Untuk sementara, China menghentikan pembangunan proyek-proyek baru baterai untuk kendaraan listrik dan penyimpanan energi sambil menunggu peninjauan kapasitas industri pada akhir tahun, ketika pemerintah semakin mengintensifkan upaya untuk mengatasi kelebihan kapasitas yang parah.
Langkah tersebut merupakan intervensi terbaru pemerintah di sektor yang rencana penambahan kapasitas barunya tahun ini telah mencapai sekitar 1,5 kali lipat dari total produksi baterai China pada 2025, yang totalnya sd 2025 tercatat mencapai 1.755,6 GW, atau naik 60,1% dari tahun 2024!!!

Sebenarnya, industri tenaga surya China mulai tunjukkan  harapan
Pada September tahun lalu, industri tenaga surya China telah terpukul oleh kelebihan pasokan dan perang harga berkepanjangan yang telah menggerus keuntungan di seluruh rantai pasokan. Namun, sejumlah titik terang mulai muncul seiring dengan berkurangnya persediaan dan intervensi para pembuat kebijakan untuk menekan persaingan yang berlebihan.
Pada paruh pertama 2025, perusahaan-perusahaan besar di industri tenaga surya mencatat pendapatan gabungan sebesar 392 miliar yuan (US$55 miliar), turun 9,7% dibandingkan dengan periode yang sama setahun sebelumnya, menurut para analis di Huachuang Securities Co. Ltd. Total kerugian bersih meningkat menjadi 7,3 miliar yuan.
Pada 4 Februari 2026, saham sejumlah perusahaan energi surya terbesar China tiba-tiba melonjak setelah muncul laporan bahwa Elon Musk tengah mempertimbangkan untuk memanfaatkan sumber daya China bagi rencana energinya yang ambisius.
Namun, optimisme tersebut terbukti hanya berlangsung singkat. Harga saham anjlok pada hari berikutnya, menunjukkan betapa rapuhnya pemulihan di sektor yang masih dibanjiri tinta merah tersebut.
Industri tenaga surya China telah terjebak dalam perang harga yang sengit sejak 2023, yang dipicu oleh kelebihan kapasitas yang terus-menerus. Dampaknya sangat besar. Kerugian gabungan perusahaan-perusahaan tenaga surya China yang terdaftar di bursa sepanjang 2025 diperkirakan melampaui 50 miliar yuan (US$7,3 miliar).
Tongwei Co. Ltd. (600438.SH), produsen polisilikon dan sel surya terbesar di dunia, memperkirakan kerugian hingga 10 miliar yuan, setelah mengalami kerugian sebesar 7 miliar yuan pada tahun sebelumnya.
Di seluruh rantai pasokan, para pesaing, mulai dari raksasa wafer TCL Zhonghuan Renewable Energy Technology Co. Ltd. (002129.SZ) hingga produsen modul terkemuka Trina Solar Co. Ltd. (688599.SH), juga telah memperingatkan kemungkinan kerugian hingga miliaran yuan.

(TST/LNN/CG)






