Thursday, April 30, 2026
Home Blog Page 4

Berkah dari bimbingan usaha

0

Sekitar 12 tahun tahun lalu, seorang pengusaha muda beruntung bertemu dengan seorang staf saya sebelum melakukan yang sama seperti teman saya di atas itu, yaitu membangun pabrik minuman ringan tanpa kontrak tersebut.

Dia menelepon saya lalu kami berjumpa. Pada waktu itu dia sudah ke pabrik mesin dan peralatannya di luar negeri dan hampir membuat kontrak pembeliannya dan membayar DP-DPnya. Dia mendapatkan tawaran yang sangat menarik dari beberapa pabrik mesin proses minuman ringan.

Saya meenganjurkannya untuk mengubah draft kontrak-kontraknya menjadi satu saja: turn-key contract dengan pembayaran melalui bank garansi dari bank yang bonafid. Biaya pembangunannya sampai commissioning naik sekitar 20%, tetapi saya bilang: Ini murah dan aman. Selama anda bisa membayarnya, lakukan saja karena pasar sudah tersedia, punya banyak customer, punya merek yang cukup mapan dll.

Dia setuju.

Saya mendengar dari staf saya bahwa kontraktornya, yang ditunjuk oleh pabrik mesinnya, hampir pailit karena salah hitung harga dan banyak kesulitan untuk mencapai commissioning dan target produksi komersial yang sesuai dengan kontrak turn-key di atas. Kontrakor itu minta eskalasi harga kontrak. Pengusaha kita itu setuju menaikkannya sebesar 10% saja. Sang kontraktor tidak setuju dan akhirnya pabrik tidak jadi dibangun. Sang kontraktor menjual mesin-mesinnya secara eceran.

Sang pengusaha kita bernapas lega karena dia tidak membayar apa-apa, hanya rugi waktu dan sejumlah biaya perjalanan ke luar negeri dll, tetapi mendapatkan sejumlah bangunan permanen di atas lahannya sendiri yang ia bayar murah saja kepada kontraktor yang gagal itu.

Semoga bermanfaat.

Hampir pailit karena modernisasi usaha yang sukses membuat produk secara manual: pentingnya turn-key contract

0

  Sangat dianjurkan kepada setiap pengusaha yang sukses dalam bisnis dengan membuat produknya secara manual untuk mengembangkannya menjadi bisnis yang pabriknya moderen: mesin dan proses produksi yang otomatis dll. Tetapi, modernisasi makan biaya besar sekali dan biasanya melebihi kemampuannya sendiri secara keuangan, teknologi maupun pengelolaan. Hal yang mirip juga terjadi kepada sejumlah pengusaha yang biasanya menghasilkan produk primer (mentah), lalu masuk ke idnustri  sekunder, yang biasanya mengolah produk primernya sendiri. Sejumlah pengusaha produk primer sukses naik kelas dengan mengambil mitra yang kuat dalam bidang teknologi, pemasaran maupun keuangan.

 Hampir pailit karena memoderenkan pabriknya tanpa turn-key contract

Beberapa tahun lalu seorang teman saya bercerita bahwa ia sedang memoderenkan pabriknya dengan membeli lahan baru, membangun pabrik baru dan mengimpor mesin-mesin dari beberapa buah negeri. Sekitar dua tahun kemudian ia terlihat sibuk menjual segala macam asetnya untuk membayar utang kepada bank dan perusahaan leasing sehingga tidak punya waktu untuk ngobrol dengan kami. Akhirnya ia bercerita bahwa:

1. Semua mesin produksi dan kelengkapannya tidak mencapai target produksi untuk menutupi biaya operasional dan bunga bank dll.

2. Untuk mencapai 70-80% dari titik impas biaya operasi saja, dia harus menambah aneka perlengkapan, pipa dll, yang mayoritas harus diimpor dan nilainya hampir 50% dari proyeksi investasi mesin;

3. Semua itu terjadi karena kesalahan besarnya: ia tidak memakai jasa pembimbing usaha, yaitu orang berpengalaman & berpengetahuan yang akan menasihatinya untuk membuat kontrak turn-key, yaitu kontrak pembangunan pabrik dll dengan pembayaran hanya sesudah pabrik dll itu selesai dibangun dan siap beroperasi komersial (commissioning). Yang teman kita lakukan adalah dia pergi ke sana-ke mari untuk cari pengetahuan dll dan membeli semua mesin maupun peralatan produksinya tanpa kontrak itu.

Semoga bermanfaat.

Pengetahuan pribadi: Bersahabatlah dengan boss anda

0

Suatu hari datang seorang yang tidak dikenal dan minta diterjemahkan sebuah dokumen pribadi sebanyak 2 halaman yang diketik sendiri dan dicetaknya.

Seperti biasa, staff kami yang menerimanya tahu bahwa dokumen seperti itu tidak akan diterjemahkan oleh kami. Dokumen itu melanggar salah satu prinsip kami: membicarakan kejelekan orang lain, apalagi melaporkannya ke kantor pusatnya di Paris, Perancis.

Intinya:

  1. Dia sudah bekerja sebagai manajer keuangan di PT tersebut sekitar 13 tahun.
  2. Boss barunya orang Perancis karena perusahaan tersebut adalah PMA Perancis.
  3. Dia dipecat oleh boss itu karena dianggap lalai, malas dsb.
  4. Dia tidak merasakan begitu karena dia sudah bekerja sejak dia masih perjaka dan sekarang sudah punya rumah sendiri, punya isteri yang cantik serta dua orang anak yang lucu-lucu.
  5. Dia sudah berupaya agar tidak dipecat tetapi boss tetap dengan keputusannya.

Akhirnya dia memutuskan untuk memberitahu atasannya (CEO) di Paris dan minta diterjemahkan oleh kantor kami.

Singkat cerita:

  1. Kami tolak pekerjaan dari dia.
  2. Kami sarankan dia mengubah total ceritanya menjadi berita baik bagi CEO itu: dia harus ceritakan bahwa boss baru ternyata orang hebat, kreatif dll.
  3. Sesudah mendengar latar belakang mengapa kami sarankan begitu, dia mengikuti saran kami dan minta tolong dibuatkan langsung.
  4. Kami pun dengan senang hati membuatkannya dengan gratis.
  5. Sekitar 3 minggu kemudian, dia datang lagi ke kantor kami bersama keluarganya dan membawa kue yang lezat sekali!!!
  6. Dia bercerita: bossnya telepon agar dia segera kembali kerja dan gajinya naik karena CEO-nya di Paris bangga dengan dirinya!!!

Semoga cerita di atas bermanfaat bagi kita semua.

Bersahabatlah dengan boss anda

Suatu hari datang seorang yang tidak dikenal dan minta diterjemahkan sebuah dokumen pribadi sebanyak 2 halaman yang diketik sendiri dan dicetaknya.

Seperti biasa, staff kami yang menerimanya tahu bahwa dokumen seperti itu tidak akan diterjemahkan oleh kami. Dokumen itu melanggar salah satu prinsip kami: bicarakan kejelekan orang lain, apalagi melaporkannya ke kantor pusatnya di Paris, Perancis.

Intinya:

  1. Dia sudah bekerja sebagai manajer keuangan di PT tersebut sekitar 13 tahun.
  2. Boss barunya orang Perancis karena perusahaan tersebut adalah PMA Perancis.
  3. Dia dipecat oleh boss itu karena dianggap lalai, malas dsb.
  4. Dia tidak merasakan begitu karena dia sudah bekerja sejak dia masih perjaka dan sekarang sudah punya rumah sendiri, punya isteri yang cantik serta dua orang anak yang lucu-lucu.
  5. Dia sudah berupaya agar tidak dipecat tetapi boss tetap dengan keputusannya.

Akhirnya dia memutuskan untuk memberitahu atasannya (CEO) di Paris dan minta diterjemahkan oleh kantor kami.

Singkat cerita:

  1. Kami tolak pekerjaan dari dia.
  2. Kami sarankan dia mengubah total ceritanya menjadi berita baik bagi CEO itu: dia harus ceritakan bahwa boss baru ternyata orang hebat, kreatif dll.
  3. Sesudah mendengar latar belakang mengapa kami sarankan begitu, dia mengikuti saran kami dan minta tolong dibuatkan langsung.
  4. Kami pun dengan senang hati membuatkannya dengan gratis.
  5. Sekitar 3 minggu kemudian, dia datang lagi ke kantor kami bersama keluarganya dan membawa kue yang lezat sekali!!!
  6. Dia bercerita: bossnya telepon agar dia segera kembali kerja dan gajinya naik karena CEO-nya di Paris bangga dengan dirinya!!!

Semoga cerita di atas bermanfaat bagi kita semua.

Pengalaman pribadi:

Bersahabatlah dengan boss anda

Suatu hari datang seorang yang tidak dikenal dan minta diterjemahkan sebuah dokumen pribadi sebanyak 2 halaman yang diketik sendiri dan dicetaknya.

Seperti biasa, staff kami yang menerimanya tahu bahwa dokumen seperti itu tidak akan diterjemahkan oleh kami. Dokumen itu melanggar salah satu prinsip kami: bicarakan kejelekan orang lain, apalagi melaporkannya ke kantor pusatnya di Paris, Perancis.

Intinya:

  1. Dia sudah bekerja sebagai manajer keuangan di PT tersebut sekitar 13 tahun.
  2. Boss barunya orang Perancis karena perusahaan tersebut adalah PMA Perancis.
  3. Dia dipecat oleh boss itu karena dianggap lalai, malas dsb.
  4. Dia tidak merasakan begitu karena dia sudah bekerja sejak dia masih perjaka dan sekarang sudah punya rumah sendiri, punya isteri yang cantik serta dua orang anak yang lucu-lucu.
  5. Dia sudah berupaya agar tidak dipecat tetapi boss tetap dengan keputusannya.

Akhirnya dia memutuskan untuk memberitahu atasannya (CEO) di Paris dan minta diterjemahkan oleh kantor kami.

Singkat cerita:

  1. Kami tolak pekerjaan dari dia.
  2. Kami sarankan dia mengubah total ceritanya menjadi berita baik bagi CEO itu: dia harus ceritakan bahwa boss baru ternyata orang hebat, kreatif dll.
  3. Sesudah mendengar latar belakang mengapa kami sarankan begitu, dia mengikuti saran kami dan minta tolong dibuatkan langsung.
  4. Kami pun dengan senang hati membuatkannya dengan gratis.
  5. Sekitar 3 minggu kemudian, dia datang lagi ke kantor kami bersama keluarganya dan membawa kue yang lezat sekali!!!
  6. Dia bercerita: bossnya telepon agar dia segera kembali kerja dan gajinya naik karena CEO-nya di Paris bangga dengan dirinya!!!

Semoga cerita di atas bermanfaat bagi kita semua.

Indonesia bisa kejar Korea Selatan dalam ekonomi?

0

Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945 dan Korea Selatan pada Agustus 1948.

Ekspor Korea Selatan meningkat 8,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya pada 2024 sehingga mencapai rekor tahunan baru berkat pengiriman semikonduktor yang kuat, menurut data yang dirilis pada hari Rabu.

Pengiriman keluar tercatat sebesar US$683,8 miliar tahun lalu, atau sekitar 2,5 kali ekspor Indonesia, dibandingkan dengan rekor sebelumnya sebesar $683,6 miliar yang tercatat pada 2022, menurut data yang disusun oleh Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi.

Impor turun 1,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi $632 miliar, atau sehinnga menghasilkan surplus perdagangan sebesar $51,8 miliar.

Korea Selatan tidak punya banyak sumber daya alam sehingga rakyatnya berupaya impor.

Sebaliknya, negeri itu mengekspor alat modern yang terdiri dari HP, semikonduktor, mobil berbahan bakar bensin dan juga listrik dll. (lihat tabel di bawah ini).

Jenis ekspor Korea Selatan

Indonesia berpenduduk sekitar 280 juta, atau 5,5 x Korea Selatan. Ekspornya kebanyakan bahan mentah (batubara, CPO dll). Sekarang mulai dirintis hilirisasi nikel, tembaga dll.

Bagaimana Indonesia bisa kejar ketertinggalannya?

  1. Fokus pada ekspor seperti Korea Selatan.
  2. Pendidikan yang mengarah pada sains dan teknologi (S&T) dengan subsidi pemerintah sehingga biaya murah.
  3. Ciptakan ekosistem yang merangsang pertumhan ekonomi yang banyak memakai lulusan PT dalam S&T: pajak murah dll.

Dua pukulan telak: Saham pabrik F-35 turun 20% akibat 2 pesawat gen. ke-6 dan larangan China

0

Lockheed Martin, pembuat pesawat tempur F-35 yang kata orang adalah tercanggih, sekarang ini sudah turun sekitar 20%. Itu akibat Deutche Bank turunkan mutu saham dari Buy (beli) pada Oktober 2024 (USD 611 per saham) ke Hold (pegang) jadi USD 482 per saham kemarin.

Dua puluh lima persen (25%) penjualannya dari F-35, yang sukses terjual sekitar 1,000 unit ke dalam dan LN sekitar 20 negeri, yang mencakup Israel dll.

Sekarang ada pertanyaan:

  1. Apakah pemerintah AS mau tambah lagi dan tidak minta harga turun?
  2. Apakah pemerintah-pemerintah LN mau kurangi pembeliannya?
  3. Bagaimana kelanjutan kontrak-kontrak F-35-nya?

Silakan para pembaca berkomentar.

Kerja yang rajin dan cari modal dari boss, teman dan keluarga.

0

Cari modal bisa dari siapa saja, tapi orang terdekat yang pernah merasakan jasa dan tenaga kita adalah boss, mantan boss, keluarga dan teman.

Saya punya cerita sbb:

  1. Di sebuah kota, seorang pemuda bekerja sekitar 7 tahun, lalu kawin.
  2. Di kampung, ortunya hidup berdua saja.
  3. Di kota itu, ia pun kawin dengan gadis idamannya dan akhirnya punya seorang putra.
  4. Suatu ketika pemuda itu dan keluarganya pulang kampung.
  5. Ortunya bercerita bahwa di kampungnya dia bisa bertani, berkebun atau memiliki peternakan ayam kalau ia punya modal sekitar Rp 500 juta. Dia memilih untuk berkebun jamur merang.
  6. Dia punya modal hanya 100 juta, tetapi dia akan pinjam dari boss dan teman-teman di tempat kerja di kota.

Lalu, dia bercerita kepada bossnya tentang peluang itu.

  1. Bossnya langsung bilang,”Kamu sudah bekerja delapan tahun dan rajin, tidak cerewet dll.”
  2. Bossnya langsung buka laci dan serahkan uang sebanyak 100 jt dan berkata,” Ini sebagai penghargaan dari perusahaan. Kalau tidak keberatan, saya ikut modal 100 juta. Kalau untung, kamu bagi saya dan kalau rugi, anggap saja saya juga rugi.” Syaratnya: keterbukaan informasi, terutama keuangan.
  3. Dia girang sekali dan berjanji setiap tiga bulan dia akan kirim informasi keuangan. Dia juga minta ijin untuk bilang ke teman-temannya dan bossnya kasih ijin.
  4. Dia lalu bercerita kepada teman-temannya. Tidak disangka teman-temannya langsung janji tranfer uang dan terkumpul uang seluruhnya 700 juta.
  5. Teman-temannya juga sama dengan bossnya: kalau untung, bagi mereka, kalau rugi, mereka juga ikut rugi asal dia tetap jujur.

Dia pun pulang kampung dan mulai bertani dengan bantuan ortunya yang senang dia pulang kampung dan bisa bermain-main dengan cucunya.

  1. Dia berkebun jamur merang.
  2. Dia mulai dengan sedikit dan membagi modalnya menjadi tiga: modal kesatu 100 juta, modal kedua 200, dan modal ketiga 300. Sisanya dipakai untuk persiapan dll.
  3. Singkat cerita, modal kesatu habis karena berbagai hal: salah metode, gagal panen, tengkulak yang curang dll.
  4. Barulah pada modal kedua dia merasa yakin dan menjual langsung ke kota dll.
  5. Dia pun membuat laporan-laporan plus foto kebun, foto pelanggan besar dll kepada mantan boss dan teman-temannya.
  6. Sesudah sekitar setahun, dia mulai untung sedikit dan melaporkan kepada mereka.
  7. Barulah pada modal ketiga dia benar-benar menjadi pengusaha jamur merang: untung dan usaha jadi lebih besar.
  8. Sekarang dia punya kendaraan angkutan dan juga mobil sedan bekas yang masih jreng dibeli dengan harga miring sekali untuk dipakai sendiri, bertemu dengan customer dan dengan mantan boss serta mantan teman-teman kerjanya.
  9. Sesudah tiga tahun, mantan bossnya bilang,”Perusahaanku tambah besar dan anggap saja uang itu sebagai hadiah. Kalau perlu modal lagi, kita buka PT dan kamu dirutnya.”
  10. Dia pun sekarang dirut PT-nya sendiri dan angkat boss sebagai komisaris dan satu mantan teman kerja sebagai direktur yang setia dengannya.

Intinya:

  1. Bekerja yang rajin dan dipercaya boss dan teman kerja.
  2. Mereka adalah sumber modal yang besar.
  3. Dia tidak pikirkan modal karena tersedia dan tetap jujur.

(TST/LN)

China turunkan tarif impor etana dan beberapa bahan baku tembaga serta aluminium daur ulang

0

China akan mengurangi tarif impor untuk etana dan beberapa bahan baku tembaga dan aluminium daur ulang tertentu mulai tahun depan, kata pemerintah pada Sabtu.
Kementerian Keuangan mengumumkan penyesuaian untuk berbagai kategori tarif impor yang akan berlaku pada 1 Januari, dengan tujuan meningkatkan impor produk berkualitas tinggi, memperluas permintaan domestik, dan mempromosikan keterbukaan tingkat tinggi, kata kementerian dalam sebuah pernyataan.
Tarif impor sementara di bawah tarif negara paling diuntungkan (most favoured nation) akan diterapkan pada 935 item, kata kementerian tersebut. Tarif impor akan dikurangi untuk etana dan bahan baku tembaga serta aluminium daur ulang tertentu untuk mendukung pengembangan hijau dan rendah karbon.
Tarif akan naik untuk komoditas, yang mencakup molase dan gula campuran dalam bubuk pre-mixed, tetapi akan dikurangi untuk item seperti polimer olefin siklik, kopolimer etilen-vinil alkohol, dan transmisi otomatis untuk kendaraan khusus seperti mobil pemadam kebakaran dan kendaraan perbaikan.

Tarif impor juga akan dikurangi untuk item seperti natrium zirkonium siklosilikat, vektor virus untuk terapi tumor CAR-T, dan kawat paduan nikel-titanium untuk bedah cangkok.

Perjanjian Perdagangan Bebas China-Maledewa akan mulai berlaku pada 1 Januari, dengan implementasi pengurangan tarif, kata kementerian tersebut.

Sumber: The Standard, Hong Kong

Perkawinan Nissan dan Honda akan bernasib buruk

0

Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang dilaporkan telah mengusulkan merger Nissan-Honda sejak beberapa waktu yang lalu.
Mungkin kementerian tersebut sebaiknya mengirimkan kartu Natal kepada Terry Gou – miliarder Taiwan yang memiliki Foxconn Technology Group – untuk mengucapkan terima kasih karena menunjukkan minatnya untuk mengakuisisi Nissan; jika tidak, Nissan dan Honda mungkin masih saling mendekati tanpa menikah.
Mantan bos Nissan yang ternoda, Carlos Ghosn, berkata kepada media bahwa dia curiga Honda adalah mitra yang enggan dalam kesepakatan yang belum diumumkan secara resmi.
Namun, menurut media Jepang Nikkei, Honda sangat tidak senang dengan ambisi Gou terhadap Nissan sehingga mereka memutuskan untuk mendesak merger tersebut.
Jadi, laporan mana yang lebih dekat dengan kebenaran?
Jika Nikkei dianggap lebih ahli, pemerintah Jepang sebaiknya mengucapkan terima kasih kepada Gou. Itu karena, pertama, impian mereka untuk melihat produsen mobil terbesar kedua dan ketiga Jepang bergabung hampir menjadi kenyataan dan, kedua, upaya akuisisi Gou secara tak terduga memberikan efek katalitik.
Menjelang pengumuman kesepakatan yang akan segera dilakukan, Gou dilaporkan telah menangguhkan pembicaraan akuisisi.
Jelas bahwa Tokyo tidak ingin melihat merek Jepang besar lainnya jatuh ke tangan taipan tersebut. Akuisisi Gou terhadap produsen TV besar Jepang, Sharp, kurang berhasil, dengan harga saham perusahaan tersebut saat ini hanya sepertiga dari puncaknya dan perusahaan tersebut berhenti menjadi produsen panel TV utama.
Dalam wawancara tersebut, Ghosn sangat mengkritik Nissan dan kesepakatan yang dilaporkan, dengan mengatakan: “Menurut saya, itu adalah langkah yang putus asa.”
“Itu bukan kesepakatan pragmatis karena, sejujurnya, sinergi antara kedua perusahaan sulit ditemukan. Tidak ada yang benar-benar saling melengkapi antara kedua perusahaan ini. Mereka berada di pasar yang sama. Mereka memiliki produk yang sama. Merek mereka sangat mirip.”
Ghosn mungkin tidak sepenuhnya salah karena kedua perusahaan ini memang sangat mirip.
Di satu sisi, Honda bangga dengan tekniknya dan, menurut Ghosn, Nissan juga pandai dalam teknik. Jika mereka bergabung menjadi bagian dari satu sama lain, teknologi mana yang akan diterima?
Apakah ini akan memicu perebutan kekuasaan mengingat budaya perusahaan Jepang?
Kritikan Ghosn juga penuh dengan sinisme pada saat yang sama, yang seharusnya tidak sulit dipahami mengingat hubungan yang benar-benar rusak antara dia dan perusahaan yang dipimpinnya selama bertahun-tahun.
Beberapa tahun yang lalu, Ghosn harus melarikan diri dari Jepang untuk menghindari tuduhan keuangan yang dia bantah dengan keras.
Meski demikian, diyakini bahwa banyak analis akan sepakat dengannya bahwa produsen mobil China telah dengan cepat bangkit untuk menjadi pesaing yang tangguh, terutama di bidang kendaraan listrik yang, menurut Uni Eropa, telah mendapat subsidi besar dari pemerintah China.

Nissan adalah produsen pertama mobil listrik di dunia

Itu ironis karena Nissan adalah produsen mobil yang pertama kali memproduksi massal EV di dunia.
Nissan dan Honda berada di bawah tekanan untuk bergabung agar dapat membentuk ukuran yang lebih besar guna menghasilkan skala ekonomi yang dibutuhkan untuk menghadapi persaingan. Pernikahan Nissan-Honda akan diikuti oleh lebih banyak langkah serupa di sektor ini.

Sumber: The Standard, Hong Kong: https://www.thestandard.com.hk/section-news/section/17/268826/Car-giants’-marriage-ill-fated

Capital gains dan dividend tidak kena pajak di Singapura

0

Capital gains (dari hasil jual saham, properti, aset tidak berwujud dll.) tidak kena pajak.

Karena itu, Eduardo Saverin, pendiri bersama Facebook, pilih jadi penduduk tetap Singapura.

Hasilnya: Singapura menjadi negeri dengan pendapatan per kapita nomor empat di dunia: USD 133,000.

Sumber:

(1) https://taxsummaries.pwc.com/singapore/corporate/income-determination;

(2) Global Finance Magazine: 10 Richest Countries in the World

(TST/LN)

Bagaimana merek mobil listrik China dapat tumbuh secara global?

0

Berikut adalah empat rekomendasi berdasarkan keberhasilan dan kegagalan sektor ini di masa lalu.

  1. Promosikan teknologi inovatif dan kualitas produk, bukan hanya harga. Pada 2023, ekspor EV China meningkat 70 persen mencapai nilai total lebih dari US$34 miliar secara global. Hal itu sebagian didorong oleh daya saing harga mereka. Model dengan harga lebih rendah seperti BYD Yuan dan Geely Xingyue dijual dengan harga pabrik kurang dari US$20.000, jauh lebih rendah dibandingkan dengan Tesla Model 3 (hampir US$39.000).
    Jika Tesla menghadirkan cerita heroik seperti Captain America – sebuah strategi klasik “serangan dari atas” dengan masuk menggunakan harga tinggi – cerita EV China adalah kisah dongeng Cinderella yang sempurna dari “serangan dari bawah”. Merek EV China dimulai dari berbagai industri terkait, berinovasi pada teknologi inti baterai, dan membangun infrastruktur pengisian daya untuk menarik konsumen. Biaya per unit EV China tetap rendah karena berbagai faktor – mulai dari skala ekonomi hingga kontrol penuh atas rantai pasokan.

Hampir menjadi hal yang alami bagi pembuat EV China untuk terus membangun cerita itu dengan harga rendah. Namun, sejarah akan memberi peringatan terhadap jalur mudah ini. Sejak akhir 1990-an, merek-merek biaya rendah seperti Walmart sangat bergantung pada produksi di China untuk mengalahkan pesaing-pesaingnya di pasar. Mainan murah China, pakaian, dan barang-barang rumah tangga membanjiri pasar luar negeri, menghasilkan konotasi negatif terhadap istilah “made in China”.
Di luar barang konsumsi, merek elektronik konsumen seperti Haier (pemilik GE Appliances), Midea, TCL Technology, dan Xiaomi harus berjuang keras melawan stereotip ini untuk membangun kredibilitas mereka. Kabar baiknya adalah bahwa pembuat EV China telah menciptakan lini produk berkualitas tinggi. Pembuat baterai CATL, misalnya, telah mengembangkan teknologi baterai terbaru untuk EV sehingga memungkinkan mereka bermitra dengan produsen mobil global besar, termasuk Ford Motors dan Mercedes, dalam pengembangan EV mereka.

Keyakinan umum bahwa “produk yang baik menjual dirinya sendiri” telah dipatahkan dalam literatur manajemen. Meskipun konsumen luar negeri mulai mengenali kualitas tinggi produk EV China, produsen mobil harus secara proaktif melawan stereotip “impor China murah” dan membangun kebanggaan terhadap merek mobil asli mereka.

  1. Terapkan proses pembelajaran dan beradaptasi dengan pasar lokal. Keberhasilan EV China adalah kisah tentang muncul dari kompetisi lokal. Negara itu memiliki lebih dari 200 produsen EV, dengan lebih dari 110 model baru yang diharapkan diluncurkan pada 2024. Kebangkitan BYD dan Geely di panggung global adalah hasil dari persaingan sengit di pasar domestik China tempat mereka keluar sebagai pemenang. Itu berarti bahwa perusahaan-perusahaan EV China memiliki pemahaman mendalam tentang kebutuhan konsumen dan kondisi pasar.
    Selain inovasi produk, keberhasilan EV sangat bergantung pada kebijakan pemerintah dan infrastruktur. Sejak awal, Tesla sangat diuntungkan dari insentif pajak dan Proyek Rabat Kendaraan Bersih California. Untuk mengatasi kekurangan infrastruktur, Tesla telah berinvestasi besar-besaran di stasiun pengisian daya di California selain solusi pengisian daya rumah.

Untuk mendorong konsumen domestik, perusahaan EV China telah menciptakan jaringan pengisian daya yang luas, terutama di sekitar jalan tol, dan bereksperimen dengan berbagai model bisnis seperti pertukaran baterai. Namun, pembelajaran dari pasar domestik mereka mungkin tidak dapat diterapkan di luar negeri. Penyebaran EV sangat bergantung pada konteks, dan ekspansi global harus memperhatikan kekhususan lokal. Tidak mengherankan jika setiap pasar Eropa memiliki perilaku konsumen yang berbeda terkait kepemilikan dan penggunaan mobil, peraturan dan kebijakan, serta infrastruktur.

Tingginya tingkat adopsi EV di Norwegia dan Swedia, sekitar 93 persen dan 60 persen dari semua mobil baru yang terjual masing-masing, dapat dikaitkan dengan investasi besar-besaran dalam infrastruktur EV dan insentif pembelian EV. Sementara itu, Italia dan Yunani masih tertinggal. Strategi go-to-market yang distandarisasi akan gagal, sementara pendekatan pembelajaran yang gesit dapat mengungkap nuansa di setiap pasar.
Model yang dapat diterapkan dapat ditemukan dalam contoh yang lebih dekat. Pelopor ride-sharing, BlaBlaCar, telah menerapkan pendekatan yang efektif yang disebut “acqui-hiring” untuk ekspansi Eropa mereka. Sebelum memasuki pasar baru, BlaBlaCar merekrut pekerja lokal untuk bekerja di kantor pusat mereka di Paris. Ini memungkinkan mereka untuk merangkul merek dan membenamkan diri dalam budaya perusahaan. Setelah beberapa bulan, mereka kembali ke negara asal dengan otonomi penuh untuk berinteraksi dengan komunitas lokal dan membangun merek. Banyak perusahaan digital-natif telah menerapkan pendekatan serupa, termasuk Grab dan Shopee di Asia Tenggara.

Skala global berasal dari penetrasi lokal yang terakumulasi. Untuk mencapai ekspansi global, pembuat EV China harus bersabar dan menerapkan pendekatan berorientasi pelanggan domestik mereka di berbagai wilayah. Hanya dengan menghapus dan mempelajari kembali di setiap pasar mereka bisa menjadi merek internasional yang sejati.

  1. Bangun kemitraan lokal dan ekosistem. Sejak tahun 1980-an, China menyambut merek otomotif asing ke negara tersebut, dengan syarat mereka bermitra dengan perusahaan lokal. Itu telah membantu perusahaan lokal belajar dan perusahaan asing berkembang. Sekarang, dengan tarif tinggi, perusahaan China harus mempertimbangkan pendekatan serupa di luar negeri.
    Dealer lokal lebih dari sekadar saluran penjualan. Mereka adalah sumber pengetahuan penting tentang konsumen, kebijakan dan peraturan, dan yang lebih penting, komunitas lokal. Seiring dengan perhatian konsumen muda yang semakin besar terhadap dampak lingkungan mereka dan beralih ke saluran digital ketika membeli mobil, produsen EV harus mempertimbangkan dealer. Meskipun toko langsung ke konsumen dapat memberikan kendali penuh atas pengalaman pembelian, kemitraan dengan dealer dapat mempercepat adopsi.

Produsen mobil tradisional bukan hanya pesaing. Perusahaan-perusahaan seperti Volkswagen dan Stellantis telah berjuang untuk memperbarui portofolio mereka dan beralih ke EV. Untuk mempercepat, banyak merek telah bermitra dengan perusahaan EV China dalam teknologi baterai. Misalnya, Stellantis telah menandatangani MOU dengan CATL untuk produksi EV mereka di Eropa. Selain kemitraan jangka panjang dengan CATL, Mercedes telah mulai menggunakan baterai blade BYD dalam EV mereka. Memasuki kemitraan semacam ini dapat membantu EV China memasuki pasar global.

Produksi lokal adalah cara lain untuk terlibat dengan komunitas dan menciptakan afiliasi merek. Perusahaan EV China telah mulai membangun dan memperluas produksi di wilayah seperti Indonesia, Meksiko, dan Hongaria. Kedekatan fisik antara lokasi produksi dan pasar lokal dapat menawarkan kelincahan dan adaptabilitas, dan keterlibatan dengan pasar tenaga kerja lokal dapat lebih mempromosikan merek.

EV memerlukan ekosistem multi-lapis untuk mendukung aktivitas purna jual, mulai dari pasokan energi dan optimasi jaringan hingga teknologi dan baterai, serta layanan perangkat lunak dan komputasi awan. Khususnya, layanan awan, yang sangat penting untuk EV, tunduk pada peraturan terkait privasi data, keamanan siber, dan perlindungan data konsumen. Hal ini memerlukan perusahaan EV untuk membangun layanan awan dan pusat data regional, berpotensi dengan penyedia teknologi lokal.

Tantangan ini dapat memperlambat adopsi EV. Namun, tantangan ini juga menghadirkan peluang besar. Seperti adopsi e-commerce selama pandemi, pendatang baru dan pengecer tradisional yang berhasil mengatasi tantangan logistik jarak terakhir memenangkan pangsa pasar besar. Dalam pertempuran EV, begitu juga mereka yang dapat mengorkestrasi ekosistem EV baru.

  1. Eksperimen dengan berbagai model bisnis. Pertimbangkan model “Intel inside”. Intel telah memberikan kontribusi besar pada ruang komputasi pribadi. Kini, Nvidia sedang menempuh jalur serupa dengan chip AI dan unit pemrosesan grafis.
    Produsen EV China memiliki teknologi baterai otomotif yang canggih. NIO ET7, misalnya, memiliki jarak tempuh yang mengesankan sekitar 1.000 kilometer. Melalui kemitraan dengan merek yang sudah ada, perusahaan EV dan baterai China dapat menggunakan model “Intel inside” untuk menurunkan harga EV pasar massal.

Cobalah model langganan. Karena kekhawatiran lingkungan dan keuangan, generasi baru konsumen sedang mengevaluasi kembali kepemilikan mobil. Model langganan yang dirancang dengan baik dapat mengurangi pembayaran di muka dan meningkatkan pemanfaatan aset secara keseluruhan. Itu juga dapat menawarkan pemeliharaan yang lebih baik, masa pakai kendaraan yang lebih lama, dan daur ulang bagian kendaraan yang lebih baik di akhir masa pakai, yang dapat mengurangi jejak lingkungan total. Faktanya, banyak merek di bawah Stellantis telah bereksperimen dengan inisiatif “Free to Move” mereka.

Pemborosan lebih dari 20.000 kendaraan Tesla oleh Hertz pada 2024 – yang menyebutkan biaya pemeliharaan yang tinggi dan fluktuasi harga ritel – mempertanyakan kelayakan model penyewaan EV. Selain itu, monetisasi “mobilitas sebagai layanan” masih belum terbukti. Namun, manfaat dari strategi langganan itu tidak boleh diabaikan.

Jangan menyerah pada model baterai sebagai layanan. Penurunan Better Place telah mengecewakan pencarian teknologi pertukaran baterai. Namun, pertukaran baterai telah berhasil pada skuter listrik seperti Vespa dan Gogoro. Baru-baru ini, Nio telah menciptakan gelombang dengan model pertukaran baterai mereka di China, Asia Tenggara, dan Eropa.
Meskipun terbatas, pertukaran baterai dapat menurunkan biaya pembelian awal, mengurangi waktu pengisian daya dan menawarkan lebih banyak opsi pengisian. Dalam konteks saat ini, mungkin layak dipertimbangkan sebagai solusi sementara untuk transisi EV.

Analis menunjukkan masa depan yang tak terhindarkan tempat produsen EV China akan memasuki pasar global, berkat teknologi baterai mereka yang unggul, kontrol atas rantai pasokan, dan keunggulan biaya yang diperoleh dari skala produksi. Namun, waktu keberhasilan tidak dapat diprediksi, dan ketegangan geopolitik dan kebijakan industri dapat memperlambat pertumbuhan secara signifikan.

Karena itu, produsen EV China tidak boleh terlalu percaya diri tentang masa depan. Sebaliknya, mereka harus kembali ke awal yang sederhana dan merefleksikan jalan mereka menuju kesuksesan sejauh ini. Untuk mencapai kesuksesan global, mereka perlu fokus pada teknologi dan kualitas, mempelajari kondisi pasar, menyesuaikan penawaran mereka untuk memenuhi kebutuhan konsumen, dan membangun infrastruktur serta kemitraan lokal. Selain itu, mengorganisir nilai di tingkat ekosistem dan menjelajahi model bisnis baru dapat membantu membuka jalan.

(TST/LN)