Tuesday, April 21, 2026
HomeEconomyPaling kaya sedunia: Pemerintah Tiongkok

Paling kaya sedunia: Pemerintah Tiongkok

Tjan
Tjanhttp://www.tjansietek.com
A former licensed stock market analyst and investment advisor with 20+ years experience with M.Sc. in Finance from Leicester University; former college lecturer in English for Buddhism; a former chess instructor and competitive chess player; translator of My Sixty Memorable Games, written by Bobby Fischer, a former US citizen, a famous former world chess champion (1972-1975), into Indonesian (in 1986 for limited distribution only); currently a senior sworn translator with 44+ years' experience, a senior member of the Indonesian Translators Association; a Chinese, US and Indonesian macroeconomic and financial analyst, CEO of Center for New Indonesia (CEFNI).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments

Paling kaya sedunia: Pemerintah Tiongkok

Pada Agustus 2023, IMF menerbitkan dokumen yang berjudul “Fiscal Policy and the Government Balance Sheet in China.”

Di halaman 13 dokumen itu, Pemerintah Tiongkok tertulis memiliki kekayaan keuangan (financial aset) senilai USD 12,5 triliun (IDR 192,500 triliun, atau IDR 192,5 kuadriliun) per akhir 2019.

Lihat grafik di atas.

Angka itu setara dengan 31% gabungan kekayaan keuangan semua pemerintah di dunia. Sebagai pembandingan, angka 31% setara dengan gabungan kekayaan keuangan pemerintah-pemerintah AS (13%), Jepang (14%) dan Jerman (4%), negeri yang masing-masing punya PDB paling besar (AS), ketiga (Jepang) dan keempat terbesar (Jerman) di dunia per akhir 2019 dan juga sampai sekarang!!!

Pembandingan lain, angka 31% itu melebihi gabungan kekayaan 7 pemerintah: Jerman (4%), Norwegia (4%), Perancis (4%), Korea Selatan (3%), Kanada (3%), Australia (2%), Brazil (2%), yang berjumlah “hanya” 22%!!!

Jadi, pemerintah China adalah pemerintah yang paling kaya di dunia.

Info Tambahan:

  1. Angka USD 12,5 T belum mencakup dana jaminan sosial nasional Tiongkok yang bernilai USD 400 miliar per akhir 2019
  2. Pemerintah China juga punya cadangan valas dan tabungan sekitar 18% dari PDB China per akhir 2019.
  3. Angka-angka itu belum mencakup aset-aset fisik yang a.l. berupa 42.000 km jalan kereta api dengan kecepatan tinggi (350 km/jam) per akhir 2022 saja, yang terpanjang di dunia dan mencakup sekitar 70% dari jumlah panjang rel kereta api berkecepatan tinggi dis eluruh dunia. Angka itu akan naik menjadi 45.000 km per akhir 2023.

Selain itu, pemerintah China sudah meminjamkan uang sebanyak USD 1,5 T kepada sekitar 150 negeri yang tercakup dalam Prakarsa Sabuk dan Jalan Raya (BRI) Tiongkok, untuk aneka proyek pembangunan jalan raya, jalan tol, pelabuhan laut dan udara, pembangkit listrik dll.

PICC menjamin 4.200 proyek BRI, yang mencakup proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung (KCJB)

PICC [People’s Insurance Co. (Group) of China], salah satu perusahaan asuransi yang terbesar di Tiongkok dengan jumlah pendapatan premi sekitar USD 91,5 miliar (IDR 14.000 T) dan perusahaan yang terbesar ke-120 di dunia menurut daftar Fortune Global 500 untuk tahun 2023, menjamin 4.200 proyek BRI yang bernilai sekitar USD 1,85 T (IDR 28.000 T, atau IDR 28 kuadriliun) sd Desember 2023 (25 Desember 2023: https://sg.finance.yahoo.com/news/jakarta-bandung-high-speed-railway-050200729.html#:~:text=PICC%20has%20insured%20over%204%2).

Tjan
Tjanhttp://www.tjansietek.com
A former licensed stock market analyst and investment advisor with 20+ years experience with M.Sc. in Finance from Leicester University; former college lecturer in English for Buddhism; a former chess instructor and competitive chess player; translator of My Sixty Memorable Games, written by Bobby Fischer, a former US citizen, a famous former world chess champion (1972-1975), into Indonesian (in 1986 for limited distribution only); currently a senior sworn translator with 44+ years' experience, a senior member of the Indonesian Translators Association; a Chinese, US and Indonesian macroeconomic and financial analyst, CEO of Center for New Indonesia (CEFNI).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments