Thursday, April 30, 2026
HomeEducationBimbingan Usaha & Karir: Jangan Sembarang Pecat Bawahan

Bimbingan Usaha & Karir: Jangan Sembarang Pecat Bawahan

Tjan
Tjanhttp://www.tjansietek.com
A former licensed stock market analyst and investment advisor with 20+ years experience with M.Sc. in Finance from Leicester University; former college lecturer in English for Buddhism; a former chess instructor and competitive chess player; translator of My Sixty Memorable Games, written by Bobby Fischer, a former US citizen, a famous former world chess champion (1972-1975), into Indonesian (in 1986 for limited distribution only); currently a senior sworn translator with 44+ years' experience, a senior member of the Indonesian Translators Association; a Chinese, US and Indonesian macroeconomic and financial analyst, CEO of Center for New Indonesia (CEFNI).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments

Bimbingan Usaha & Karir: Jangan Sembarang Pecat Bawahan

13 Januari 2019

Bekerja bersama-sama dengan rekan kerja yang lain untuk pemilik perusahaan berarti kesempatan emas untuk membantu mencerahkan dan memakmurkan semua rekan kerja, pemilik perusahaan dan bangsa.

Pengalaman pribadi:

Beberapa tahun lalu saya disewa oleh sebuah perusahaan industri yang cukup besar, dengan sekitar 500 orang pegawai tetap dan 1.000 orang pegawai kontrak. Pemiliknya berpesan kepada saya untuk memecat 6 orang pegawai lama yang menurutnya terlihat tidak berkinerja baik dll. Saya tidak berkomentar apa-apa. Saya terima catatan itu dan mulai bekerja.

Selama dua minggu pertama, saya berjalan keliling kompleks pabrik, perumahan karyawan dan berdiskusi dengan beberapa di antara mereka tentang apa masalah mereka dan perusahaan, apa harapan mereka dll. Kepada mereka saya juga bertanya tentang 6 orang di atas. Hampir 80% di antara mereka berkata bahwa 6 orang itu sebenarnya berkinerja baik, hanya tidak disukai oleh pemilik perusahaan karena berbagai hal di luar pekerjaan mereka.

Saya juga memverifikasi info itu dengan ke-6 pegawai itu dan mulai memberikan sejumlah tugas kepada mereka.

Satu bulan sesudah saya mulai kerja, sang pemilik bertanya kepada saya mengapa saya belum pecat mereka. Saya jawab,” Saya bekerja di sini untuk dua tujuan: mencari uang untuk keluarga dll dan membantu mencerahkan serta memakmurkan para rekan kerja di sini, meluruskan hal-hal yang buruk agar semua rekan kerja nyaman dan bersemangat dalam berkontribusi kepada perusahaan dan bangsa. Saya memakai kata-kata yang positif dalam berkomunikasi dengan setiap orang.”

Sang pemilik manggut-manggut dan menjelaskan pandangan tentang ke-6 orang itu kepada saya. Saya berkomentar,” Pemilik sebaiknya berfokus pada kinerja pegawai di bidangnya masing-masing, tidak pada hal-hal di luar itu, kecuali kalau mereka melakukan perbuatan pidana, amoral, tidak etis atau sejenisnya. Mereka sebaiknya diperingatkan agar tidak berbuat demikian, lalu diawasi dan dinilai setiap kuartal secara professional oleh setiap atasan dan manajer mereka.”

Tiga tahun kemudian saya berhenti dari perusahaan itu karena sesuatu. Selama bekerja, saya tidak pernah memecat seorang pun pegawai, termasuk peagwai kontrak. Banyak sekali pegawai mengeluarkan air mata ketika saya meninggalkan kompleks perusahaan.

Sampai sekarang beberapa di antara mereka masih berteman baik dengan saya.

Semoga bermanfaat. Silakan share dengan semua teman yang lain.

Tjan
Tjanhttp://www.tjansietek.com
A former licensed stock market analyst and investment advisor with 20+ years experience with M.Sc. in Finance from Leicester University; former college lecturer in English for Buddhism; a former chess instructor and competitive chess player; translator of My Sixty Memorable Games, written by Bobby Fischer, a former US citizen, a famous former world chess champion (1972-1975), into Indonesian (in 1986 for limited distribution only); currently a senior sworn translator with 44+ years' experience, a senior member of the Indonesian Translators Association; a Chinese, US and Indonesian macroeconomic and financial analyst, CEO of Center for New Indonesia (CEFNI).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments