Thursday, April 30, 2026
HomeEconomyAmerika Serikat (AS), Satu-Satunya Negeri Besar yang Bisa Selesaikan Masalahnya Sendiri Selama...

Amerika Serikat (AS), Satu-Satunya Negeri Besar yang Bisa Selesaikan Masalahnya Sendiri Selama Ini

Tjan
Tjanhttp://www.tjansietek.com
A former licensed stock market analyst and investment advisor with 20+ years experience with M.Sc. in Finance from Leicester University; former college lecturer in English for Buddhism; a former chess instructor and competitive chess player; translator of My Sixty Memorable Games, written by Bobby Fischer, a former US citizen, a famous former world chess champion (1972-1975), into Indonesian (in 1986 for limited distribution only); currently a senior sworn translator with 44+ years' experience, a senior member of the Indonesian Translators Association; a Chinese, US and Indonesian macroeconomic and financial analyst, CEO of Center for New Indonesia (CEFNI).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments

Amerika Serikat (AS), Satu-Satunya Negeri Besar yang Bisa Selesaikan Masalahnya Sendiri Selama Ini

12 Januari 2019

Selama Perang Dunia II, mayoritas infrastruktur dan fasilitas sosial plus ekonomi negeri-negeri di Eropa Barat mengalami kehancuran: Jerman, Perancis dll. Melalui Rencana Marshall, pemerintah AS memberikan banyak sekali pinjaman untuk membangun kembali mayoritas infrastruktur dll mereka.

Bangsa AS terkenal sebagai satu-satunya negeri besar yang dalam sejarahnya sejak merdeka tahun 1776 belum pernah dibantu oleh bangsa lain dalam menyelesaikan krisis ekonomi mereka, misalnya Depresi Besar 1928, Resesi Besar 2007 dll. Mereka terkenal kreatif. Barangkali sekarang mereka agak “ngantuk” karena terlalu lama menjadi negeri superpower satu-satunya di dunia tanpa saingan: paling kuat secara teknologi, ekonomi, keuangan dan politik, sejak runtuhnya Uni Soviet awal tahun 1990-an.

Saat ini pemerintah dan mayoritas AS sedang memiliki utang yang besar sekali. Pemerintah federal AS saja punya utang sekitar USD 21,8 triliun per akhir 2018

Jika mereka tersadar secara nasional, mungkin mereka akan bisa memperbaiki keadaan keuangan. Mereka punya segala-galanya: produktivitas yang salah satu tertinggi di dunia, modal, teknologi, kreatif dll.

Contoh: Presiden Trump punya target “Make America Great Again (MAGA)” untuk mengembalikan kejayaan industri manufakturnya, yang hampir 50%-nya telah lari ke LN, terutama China dan Meksiko. Juga, pemotongan pajak perusahaan dari 35% menjadi 21%, di bawah pajak perusahaan kita yang 25%!!! Hasilnya: Apple dkk sudah bawa pulang keuntungan mereka di LN dan membayar pajak tersebut. Apple juga berkomitmen mendirikan berbagai fasilitas manufaktur dan R&D di AS. 

Di newsroom www.apple.com, Apple mengumumkan seperangkat investasi senilai USD 350 miliar di AS untuk lima tahun ke depan, antara lain: pengkaryaan langsung, belanja dan investasi bersama-sama dengan supplier dan produsen dalam negeri Apple dan mendorong ekonomi aplikasi yang sedang berkembang cepat karena iPad dan App Store.

Salah satu ganjalan AS: Partai Republik dan Partai Demokrat di AS bertengkar terus. Sekarang Partai Demokrat menguasai DPR AS dan Partai republik menguasai Senat. 

Akibat pertengkaran itu, banyak proyek besar tertunda lama sekali. Selain itu, masa jabatan presiden AS hanya 4 tahun. Jadi, proyek infrastruktur dll yang berjangka panjang sulit dilakukan secara kontinu.

Contoh:

i. Proyek kereta api cepat San Fransisco-Los Angeles yang hanya sekitar  518 km  sudah hampir 14 tahun direncanakan tapi sampai sekarang belum juga dibangun; anggarannya meningkat dari USD 5 miliar menjadi USD 14 miliar. Di China, jalan KA sepanjang itu biasanya selesai 3-4 tahun dengan biaya 1/3-nya dan bermutu tinggi sekali.

ii. Metro di Washington, D.C, dan New York telah usang, sering mogok dan rusak; stasiunnya redup. Koran-koran New York Times dan Washington Post sering memberitakannya dengan rasa malu sekali.

Tjan
Tjanhttp://www.tjansietek.com
A former licensed stock market analyst and investment advisor with 20+ years experience with M.Sc. in Finance from Leicester University; former college lecturer in English for Buddhism; a former chess instructor and competitive chess player; translator of My Sixty Memorable Games, written by Bobby Fischer, a former US citizen, a famous former world chess champion (1972-1975), into Indonesian (in 1986 for limited distribution only); currently a senior sworn translator with 44+ years' experience, a senior member of the Indonesian Translators Association; a Chinese, US and Indonesian macroeconomic and financial analyst, CEO of Center for New Indonesia (CEFNI).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments