Laba & Aset Perbankan China

China terus berfungsi sebagai mesin pertumbuhan bagi industri perbankan sedunia berdasarkan modal inti1, yang merupakan salah satu ukuran penting kekuatan perbankan. China punya 192 bank umum, yang 54 di antaranya sudah go public di daratan China, dan tiga bank pelaksana kebijakan pemerintah (policy bank): China Development Bank (CDB), China Eximbank & Agricultural Development Bank of China (ADBC), yang masing-maisng terbesar di dunia dalam bidangnya. Silakan klik link ini:https://lijusu.com/2021/09/13/bank-bank-terbesar-china-di-dunia-khusus-pembangunan-ekspor-impor-pertanian/.

     Sekitar  98% aset perbankan China adalah milik bank pemerintah China pada tingkat pemerintah pusat (BUMN) dan daerah (provinsi dan kota; BUMD).

A. Modal Inti 144 Bank China berjumlah IDR 42,6 Kuadriliun(K) per akhir 2020

1. Di antara 1.000 bank umum yang terbesar di dunia, yang masing-masing punya modal inti minimum IDR 7,876 triliun2 (USD 547 juta, berdasarkan kurs tukar USD/IDR= 14.400), China punya 144 dengan gabungan modal inti2 sejumlah IDR 42,6 K (https://www.thebankerdatabase.com/index.cfm/search/ranking), atau hampir 2 X jumlah modal inti milik 178 bank terbesar di AS (IDR 22,75 K), atau 4,58 X jumlah aset semua bank umum di Indonesia. Modal inti perbankan China itu naik sebesar 18,6% dari yang tercatat per akhir 2019; sebaliknya, modal T1 perbankan AS naik hanya 8,5%.

1 Bentuk-bentuk modal utama yang termasuk dalam struktur modal sebuah bank adalah modal inti [core capital; Common Equity Tier 1 (CET1) capital], Modal Tier 1 dan Modal Tier 2. “Tier” berarti “tingkat.” Modal inti (CET1) berperingkat paling tinggi dan terdiri atas saham biasa, laba ditahan, agio saham yang berasal dari penerbitan saham biasa dan saham biasa yang dipegang oleh perusahaan anak milik bank yang bersangkutan [https://corporatefinanceinstitute.com/resources/knowledge/finance/common-equity-tier-1-cet1/). Modal inti juga mencakup akumulasi pendapatan keseluruhan yang lain plus cadangan lain yang diumumkan dan penyesuaian menurut peraturan perbankan dalam perhitungan CET1 (Dokumen yang berjudul: RBC20 – Calculation of minimum risk-based capital requirements, yang merupakan bagian dari dokumen yang berjudul: RBC – Risk-based capital requirements), tetapi tidak mencakup segala macam saham preferens dan kepentingan non-pengendalian.

Modal total Tier 1 (Tingkat 1) adalah gabungan CET1 dan modal Tingkat 1 tambahan (AT1; additional Tier 1). AT1 bisa terdiri atas obligasi subordinasi yang abadi (perpetual subordinated bond); contoh: BNI berencana menerbitkan sekuritas modal senilai USD 600 juta yang tergolong AT1 yang bersifat abadi dan non-kumulatif dengan kupon/suku bunga 4,3% per tahun (https://finansial.bisnis.com/read/20210917/90/1443714/perkuat-modal-bni-bbni-rilis-perpetual-bonds-rp852-triliun-kupon-43-persen). AT1 juga mencakup cadangan yang diumumkan dan saham preferens yang tidak dapat ditebus kembali dan yang bunganya juga boleh ditumpuk (non-cumulative) (www,investopedia.com).

Modal Tier 2 (T2) mencakup (i) obligasi subordinasi yang berjangka waktu; (ii) saham preferens yang bercirikan modal; (iii) cadangan yang tidak diumumkan, (iv) cadangan yang hasil revalusasi aset, (v) sekuritas modal yang bersifat campuran, (vii) rekening cadangan investasi (https://www.investopedia.com/ask/answers/043015/what-difference-between-tier-1-capital-and-tier-2-capital.asp#:~:text=Tier%202%20capital%20includes%20undisclosed,loss%2C%20or%20uncollected%2C%20reserves).

Di Indonesia, sebelum berlakunya POJK No. 12/POJK.03/2021 (https://www.ojk.go.id/id/regulasi/Documents/Pages/Bank-Umum/POJK%2012%20-%2003%20-2021.pdf; mulai berlaku sejak 19 Agustus 2021), bank dengan modal inti sebesar IDR 7,876 triliun masuk kelas BUKU III (IDR 5 triliun-IDR 30 triliun).

Sekarang, bank dengan modal inti minimum IDR 7,876 triliun masuk ke KBMI 2 karena, menurut Pasal 147 POJK itu, bank digolongkan berdasarkan Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI): KBMI 1: modal inti <IDR 6 triliun; KBMI 2: >IDR 6 triliun sd 14 triliun; KBMI 3: >IDR 14 triliun sd 70 triliun; KBMI 4: >IDR 70 triliun.

Berdasarkan Pasal 8 POJK No.12/POJK.03/2020 (https://www.ojk.go.id/id/regulasi/Documents/Pages/Konsolidasi-Bank-Umum/pojk%2012-2020.pdf; mulai berlaku per 17 Maret 2020), per akhir 2021, setiap bank harus bermodal inti minimum IDR 2 triliun; per akhir 2022, setiap bank harus bermodal inti minimum IDR 3 triliun. Bank pembangunan daerah (BPD) diberi keistimewaan: kewajiban modal inti minimum IDR 3 triliun itu harus dipenuhi per akhir 2024.

2 Berdasarkan Perjanjian Basel II, modal inti sebuah bank harus minimum 8% dari nilai aset tertimbang/menurut risiko (ATMR; risk-weighted asset). Angka itu dinaikkan menjadi 10,5% berdasarkan Perjanjian Basel III (https://www.investopedia.com/ask/answers/043015/what-difference-between-tier-1-capital-and-tier-2-capital.asp) dan rasio modal keseluruhan (capital adequacy ratio; CAR) minimum 12,9%: 10,9% merupakan modal inti minimum dan 2% merupakan modal T2. Kenaikan itu adalah salah satu tanggapan terhadap Krisis Keuangan Global tahun 2008 (https://www.bis.org/basel_framework/Basel Committee on Banking Supervision, Market Risk Framework in Brief).

1.1 Ada 30 Buah Bank Internasional yang Penting secara Sistem Perbankan Global (G-SIBS) menurut Dewan Stabilitas Keuangan AS

[www.fsb.org, dokumen: 2020 list of global systemically important banks (G-SIBs)]

Sumber: www.fsb.org: 2020 list of global systemically important banks (G-SIBs)

2. Modal inti 144 bank terbesar China itu merupakan 30% dari jumlah modal inti (IDR 142 K) milik 1.000 bank yang terbesar di dunia. Modal inti 178 bank terbesar AS (IDR 22,75 K) merupakan15,9% dari modal inti 1.000 bank itu.

3.  Secara gabungan, 144 Bank terbesar China dan 178 Bank terbesar AS kuasai 45,9% (IDR 65,35 K) dari modal inti (IDR 142 K) 1.000 bank yang terbesar di Dunia

4. Perbandingan Modal Inti 4 Bank Terbesar China & Dunia vs DBS Singapura

Catatan:

  1. ICBC, CCB, ABC & BoC adalah empat di antara 30 buah bank yang tergolong G-SIBs.
  2. Mayoritas saham Development Bank of Singapore (DBS), bank umum yang terbesar di ASEAN dalam hal modal inti, laba dan aset, dipegang oleh Temasek, perusahaan pengelola kekayaan pemerintah [sovereign wealth fund (SWF)] Singapura.

Pada 10 September 2021, Euromoney menetapkan DBS sebagai bank yang terbaik di dunia per 2021 karena berbagai macam kinerjanya yang mengagumkan.(sumber: https://www.euromoney.com/awards/awards-for-excellence/awards-for-excellence-2021).

5. Perbandingan Aset ICBC dkk & MUFJ menurut IFRS vs JPMorgan menurut US GAAP

Sumber: www.thebankerdatabase.com; www.spglobal.com

6. Perbandingan Aset ICBC dkk vs JPMorgan & MUFJ menurut IFRS saja

Sumber: www.thebankerdatabse.com; www.spglobal.com; diolah

B.   Catatan:

1.   1.Berdasarkan jumlah aset, keempat bank milik China itu juga merupakan bank-bank yang terbesar ke-1, ke-2, ke-3 dan ke-4 di dunia menurut Standar-Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS). JPMorgan Chase adalah yang ke-5 dan Bank MUFG (Jepang) ke-6.

      2.Persaingan antara JPMorgan Chase dan Bank MUFG. Berdasarkan Prinsip-Prinsip Akunting yang Disetujui secara Umum di AS (US GAAP), JPMorgan Chase adalah bank terbesar ke-6 di dunia dan MUFG ke-5. Perbedaannya: IFRS menghitung nilai aset turunan secara bruto sedangkan US GAAP menghitungnya secara bersih.

B. Laba sebelum Pajak (LSP) Perbankan China mencapai 37,2% (IDR 5,01 K) dari LSP Gabungan (IDR 13,47 K)  1.000 Bank terbesar di Dunia

B.1 Per akhir 2020, 144 buah bank China yang masuk ke daftar 1.000 bank terbesar di dunia menghasilkan LSP sebanyak 37,2% (atau hampir 2/5) dari laba 1.000 bank itu; 178 buah bank AS menghasilkan18,5% dari laba 1.000 bank itu (https://www.thebanker.com/Top-1000-World-Banks/China-Press-Release-Chinese-banks-extend-lead-on-US-rivals-English)(28 Juni 2021)

LSP perbankan  China itu naik sebesar 5,2% dari yang tercatat per akhir 2019. Sebaliknya, LSP perbankan AS anjlok tajam sebesar 31,5%. Lihat diagram di bawah ini.

Table 1:  Laba dan Peringkat Laba sebelum Pajak (LSP) Perbankan 5 Negeri

B.2 Gabungan  LSP Perbankan China di atas yang Perbankan AS, Jepang, Kanada & Perancis

B.3 Perbankan China nikmati 69% (lebih dari 2/3 atau IDR 5,01 K) dari Gabungan Laba sebelum Pajak (IDR 7,26 K) Perbankan di Asia Pasifik

Peta Asia Pasifik

This image has an empty alt attribute; its file name is Map-of-the-Asia-Pacific-region.png

C. Gabungan 144 buah bank China dengan modal inti minimum IDR 7,876 memegang 25,6% (IDR 547,80 K, atau USD 38,05 triliun) dari jumlah aset 1.000 bank terbesar di dunia itu  (USD 148,6 triliun).

Catatan:

CBIRC (Komisi Pengaturan Perbankan dan Asuransi China) menerbitkan laporan pada 11 Mei 2021 bahwa per akhir Maret 2021, jumlah aset 192 bank umum China, yang beroperasi di China plus cabang-cabang LN mereka, dalam Yuan (CNY; RMB) dan valas mencapai IDR 725.000 T*, atau IDR 725 kuadriliun (K; 1015), naik sebesar 9% dari yang tercatat per akhir Maret 2020 (www.cbirc.gov.cn: Supervisory Statistics of the Banking and Insurance Sectors – 2021 Q1 Statistics, diterbitkan pada 11 Mei 2021).

Nilai itu adalah sekitar 2,3 X jumlah aset perbankan AS yang sekitar IDR 315 K* (https://fred.stlouisfed.org/series/TLAACBW027SBOG: Total Assets of All Commercial banks, 08/04/2021), atau 1,4 X jumlah aset perbankan Uni Eropa (UE) yang IDR 515,77 K* (https://www.ecb.europa.eu/press/pr/date/2021/html/ecb.pr210805~0aea16eb0a.en.html: ECB publishes consolidated banking data for end-March 2021), atau sekitar 78 X jumlah aset perbankan umum Indonesia yang IDR 9,3 K per akhir Maret 2021(Laporan Profil Industri Perbankan-Triwulan 1 2021 oleh OJK).

*Sampai saat ini, mirip perbankan Uni Eropa (UE), perbankan China masih dominan dalam penyediaan dana ke sector ekonomi China karena pasar obligasi China masih sedang tumbuh (baru bernilai pasar sekitar IDR 288 K). Sebaliknya, aset perbankan AS lebih kecil daripada aset pasar obligasi AS (IDR 662 K) yang terbesar di dunia.  Perbedaan lainnya: (i) Baru sekitar 2,9% dari nilai pasar obligasi China dimiliki oleh investor asing; (ii) sekitar 30% dari nilai pasar obligasi AS maupun UE sudah dimiliki oleh investor asing.

C.1 Perbandingan Aset Perbankan China vs UE & AS per akhir Maret 2021

Untuk lengkapnya, silakan buka link ini: https://lijusu.com/2021/09/05/idr-725-kuadriliun-terbesar-di-dunia-aset-perbankan-china/.

D. Kesimpulan

Perbankan China adalah pendorong terbesar pertumbuhan ekonomi, teknologi, militer, infrastruktur dll di China. Sekitar 60% aset mereka adalah tabungan rakyat dan perusahaan swasta China.

Tjan Sie Tekhttp://www.tjansietek.com/translation.html
A former licensed stock market analyst and investment advisor with 20+ years experience with M.Sc. in Finance from Leicester University; now a Chinese, US and Indonesian macroeconomic and financial analyst, CEO of Center for New Indonesia (CEFNI).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Tamanu Oil Supreme, extracted from the ripe fruit of the Indonesian Calophyllum Inophyllum

Famous for its so many health benefits, tamanu trees (Calophyllum inophyllum) grow in Indonesia and other southeast...

White Cardamom Prime from Indonesia

Famous worldwide for its five fragrances and various health benefits, Indonesian white cardamom grows around the country. We export it and many...

Food-grade Desiccated Coconuts from Indonesia

We are an exporter of fine and extra-fine granulated, halal & kosher-certified grade food-grade desiccated coconuts from Indonesia, Southeast Asia, to Europe,...

Analisa: Utang Evergrande tidak systemic sama sekali

Utang LN Evergrande cuma USD 20 miliar, atau 6,6% dari total kewajiban konsolidasinya yang USD 302 miliarUtang USD 20 miliar itu dipegang...

Recent Comments