Wednesday, February 4, 2026
Home Blog

Mobil listrik: cerita seorang WNA di Tiongkok

0

Kita sering membaca di koran dll bahwa mobil listrik (EV) sangat populer di China. Inilah salah satu cerita itu dan alasannya:

1. Saya seorang warga asing yang telah tinggal di Chongqing, Tiongkok, selama lebih dari satu dekade—sebuah kota metropolitan berpenduduk lebih dari 22 juta jiwa.

2. Di sini, sekitar 50%, jika bukan lebih, mobil-mobil kini sudah bertenaga listrik; 90% bus dan taksi juga telah beralih ke kendaraan listrik (EV), belum lagi semua merek Tiongkok seperti XPENG, LI AUTO, XIAOMI, NIO, ZEEKR, BYD, GEELY, LEAPMOTOR, AITO, AVATR, CHANGAN.

3. Jumlah mobil Tesla pun sangat banyak. Model 3 dan Model Y harganya kini hampir setara dengan EV buatan Tiongkok agar tetap kompetitif.

4. Beberapa orang mengendarai Mercedes atau BMW listrik, tetapi anda jarang melihatnya. Saya sendiri mengemudikan Model Y di sini.

5. Menurut saya, salah satu alasan utama mengapa EV begitu sukses di sini adalah karena:

   a. pemerintah telah membangun jaringan stasiun pengisian daya yang terintegrasi dengan jaringan listrik nasional di setiap provinsi, 

   b. setiap stasiun pengisian bahan bakar di jalan tol kini memiliki setidaknya 12+ stasiun pengisian cepat (dan terus bertambah), 

   c. hampir semua tempat parkir—baik di luar maupun di bawah pusat perbelanjaan—dilengkapi stasiun pengisian daya, dan 

   d. bahkan di daerah terpencil sekalipun, seperti desa-desa kecil di pegunungan, Anda tetap bisa menemukan stasiun pengisian daya.

6. Selain itu, listrik di sini sangat murah. Tagihan listrik bulanan saya hanya sekitar 15 dolar AS (!!!), dibandingkan dengan pengeluaran lebih dari 300 dolar AS per bulan ketika saya masih menggunakan mobil berbahan bakar bensin (GLK) sebelum membeli Tesla.

7. Keluarga saya dan saya sering bepergian jauh serta sering melakukan perjalanan darat. Setiap kali ditanya di sini, di Tiongkok, saya selalu merekomendasikan orang untuk membeli kendaraan listrik.

8. Saya berharap pemerintah di negara asal saya di Eropa mulai membangun jaringan stasiun pengisian daya yang luas dan menyediakan listrik dengan harga lebih murah agar kendaraan listrik menjadi pilihan yang lebih layak dan menarik.

Sumber: TST/Teh

AI bukan akhir studi bahasa asing—melainkan peluang untuk kelahiran kembali

0

Seiring kemunculan kecerdasan buatan (AI), studi bahasa asing menghadapi tekanan yang semakin besar untuk maju atau tertinggal. AI bukan akhir dari cabang ilmu ini, melainkan sebuah peluang untuk kelahiran kembali.

AI bukanlah akar penyebab krisis dalam studi bahasa asing. AI hanya memperjelas persoalan struktural yang telah lama ada.

Tiga tantangan

Tantangan pertama adalah penggantian keterampilan. Alat-alat seperti Qwen, DeepSeek dan ChatGPT mampu memberikan terjemahan presisi tinggi dan tulisan standar dalam hitungan detik, serta dapat digunakan untuk kompetensi profesional inti seperti pencarian literatur dan komunikasi lintas budaya. Jika studi bahasa asing tetap terbatas hanya sebagai alat pelatihan bahasa semata, relevansinya akan dipertanyakan.

Tantangan kedua adalah posisi yang sudah ketinggalan jaman. Selama puluhan tahun, pendidikan bahasa asing menekankan pembentukan identifikasi mahasiswa terhadap budaya negara asal bahasa tersebut, sementara mengabaikan peran mendasar bahasa asing sebagai “sarana komunikasi lintas budaya” yang mendukung strategi nasional. Sebagian pendidik merespons kehadiran AI dengan sikap menghindar, tanpa inovasi yang selaras dengan kebutuhan dunia nyata.

Ketiga, untuk melangkah maju, studi bahasa asing harus menghadapi tiga hal yang tak terelakkan: tidak menghindari (1) tekanan penggantian peran akibat AI, (2) kesalahan historis dalam posisi cabang ilmu ini, dan (3) integrasi teknologi.

Diperlukan peningkatan konseptual. AI memang mampu menggantikan pelatihan bahasa yang bersifat mekanis, tetapi tidak dapat meniru kedalaman pemahaman lintas budaya, kebijaksanaan dalam value judgment (penilaian sesuatu sebagai baik atau buruk menurut standar dan prioritas seseorang) maupun kepedulian humanis yang menjadi fondasi komunikasi yang efektif.

Tujuan bergeser dari “pengguna alat bahasa” ke konikator strategis lintas bahasa”

Tujuan pelatihan bahasa asing harus bergeser dari mencetak “pengguna alat bahasa” menjadi membentuk “komunikator strategis lintas budaya.” Pengembangan talenta harus disatukan erat dengan upaya mempromosikan budaya nasional secara global sehingga jelas bahwa tujuan mempelajari bahasa asing bukanlah untuk memakai budaya lain melainkan untuk memahaminya demi mendukung strategi nasional.

Dari sisi teknologi, studi bahasa asing harus membangun model kolaboratif “bahasa asing + bahasa nasional + AI + strategi nasional,” yang didukung oleh tim pengajar lintas (cabang) ilmu yang menggabungkan keahlian di bidang bahasa, AI, dan bidang spesialis lainnya. Mahasiswa harus mengembangkan literasi profesional, kompetensi data berbasis AI, dan keterampilan komunikasi lintas budaya.

AI menandai awal kelahiran kembali studi bahasa asing

Era AI bukanlah akhir melainkan awal kelahiran kembali studi bahasa asing. Waktu sangat penting: menyadari perlunya reformasi berarti harus bertindak cepat dan tepat. Dengan AI sebagai pendorong, studi bahasa asing dapat berevolusi dari ilmu humaniora yang terpinggirkan menjadi pilar utama yang mendukung komunikasi internasional, strategi nasional, dan pembangunan sosial yang lebih luas.

Sumber: TST/YG 9 Desember 2024 

Bahasa Mandarin butuh lebih banyak daya otak daripada bahasa Inggris

0

Berbeda dengan penutur bahasa Inggris, yang hanya menggunakan satu sisi otak mereka untuk memahami bahasa, penelitian Wellcome Trust di Inggris menemukan bahwa kedua sisi otak digunakan untuk menafsirkan variasi suara dalam bahasa Mandarin.

Penutur bahasa Mandarin menggunakan lebih banyak area otak mereka dibandingkan dengan orang yang berbicara dalam bahasa Inggris, kata para ilmuwan pada Senin. Temuan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana otak memproses bahasa.

“Kami sangat terkejut menemukan bahwa orang yang berbicara dalam bahasa berbeda menggunakan otaknya untuk memecahkan soal ucapan dengan cara yang berbeda. Ini menggugurkan beberapa teori lama,” kata Dr. Sophie Scott, seorang psikolog di lembaga amal tersebut.

Melalui pemindaian otak pada relawan, Scott menemukan bahwa area otak yang berbeda digunakan untuk menafsirkan kata dan intonasi.

Lobus temporal kiri otak aktif ketika penutur bahasa Inggris mendengar bahasa, tetapi penutur bahasa Mandarin menggunakan lobus kiri dan kanan, yang biasanya digunakan untuk memproses melodi dalam musik dan ucapan.

Intonasi sangat penting dalam bahasa Mandarin karena memberikan makna yang berbeda pada kata yang sama. Misalnya, kata “ma”bisa berarti ibu, kuda, atau ganja, yang bergantung pada nadanya.

“Kami pikir penutur bahasa Mandarin menafsirkan melodi di lobus kanan untuk memberikan arti yang tepat pada kata yang diucapkan,” kata Scott dalam sebuah pernyataan.

“Tampaknya struktur bahasa yang anda pelajari sejak kecil memengaruhi bagaimana struktur otak anda berkembang untuk memproses ucapan. Misalnya, penutur asli bahasa Inggris mengalami kesulitan luar biasa saat belajar bahasa Mandarin,” jelas Scott.

Ia percaya bahwa penelitian ini bisa memberikan pandangan terang tentang apa yang terjadi ketika seseorang dipaksa untuk belajar kembali pemahaman bicara setelah terkena stroke.

(TST/RTR)

China batasi ekspor samarium dan 6 mineral lainnya

0

Samarium

Samarium adalah salah satu unsur tanah jarang (juga dikenal sebagai lantanida) yang membingungkan para ahli kimia pada abad ke-19. Sejarahnya dimulai dengan penemuan serium pada 1803. Serium diduga mengandung logam-logam lain, dan pada 1839 Carl Mosander mengklaim telah memperoleh lantanum dan didimium darinya. Meskipun ia benar mengenai lantanum, ternyata ia keliru tentang didimium. Pada 1879, Paul-Émile Lecoq de Boisbaudran mengekstraksi didimium dari mineral samarskit. Kemudian, ia membuat larutan nitrat didimium dan menambahkan amonium hidroksida. Ia mengamati bahwa endapan yang terbentuk turun dalam dua tahap. Ia memusatkan perhatiannya pada endapan pertama dan mengukur spektrumnya, yang mengungkapkan bahwa itu adalah unsur baru yang kemudian dinamai samarium. Akhirnya, samarium sendiri diketahui mengandung unsur tanah jarang lain: gadolinium pada 1886 dan europium pada 1901

Pembatasan ekspor tujuh mineral

Pada 4 April, Kementerian Perdagangan China memberlakukan pembatasan ekspor terhadap tujuh elemen tanah jarang (REE) dan magnet yang digunakan dalam sektor pertahanan, energi, elektronik, dan otomotif sebagai respons terhadap peningkatan tarif produk China oleh Presiden AS, Donald Trump. Pembatasan baru itu berlaku untuk 7 dari 17 REE—samarium, gadolinium, terbum, disprosium, lutetium, skandium, dan itrium—dan mengharuskan perusahaan-perusahaan untuk memperoleh lisensi ekspor khusus untuk mengekspor mineral dan magnet tersebut.

Berbagai jenis pembatasan ekspor dan gangguannya pada industri-industri yang bersangkutan

Ada berbagai jenis pembatasan ekspor: lisensi non-otomatis, tarif, kuota, dan larangan total. Pembatasan baru ini bukanlah larangan; sebaliknya, perusahaan harus mengajukan lisensi untuk mengekspor tanah jarang. Perkembangan ini memiliki tiga implikasi: pertama, kemungkinan akan ada jeda dalam ekspor saat pemerintah China membangun sistem perijinan ini. Kedua, kemungkinan juga akan ada gangguan pasokan ke beberapa perusahaan AS karena pengumuman tersebut juga mencantumkan 16 entitas AS dalam daftar kontrol ekspor mereka, membatasi mereka untuk menerima barang dengan penggunaan ganda. Semua kecuali satu dari perusahaan di daftar tersebut berada di industri pertahanan dan dirgantara. Belum jelas bagaimana China akan menerapkan sistem perizinan baru ini. Ketiga, sistem perizinan ini mungkin akan dinamis dan dapat mendorong negara-negara di seluruh dunia untuk bekerja sama dengan China guna mencegah gangguan dalam pasokan tanah jarang mereka.

Pentingnya fokus pada tanah jarang berat mengingat kerentanannya dalam rantai pasokan AS

Pembatasan ini berlaku untuk tujuh tanah jarang sedang dan berat: samarium, gadolinium, terbum, disprosium, lutetium, skandium, dan itrium. Amerika Serikat sangat rentan dalam rantai pasokan ini. Hingga 2023, China menguasai 99 persen pemrosesan REE berat global, dengan hanya sedikit hasil dari sebuah kilang di Vietnam. Namun, fasilitas tersebut telah ditutup selama setahun terakhir karena sengketa pajak, yang pada dasarnya memberi China monopoli atas pasokan. China tidak memberlakukan pembatasan terhadap tanah jarang ringan, di mana sejumlah negara memiliki pemrosesan yang lebih beragam.

Tanah jarang penting bagi keamanan nasional AS

REE sangat penting untuk berbagai teknologi pertahanan, yang mencakup jet tempur F-35, kapal selam kelas Virginia dan Columbia, misil Tomahawk, sistem radar, pesawat nirawak Predator, dan seri bom pintar Joint Direct Attack Munition. Misalnya, jet tempur F-35 mengandung lebih dari 900 pon REE. Sebuah kapal perusak kelas Arleigh Burke DDG-51 membutuhkan sekitar 5.200 pon, sementara kapal selam kelas Virginia menggunakan sekitar 9.200 pon.

Amerika Serikat sudah berada dalam posisi tertinggal dalam hal produksi teknologi pertahanan ini. China dengan cepat memperluas produksi amunisinya dan memperoleh sistem serta peralatan senjata canggih dengan kecepatan lima hingga enam kali lebih cepat daripada AS. Sementara China mempersiapkan dengan pola pikir perang, AS terus beroperasi dalam kondisi damai. Bahkan sebelum pembatasan terbaru, basis industri pertahanan AS sudah kesulitan dengan kapasitas terbatas dan kekurangan kemampuan untuk meningkatkan produksi guna memenuhi permintaan teknologi pertahanan. Larangan lebih lanjut terhadap bahan baku mineral kritis hanya akan memperlebar kesenjangan, memungkinkan China untuk memperkuat kemampuan militernya lebih cepat daripada AS.

Industri tanah jarang AS tidak siap mengisi kekosongan jika terjadi kekurangan

 Saat ini tidak ada pemisahan tanah jarang berat yang dilakukan di Amerika Serikat. Pengembangan kemampuan ini sedang berlangsung. Dalam Strategi Industri Pertahanan Nasional 2024, Departemen Pertahanan (DOD) menetapkan tujuan untuk mengembangkan rantai pasokan REE dari tambang hingga magnet yang dapat memenuhi semua kebutuhan pertahanan AS pada 2027. Sejak 2020, DOD telah menginvestasikan lebih dari $439 juta untuk membangun rantai pasokan domestik. Pada 2020, Pentagon memberikan $9,6 juta kepada MP Materials melalui program DPA Title III untuk fasilitas pemisahan tanah jarang ringan di Mountain Pass, California. Pada 2022, Pentagon memberikan tambahan $35 juta untuk fasilitas pemrosesan tanah jarang berat. Fasilitas-fasilitas ini akan menjadi yang pertama di jenisnya di Amerika Serikat, sepenuhnya mengintegrasikan rantai pasokan tanah jarang dari pertambangan, pemisahan, dan pelindian di Mountain Pass hingga pemurnian dan produksi magnet di Fort Worth, Texas. Namun, meskipun fasilitas ini sudah sepenuhnya beroperasi, MP Materials hanya akan memproduksi 1.000 ton magnet neodymium-boron-iron (NdFeB) pada akhir 2025—kurang dari 1 persen dari 138.000 ton magnet NdFeB yang diproduksi China pada 2018. Pada 2024, MP Materials mengumumkan produksi rekor 1.300 ton oksida neodymium-praseodymium (NdPr). Pada tahun yang sama, China diperkirakan memproduksi sekitar 300.000 ton magnet NdFeB.

DOD juga mendukung anak perusahaan Lynas Rare Earth, Lynas USA. Perusahaan ini dianugerahi hibah DPA Title III sebesar $30,4 juta pada 2021 untuk fasilitas pemisahan REE ringan di AS dan $120 juta lagi pada 2022 untuk fasilitas pemrosesan REE berat. Investasi DPA itu adalah langkah penting dalam membangun rantai pasokan magnet REE yang sepenuhnya independen.

Meskipun ada investasi baru-baru ini, Amerika Serikat masih jauh dari memenuhi tujuan DOD untuk rantai pasokan REE dari tambang hingga magnet yang independen dari China, dan bahkan lebih jauh lagi dari dapat menyaingi musuh asing dalam industri strategis ini. Kapabilitas AS sebagian besar berada di tahap awal. Misalnya, pada Januari 2025, USA Rare Earths memproduksi sampel pertama oksida disprosium yang dimurnikan hingga 99,1 persen. Diproduksi menggunakan bijih dari deposit Round Top di Texas dan diproses di fasilitas penelitian di Wheat Ridge, Colorado, perusahaan ini menyebut perkembangan ini sebagai terobosan untuk industri tanah jarang domestik. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengubah produksi sampel di laboratorium menjadi produksi komersial skala penuh yang mampu mengurangi ketergantungan pada China. Mengembangkan kemampuan pertambangan dan pemrosesan memerlukan usaha jangka panjang, yang berarti Amerika Serikat akan tetap berada dalam posisi tertinggal dalam waktu yang dapat diprediksi.

Amerika Serikat bisa memprediksi hal ini

Beberapa kebijakan telah memberikan sinyal bahwa pembatasan ekspor REE akan segera terjadi. China pertama kali memanfaatkan tanah jarang sebagai senjata pada 2010 ketika ia melarang ekspor ke Jepang akibat perselisihan kapal penangkap ikan. Antara 2023 dan 2025, China mulai memberlakukan pembatasan ekspor bahan strategis ke Amerika Serikat, yang mencakup gallium, germanium, antimon, grafit, dan tungsten.

Pada 2023, Komite Seleksi tentang Persaingan Strategis antara Amerika Serikat dan Partai Komunis China menerbitkan laporan berjudul Reset, Prevent, Build: A Strategy to Win America’s Economic Competition with the Chinese Communist Party. Laporan ini merekomendasikan agar “Kongres harus memberikan insentif untuk produksi magnet elemen tanah jarang, yang merupakan penggunaan utama elemen tanah jarang dan digunakan dalam kendaraan listrik, turbin angin, teknologi nirkabel, dan berbagai produk lainnya.” Secara khusus, laporan ini mendorong Kongres untuk menetapkan insentif pajak untuk mendorong manufaktur di AS.

Pada Desember 2023, China memberlakukan larangan terhadap teknologi ekstraksi dan pemisahan REE. Ini memiliki dampak signifikan terhadap pengembangan kemampuan rantai pasokan REE di luar China karena dua faktor utama. Pertama, China memiliki keahlian teknis khusus dalam bidang ini yang tidak dimiliki negara lain. Kedua, meskipun beberapa fasilitas untuk pemisahan, pemrosesan, dan manufaktur sedang dibangun, menyelesaikan konstruksi dan mengoperasikannya sepenuhnya akan memakan waktu beberapa tahun.

Mitra internasional tidak dapat menjadi alternatif sumber tanah jarang berat bagi AS untuk mengisi kekosongan pasokan

Meskipun beberapa negara sedang mengembangkan cadangan tanah jarang ringan dan berat, China tetap memegang monopoli atas tanah jarang berat yang sudah diproses untuk saat ini. Australia, Brasil, Afrika Selatan, Arab Saudi, Jepang, dan Vietnam semuanya memiliki inisiatif dan investasi untuk memperkuat pertambangan REE, pemrosesan, dan penelitian serta pengembangan (R\&D), serta manufaktur magnet. Agar Amerika Serikat dapat membangun mitra sumber alternatif untuk keamanan rantai pasokan jangka panjang, penting untuk terus memberikan dukungan finansial dan diplomatik untuk memastikan keberhasilan inisiatif ini.

Australia sedang mengembangkan tambang Browns Range untuk menjadi produsen disprosium signifikan pertama di luar China. Deposit itu diperkirakan memiliki cadangan disprosium sebesar 2.294 ton, yang akan dibuka dalam proses bertahap menghasilkan 279.000 kg disprosium per tahun. Namun, banyak pekerjaan yang masih harus dilakukan untuk membangun kapasitas pemrosesan dan pemurnian di luar China. Lynas Rare Earths dari Australia adalah produsen terbesar tanah jarang terpisah di luar China, tetapi masih mengirimkan oksida ke China untuk pemurnian. Australia diperkirakan akan bergantung pada China untuk pemurnian REE setidaknya hingga 2026.

Bekerja dengan mitra internasional juga dapat membantu mengatasi kekurangan pengetahuan teknologi dalam pemisahan dan pemrosesan REE. Beberapa negara memimpin pengembangan mineral kritis dan inisiatif R&D khusus REE untuk mendukung pengembangan sektor strategis ini. Australian Critical Minerals Research and Development Hub sedang bekerja untuk meningkatkan kerja sama internasional dalam R&D mineral kritis. Hub itu mencakup inisiatif pemrosesan dan pemisahan tanah jarang yang dipimpin oleh badan pemerintah bekerja sama dengan industri dan universitas untuk meningkatkan kapasitas teknis. Jepang memiliki Center for Rare Earths Research di Muroran Institute of Technology serta inisiatif bersama dengan Vietnam untuk meningkatkan ekstraksi dan pemrosesan REE di Rare Earth Research and Technology Transfer Centre di Hanoi. Inisiatif ini diluncurkan pada 2012 ketika Jepang berusaha memperkuat dan mendiversifikasi rantai pasokan REE-nya sebagai respons terhadap larangan ekspor REE China pada 2010.

(TST/LN/CSIS dll)

IQ rendah salah satu risiko sakit jantung

0

Memiliki IQ di bawah normal (<100) adalah salah satu faktor risiko penyakit jantung. Hasil penelitian berskala besar, yang dilakukan oleh Universitas Glasgow dan Universitas Edinburg di Inggris Raya tentang 4.289 orang mantan prajurit AS dari segala kalangan masyarakat, menunjukkan bahwa IQ secara tersendiri berperan 23% dari selisih angka kematian di antara kelas sosio-ekonomi yang rendah dan tinggi. Hal itu berlaku bahkan setelah memperhitungkan 9 buah faktor risiko lain yang umum.

Para peneliti berkata angka IQ yang rendah dapat benar-benar merupakan salah satu penanda adanya kesehatan buruk padahal kecerdasan dapat menimbulkan lebih banyak pengetahuan tentang bagaimana menjaga kesehatan diri.

Berdasarkan kecenderungan-kecenderungan lampau, orang dengan penghasilan rendah dan kurang pendidikan mengalami lebih tingginya risiko kematian karena penyakit pembuluh darah jantung (CVD).

Dr. David Batty, pemimpin penelitian untuk The Wellcome Trust dan Dewan Riset Kedokteran tersebut, berkata,” Kami sudah tahu bahwa orang yang kurang beruntung secara sosio-ekonomi memiliki kesehatan yang lebih buruk dan cenderung meninggal lebih dini karena kondisi-kondisi, misalnya penyakit jantung, kanker, kecelakaan. Keterpaparan pada lingkungan hidup dan perilaku yang terkait dengan kesehatan, misalnya merokok, diet, kegiatan fisik, dapat juga merupakan beberapa sebab di antara perbedaan itu tetapi tidak semuanya.”

Dia juga berkata bahwa hal itu menimbulkan kemungkinan bahwa faktor-faktor psikologis yang belum diukur perlu dipertimbangkan dan bahwa salah satunya adalah fungsi-fungsi kecerdasan atau kognitif, yang umumnya diperkirakan dengan IQ.”

Prof. Alan Maryon-Davis, ketua Himpunan Ahli Kesehatan Masyarakat Inggeris Raya, berkata,”Orang yang ber-IQ rendah juga cenderung ketinggalan dalam hal perawatan kesehatan yang preventive (bersifat mencegah). Mereka kurang mungkin mengadakan pemeriksaan kesehatan, mengikuti nasihat tentang gaya hidup, menerima pengobatan preventive dan dirujuk untuk mendapatkan perawatan preventive di rumah sakit. Kita harus menemukan cara-cara untuk meruntuhkan hambatan-hambatan itu.”

(www.bbc.com: Lower IQ “a heart disease risk’)

Di www.livescience.com, tertulis laporan bahwa Dr David Batty berkata,” keterampilan-keterampilan seseorang yang tercermin pada IQ-nya mungkin penting dalam pengelolaan risiko penyakit pembuluh darah jantungnya. Dari suatu sudut pandang kesehatan masyarakat, IQ dapat ditingkatkan menurut beberapa hasil campuran dari percobaan-percobaan pembelajaran selama usia dini dan program persiapan untuk masuk sekolah. IQ dapat benar-benar merupakan faktor penting terbentuknya kelas masyarakat sebagai salah satu penentu dasar ketimpangan dalam kesehatan.”

(David Batty et al. Does IQ predict cardiovascular disease mortality as strongly as established risk factors? Comparison of effect estimates using the West of Scotland Twenty-07 cohort study :European Journal of Cardiovascular Prevention and Rehabilitation, 2010; 17 (1): 24 DOI: 10.1097/HJR.0b013e328321311b)

Olahraga dapat bantu anda belajar bahasa asing

0

Orang dewasa sulit belajar bahasa kedua atau asing. Tetapi, prosesnya bisa dipermudah jika anda berolahraga saat belajar.

Sebuah penelitian baru melaporkan bahwa berolahraga selama pelajaran bahasa memperkuat kemampuan orang untuk mengingat, memelihara dan mengerti kosa kata baru. Temuan-temuan itu memberikan lebih banyak bukti bahwa untuk mengaktifkan  pikiran kita, kita sebaiknya menggerakkan badan kita.

Penelitian pada tikus

Selama tahun-tahun belakangan ini, banyak sekali penelitian baik tentang binatang maupun orang telah menunjukkan bahwa kita belajar secara berbeda jika kita juga berolahraga. Sebagai contoh, tikus-tikus di laboratorium yang boleh memakai roda berputar terbukti menimbulkan dan mempertahankan ingatan lebih baik daripada binatang-binatang yang hanya diam.

Para pelajar juga terus-menerus berkinerja lebih baik pada tes akademis jika mereka ikut serta dalam semacam kegiatan fisik saat hari sekolah.

Otak kita menjadi lebih lentur

Banyak ilmuwan menduga bahwa olahraga mengubah biologi otak dengan cara-cara yang membuat otak lebih lentur dan dapat menerima informasi baru, yaitu sebuah proses yang disebut para peneliti sebagai kelenturan.

Tetapi, banyak pertanyaan tetap tidak terjawab tentang gerakan dan pembelajaran, yang mencakup apakah olahraga paling bermanfaat sebelum, selama atau sesudah pengajaran dan seberapa banyak serta jenis-jenis olahraga apa yang mungkin terbaik.

Jadi, untuk penelitian baru itu, yang telah diterbitkan baru-baru ini di PLOS One, para peneliti di China dan Italia memutuskan untuk berfokus pada pembelajaran bahasa dan otak orang dewasa.

Belajar bahasa menarik. Ketika masih muda, hampir semua dari kita menangkap bahasa pertama kita dengan mudah. Kita tidak harus diajari secara resmi; kita sekedar menyerap kata dan konsep.

Tetapi, pada awal masa dewasa, otak secara umum mulai kehilangan beberapa kemampuan bahasa bawaannya. Otak menunjukkan berkurangnya kelenturan di bagian-bagiannya yang berkaitan dengan bahasa. Sebagai salah satu akibatnya, untuk sebagian besar dari kita, otak menjadi lebih sulit untuk belajar bahasa kedua setelah masa kanak-kanak.

Peserta dan Metode Penelitian

Untuk melihat hasil-hasil apa yang dapat olahraga timbulkan pada proses itu, para peneliti pertama-tama merekrut 40 orang pria dan wanita China umur kuliahan yang sedang mencoba belajar bahasa Inggris. Para pelajar itu telah menunjukkan sejumlah kemudahan dalam berbahasa Inggeris tetapi jauh dari pandai.

Lalu, para peneliti itu membagi para pelajar tersebut menjadi 2 kelompok. Para pelajar  di salah satu kelompok terus belajar bahasa Inggris sebagaimana yang telah mereka lakukan sebelumnya, terutama sambil duduk dalam acara-acara penghafalan  kosa kata.

Para pelajar lainnya menambahi acara-acara itu dengan olahraga.

Secara khusus, para pelajar kelompok kedua mengendarai sepeda-sepeda olahraga dengan putaran yang lambat (sekitar 60% dari kapasitas aerobik maksimal) yang dimulai 20 menit sebelum acara-cara itu dan berlanjut selama +15 menit berlangsungnya acara.

Kedua kelompok belajar kosa kata baru mereka dengan melihat kata-kata yang ditampilkan ke layar-layar besar, bersama dengan gambar-gambar yang bersesuaian, misalnya “apple” dan sebuah Red Delicious. Mereka diperlihatkan 40 kata setiap acara, dengan urutannya diulang beberapa kali.

Setelah itu, semua pelajar beristirahat sebentar dan lalu mengisi sebuah teka-teki kosa kata dengan menggunakan tombol-tombol komputer untuk mencatat secepat mungkin apakah sebuah kata muncul bersama dengan gambarnya yang tepat. Mereka juga menjawab kalimat-kalimat dengan menggunakan kata-kata baru dengan menandai apakah kalimat-kalimat itu tepat atau, seperti dalam kalimat “Apel itu adalah dokter gigi,”sebagai tidak masuk akal . Sebagian besar ahli bahasa merasa bahwa memahami kalimat menunjukkan penguasaan yang lebih besar atas sebuah bahasa baru daripada sekedar peningkatan kosa kata.

Para pelajar menyelesaikan delapan acara kosa kata selama dua bulan.

Pada akhir setiap acara, para pelajar yang mengendarai sepeda ternyata berkinerja lebih baik pada uji-uji kosa kata sesudah setiap pelajaran daripada para pelajar yang duduk diam.

Mereka juga menjadi lebih pandai dalam mengenali kalimat-kalimat yang benar daripada para pelajar yang duduk diam meskipun perbedaan itu tidak muncul sampai beberapa minggu setelah pengajaran.

Daya ingat dan pemahaman lebih lama

Mungkin yang paling menarik adalah bahwa peningkatan dalam kosa kata dan pemahaman ternyata bertahan paling lama untuk para pesepeda. Saat para peneliti minta para pelajar itu kembali ke laboratorium untuk tahap akhir pengujian satu bulan setelah acara-acara di atas— tetapi tanpa berlatih selama masa satu bulan itu — para pesepeda ternyata mengingat kata-kata yang bersangkutan dan mengerti kata-kata itu  dalam kalimat-kalimat dengan lebih tepat daripada para pelajar yang tidak bergerak.

“Hasil-hasil itu mengesankan bahwa kegiatan fisik selama belajar meningkatkan pembelajaran itu, “ kata Simone Sulpizio, seorang profesor psikologi dan linguistik di Universitas Vita-Salute dan Raffaela di Milan, Italia, sekaligus sebagai penulis bersama laporan penelitian itu.

Peningkatan-peningkatan mutu itu lebih daripada sekedar membantu penghafalan, tambahnya. Olahraga itu juga telah memperdalam pengertian para pelajar bahasa tentang cara memakai kata-kata mereka yang baru diperoleh.

Kekurangan penelitian itu

Walaupun demikian, penelitian itu melibatkan para pelajar universitas yang yang melakukan olahraga ringan dan tidak bisa memberitahu kita apakah orang lain yang menyelesaikan jenis-jenis olahraga lainnya akan mencapai hasil yang sama.

Penelitian itu juga tidak memberikan petunjuk apa pun tentang apa yang terjadi di dalam otak yang dapat berperan serta dalam manfaat-manfaat olahraga itu. Tetapi, banyak penelitian di masa lalu telah menunjukkan bahwa olahraga mendorong pelepasan banyak zat kimia syaraf di dalam otak yang meningkatkan jumlah sel otak yang baru dan hubungan-hubungan di antara neuron, kata Dr. Sulpizio. Hasil-hasil itu itu meningkatkan kelenturan otak dan menambah kemampuan untuk belajar.

Kesimpulan

Dari sudut pandang secara dunia nyata, hasil-hasil penelitian itu mungkin pertama-tama terlihat tidak dapat diterapkan. Sedikit ruang kelas dilengkapi sepeda diam. Tetapi, peralatan yang dibuat khusus mungkin tidak perlu, kata Dr Sulpizio.

“Kami tidak menyarankan agar sekolah atau guru membeli banyak sepeda,” katanya. “Sebuah pesan yang lebih sederhana untuk diingat mungkin adalah bahwa pengajaran sebaiknya dibantu oleh kegiatan fisik. Duduk berjam-jam tanpa bergerak bukan cara yang terbaik untuk belajar.”

(Penerbitan kembali-TST/BS/NYT)

Tiga perempat eksportir China beralih ke pasar negara berkembang di tengah tarif besar AS

0

Tujuh puluh lima persen perusahaan perdagangan luar negeri China yang diwawancarai oleh Dewan Promosi Perdagangan Internasional China (CCPIT) berniat memperluas ke pasar negara berkembang guna mengibangi penurunan ekspor ke Amerika Serikat.

Hampir separuh dari 1.100 eksportir China yang disurvei berencana mengurangi bisnis mereka dengan AS, dan tiga perempat dari mereka akan bekerja untuk meningkatkan kehadiran mereka di pasar negara berkembang, kata CCPIT di laporan survei yang dirilis kemarin.

Kebijakan tarif yang sering berubah meningkatkan ketidakpastian global dan membuat lebih sulit bagi bisnis untuk melaksanakan rencana jangka panjang, kata Zhao Ping, juru bicara CCPIT. Namun, dengan kebijakan pemerintah China untuk mendukung perdagangan luar negeri, banyak perusahaan sedang menyelidiki pasar baru, memperluas penjualan domestik, dan meningkatkan ketahanan rantai pasokan untuk mengatasi tantangan, tambahnya.

CCPIT membantu perusahaan perdagangan luar negeri China di tiga bidang utama, catat Zhao. Yang pertama adalah menyederhanakan sertifikat asal (certificate of origin) dan sertifikasi komersial lainnya, dengan badan tersebut telah menerbitkan hampir 2,1 juta sertifikat senilai total USD129,5 miliar.

Bidang kedua adalah mempercepat persetujuan bagi perusahaan China yang berpartisipasi dalam pameran dagang luar negeri, dengan 1.235 proyek sudah disetujui untuk tahun ini. Bidang ketiga adalah mengorganisir 184 delegasi bisnis China untuk mengunjungi 45 negara dan wilayah sambil memberikan mereka perlindungan hukum, yang mencakup penerimaan kasus asing, mediasi komersial, dan layanan permohonan paten dan merek dagang.

Kunjungan baru-baru ini oleh Kepala Eksekutif Manajemen raksasa chip AS Nvidia, Jensen Huang, ke China, yang menarik perhatian luas baik domestik maupun internasional, dilakukan atas undangan CCPIT, kata Zhao. Kepastian yang ditawarkan China merupakan hal positif besar di dunia yang penuh ketidakpastian, tambahnya.

China menawarkan lingkungan kebijakan yang transparan, stabil, dan dapat diprediksi, potensi pasar konsumen yang sangat besar, rantai industri yang paling lengkap di dunia, dan kumpulan bakat berkualitas tinggi yang besar.

Posisi China jelas karena pintunya tetap terbuka bagi semua perusahaan asing, yang mencakup perusahaan AS, kata Zhao, seraya menambahkan bahwa kebijakan China yang terkait dengan pemanfaatan investasi asing tidak dan tidak akan berubah.

Komunitas bisnis global, yang mencakup AS, secara bulat sepakat pada pertemuan kedua tahun ini Dewan Penasihat Bisnis Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik bahwa kebijakan tarif terbaru AS memiliki dampak negatif yang berlipat ganda bagi ekonomi Asia-Pasifik, ungkapnya. Pemisahan hubungan dagang, pemutusan rantai pasokan, hambatan tarif, dan politisasi isu ekonomi dan perdagangan dengan dalih keamanan adalah praktik yang jarang diterima di komunitas bisnis global.

(TST/LN/YG)

Peringkat persetujuan Presiden Trump capai level terendah dalam 80 tahun terakhir

0

Survei terbaru menunjukkan bahwa mendekati masa 100 hari jabatan Presiden Trump di periode kedua, tingkat persetujuannya turun menjadi yang terendah bagi seorang presiden AS pada tahap jabatan ini dalam 80 tahun terakhir.

Periode kedua jabatan Trump akan mencapai tonggak 100 hari pada 30 April. Menurut survei, mayoritas warga AS menolak beberapa inisiatif kebijakan utamanya sehingga menyatakan ketidakpuasan terhadap kondisi ekonomi negara dan khawatir akan kemungkinan resesi.

Survei itu dilakukan oleh ABC News, The Washington Post, dan Ipsos dari 18 hingga 22 April, dengan menanyai 2.464 warga dewasa Amerika dalam bahasa Inggris dan Spanyol melalui pengambilan sampel acak. Margin kesalahan survei intu adalah plus-minus dua poin persentase, seperti yang dilaporkan ABC News.

Menurut survei, hanya 39 persen responden yang menyetujui kinerja Trump selama menjabat, turun enam poin dari Februari tahun ini. Rekor persetujuan 100 hari periode pertama Trump yang sebelumnya terendah pada 42 persen di 2017 kini telah terlampaui. Selain itu, 55 persen responden tidak menyetujui kinerja Trump sehingga mencatatkan rekor terburuk baru di antara presiden AS dalam delapan dekade terakhir.

Survei itu juga menunjukkan bahwa kebijakan-kebijakan utama Trump secara besar ditolak masyarakat:

– 64 persen responden tidak menyetujui pendekatan Trump dalam mengenakan tarif impor, sementara 71 persen berpikir kebijakan tarifnya akan memperburuk inflasi;

– 73 persen responden berpikir situasi ekonomi AS buruk, 53 persen merasa ekonomi memburuk sejak Trump menjabat, dan 72 persen khawatir kebijakan ekonominya akan memicu resesi dalam jangka pendek;

– 62 persen responden berpikir pemerintahan Trump tidak menghormati hukum, 65 persen merasa pemerintahan ini berusaha menghindari putusan pengadilan federal, dan 64 persen mengkritik ekspansi berlebihan kekuasaan presiden;

– 60 persen responden mengatakan Trump tidak lagi fokus pada kepentingan rakyat umum, sementara 58 persen khawatir dia terlalu melemahkan fungsi pemerintah federal.

Selain itu, survei juga menunjukkan bahwa 30 persen responden tidak percaya pada Partai Republik maupun Partai Demokrat.

(TST/LN/GT)

Kartu kedatangan digital untuk kunjungan ke Thailand mulai 1 Mei

0

Pengunjung asing diingatkan untuk mengisi formulir secara online minimal tiga hari sebelum mereka bepergian

Pihak berwenang Thailand telah mengingatkan semua wisatawan asing yang berencana melakukan perjalanan ke negara tersebut bahwa mereka harus mengisi Kartu Kedatangan Digital Thailand (TDAC) minimal tiga hari sebelum bepergian, mulai 28 April untuk kedatangan pada 1 Mei.

Aplikasi sederhana itu, yang menggantikan formulir kertas TM.6 tradisional, dapat diisi di situs web TDAC, kata juru bicara pemerintah Anukool Pruksanusak. Aplikasi seluler TDAC untuk pengguna Android dan iOS diharapkan akan segera siap digunakan.

TDAC akan menggantikan formulir TM6, yang dulunya harus diisi oleh semua pengunjung untuk melalui imigrasi. Penggunaan kartu TM6 telah dihentikan sementara sejak tahun lalu.

Para pelancong harus memasukkan data pribadi, informasi paspor, rencana perjalanan, akomodasi, dan status kesehatan.

Setelah mengisi formulir TDAC, para pelancong akan menerima email konfirmasi yang harus ditunjukkan bersama dokumen perjalanan saat tiba di Thailand.

“TDAC bukan visa, tetapi formulir masuk digital yang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan kepatuhan terhadap standar internasional. Ini berlaku untuk semua rute masuk—darat, laut, dan udara,” kata Tuan Anukool.

Petunjuk tersedia dalam lima bahasa: Inggris, China, Korea, Rusia, dan Jepang. Otoritas imigrasi sedang bekerja sama dengan lembaga terkait, yang mencakup sistem E-Visa, pemeriksaan kesehatan masyarakat, dan platform biaya pariwisata, untuk menyederhanakan proses kedatangan.

(TST/LN/BP)

Mahasiswa pasca-S3 China mencapai rekor tertinggi seiring panasnya persaingan bakat global

0

Mahasiswa pascadoktoral di China mencapai rekor tertinggi seiring dengan semakin memanasnya persaingan bakat global. Sekitar 400.000 orang mahasiswa pascadoktoral telah dilatih di China selama empat dekade terakhir, dengan jumlah pendaftaran tahunan meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam 12 tahun terakhir di tengah memanasnya persaingan orang berbakat global, menurut data terbaru dari pemerintah China.

Dengan lebih dari 8.800 tempat penelitian dan pekerjaan pascadoktoral di seluruh negeri, jumlah rekrutan baru mencapai rekor 42.000 tahun lalu, kata Kementerian Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial pada Rabu.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan lebih daripada tiga kali lipat dibandingkan dengan tahun 2012 ketika 12.500 orang memasuki program pascadoktoral China, berdasarkan data sebelumnya dari kementerian tersebut.

Perluasan cepat sistem pascadoktoral sejak didirikan 40 tahun yang lalu menunjukkan peningkatan pesat talenta tingkat tinggi di dalam China. Persaingan untuk mendapatkan talenta terbaik juga telah menjadi medan pertempuran utama dalam rivalitas strategis Beijing dengan Amerika Serikat.

Saat ekonomi China beralih dari manufaktur tingkat rendah ke model berbasis teknologi, Beijing telah mengoptimalkan kebijakan-kebijakannya dan meningkatkan investasi penelitian dalam beberapa tahun terakhir untuk membangun pusat bakat yang kompetitif secara global.

Sementara itu, AS telah lama menarik talenta terbaik melalui kebijakan imigrasi yang dioptimalkan, pendanaan penelitian yang besar, dan lingkungan penelitian yang kuat. Namun, ketidakpastian menghantui karena pemerintahan Trump telah memotong miliaran dolar dalam pendanaan federal untuk Harvard dan universitas elit lainnya serta memberlakukan pembatasan visa bagi mahasiswa internasional.

Dengan usia rata-rata 31 tahun, kementerian tersebut mengatakan bahwa mahasiswa pascadoktoral baru di China adalah “kelompok bakat muda tingkat tinggi yang paling aktif dan inovatif.”

Fellowship (status mahasiswa yang mendapat beasiswa) pascadoktoral adalah peran yang berorientasi pelatihan bagi individu yang telah menyelesaikan studi doktoral mereka. Posisi itu biasanya berfungsi sebagai jembatan antara pelatihan akademis dan karir profesional penuh waktu.

Untuk mendukung bakat terbaik, Yayasan Ilmu Pengetahuan Pascadoktoral China memberikan dana kumulatif sebesar 8,3 miliar yuan (IDR 19 triliun), yang menguntungkan hampir 120.000 peneliti pascadoktoral, kata kementerian tersebut di sebuah artikel yang diterbitkan pada 2023.

Meskipun ada kemajuan dalam pengembangan ilmiah dan teknologi, Presiden Xi Jinping mengatakan pada konferensi sains nasional Juni lalu, “Kami masih lemah dalam kemampuan inovasi asli, terutama dalam teknologi inti yang kritis, dan kekurangan orang berbakat ilmiah tingkat atas.”

Sun Rui, seorang peneliti di Akademi Ilmu Kepegawaian China, mendesak China untuk meningkatkan upaya menarik kandidat internasional guna meningkatkan daya saing global dari program pascadoktoralnya.

Lebih dari separuh postdocs di universitas AS berasal dari luar negeri, dengan proporsi yang signifikan berasal dari negara-negara Asia – terutama China. Sebaliknya, proporsi warga asing dalam kolam postdoc di China jauh lebih rendah, dengan sebagian besar postdoc asing berasal dari negara-negara berkembang, kata Sun dalam sebuah artikel yang diterbitkan di people.cn pada Desember.

(TST/LN/BP)