Tuesday, April 21, 2026
HomeCultureCocok untuk juru runding, pemimpin bangsa dan regu, salesman dll: kecerdasan emosional...

Cocok untuk juru runding, pemimpin bangsa dan regu, salesman dll: kecerdasan emosional (EI; EQ)

Tjan
Tjanhttp://www.tjansietek.com
A former licensed stock market analyst and investment advisor with 20+ years experience with M.Sc. in Finance from Leicester University; former college lecturer in English for Buddhism; a former chess instructor and competitive chess player; translator of My Sixty Memorable Games, written by Bobby Fischer, a former US citizen, a famous former world chess champion (1972-1975), into Indonesian (in 1986 for limited distribution only); currently a senior sworn translator with 44+ years' experience, a senior member of the Indonesian Translators Association; a Chinese, US and Indonesian macroeconomic and financial analyst, CEO of Center for New Indonesia (CEFNI).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments

Cocok untuk juru runding, pemimpin bangsa dan regu, salesman dll: kecerdasan emosional (EI; EQ)

Daniel Coleman Ph.D., seorang lulusan Universitas Harvard dan penulis buku terkenal Emotional Intelligence (Kecerdasan Emosional; yang lebih dikenal sebagai EQ) (1995), menulis di halaman xii buku itu  bahwa banyak orang dengan IQ tinggi gagal dalam hidup mereka sedangkan orang dengan IQ sedang-sedang saja bisa sukses. Karena itu, dia melakukan penelitian yang mendalam tentang apa factor-faktor sukses dan kegagalan mereka masing-masing. Dengan bantuan hasil-hasil penelitian para ahli ilmu sel syaraf  (neuroscientist) dengan bantun teknologi pembuatan gambar  cara-cara kerja otak manusia dengan menggunakan pembiasan suara secara magnetis (magnetic resonance imaging; MRI), dia mengemukakan teori kecerdasan emosional (EI; EQ) melalui bukunya yang berjudul Emotional Intelligence (1994, 1995) yang terjual jutaan eksemplar dalam waktu singkat.

Dia mendefinisikan EQ sebagai kemampuan kendali diri, semangat dan ketekunan serta kemampuan untuk memotivasi diri. Keterampilan-keterampilan itu bisa diajarkan kepada anak sehingga memberi mereka kesempatan yang lebih baik untuk memakai potensi intelektual apa pun yang mungkin mereka miliki secara lotere genetis.  

Salah satu Manfaat Besar EQ

Dia berkata bahwa seorang salesman yang menerapkan EQ-nya dalam berbicara dan menyajikan produk atau jasa yang dijualnya akan lebih sukses daripada salesman lain yang hanya mengandalkan IQ-nya walaupun tinggi karena sang pembeli lebih percaya pada perkataan salesman yang pertama, misalnya jujur, ber-empati, terus-terang, ramah, informative, sabar dll.

Menurut catatan penulis, salah satu contoh orang yang memiliki EQ tinggi adalah Presiden Xi Jinping dari China yang terkenal mampu stabil dalam emosinya walaupun dalam keadaan tertekan, menderita dll.

Orang-orang yang demikian cocok sebagai juru runding, pemimpin regu, negeri dll.

(TST/LNN)

Tjan
Tjanhttp://www.tjansietek.com
A former licensed stock market analyst and investment advisor with 20+ years experience with M.Sc. in Finance from Leicester University; former college lecturer in English for Buddhism; a former chess instructor and competitive chess player; translator of My Sixty Memorable Games, written by Bobby Fischer, a former US citizen, a famous former world chess champion (1972-1975), into Indonesian (in 1986 for limited distribution only); currently a senior sworn translator with 44+ years' experience, a senior member of the Indonesian Translators Association; a Chinese, US and Indonesian macroeconomic and financial analyst, CEO of Center for New Indonesia (CEFNI).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments