Jumlah proyek yang terhenti akibat kegagalan para pengembang selama masa pembangunan telah menurun tajam dalam dua tahun terakhir, ungkap Yan Yuejin, Wakil Direktur E-House China Research Institute. Pada saat yang sama, jumlah penyerahan apartemen yang tepat waktu dan berkualitas tinggi meningkat sehingga memberikan perlindungan lebih kuat bagi para pembeli, tambah Yan.
“Kegagalan para pengembang dalam penyerahan tepat waktu merupakan salah satu risiko utama yang menghantui sektor properti dalam beberapa tahun terakhir,” kata Yan. “Dengan program penyerahan apartemen oleh para pengembang yang hampir rampung, risiko di sektor properti telah berhasil dibatasi secara signifikan sehingga mengirimkan sinyal positif bahwa risiko proyek maupun perusahaan kini diselesaikan dengan lebih cepat.”
Menurut data Kementerian Perumahan dan Pembangunan Perkotaan-Pedesaan, pengembang properti di negera itu, dengan dukungan dana sebesar USD 1 triliun dari bank-bank pemerintah, telah menyerahkan sekitar 7,5 juta unit apartemen yang sebelumnya tertunda kepada pembeli dalam periode antara Agustus 2022 dan Desember 2025.
Sejumlah eksekutif pengembang properti di Tiongkok berkata bahwa target penyerahan untuk proyek-proyek mereka yang masuk daftar putih telah tercapai secara besar-besaran tahun lalu. Hal itu secara signifikan meringankan tekanan penyerahan di seluruh sektor seiring berlakunya inisiatif pemerintah tersebut.
Berkat inisiatif pemerintah dan pendanaan yang tepat sasaran, Tiongkok telah berhasil mengatasi persoalan panjang mengenai tertundanya penyerahan rumah kepada pembeli.
(TST/YC)






