Friday, May 1, 2026
Home Blog Page 12

GDP Indonesia No.13 di Dunia pada 2028, geser Australia, Spanyol, Meksiko

0

Situs www.populationu.com memperkirakan bahwa dengan kenaikan GDP real (sesudah laju inflasi) 5%-5,4% dan 8%-8,4% secara nominal (GDP real + laju inflasi) per tahun, Indonesia akan menjadi negeri terbesar no. 13 secara GDP nominal pada akhir 2028. Peringkat itu bersyaratkan bahwa faktor-faktor lainnya, misalnya nilai tukar IDR terhadap USD, kondisi sosial, politik tetap.

Tabel di atas juga menunjukkan bahwa per akhir 2025, peringkat GDP Indonesia naik dari no. 16 menjadi no. 15 di dunia.

Perkiraan-perkiraan di atas tidak memasukkan potensi kenaikan GDP Indonesia secara real menjadi 6%-6,5% dan secara nominal 9%-9,9% per tahun dalam 3-5 tahun mendatang berkat semakin tingginya kontribusi industri manufaktur, terutama hilirisasi bahan mentah (nikel, tembaga, bauksit dll) menjadi bahan setengah jadi maupun barang jadi, ke GDP Indonesia.

Silakan baca juga: https://lijusu.com/indonesia-terkaya-no-20-di-dunia-per-akhir-2021/

(TST/LNN)

Amat Pentingnya Faktor Budaya untuk Sukses Bisnis dan Bangsa

0

No Misu: Menjadi Terbaik Kedua tidak cukup baik

Catatan: diterbitkan pertama oleh wpadmin pada 11 Mei 2020; disunting dan diterbitkan ulang oleh Tjan: 16 Juli 2023

Sukses Bisnis Jepang sebagai salah satu Contoh

Jepang menganggap kebangkitannya menjadi salah satu negeri maju yang besar berasal dari berbagai faktor internal dan eksternal. Namun, berapa banyak pun bantuan yang diperoleh orang Jepang dari teknologi luar negeri, pasar-pasar Amerika dan Eropa yang besar sekali, kaya dan terbuka serta berbagai perang oleh Amerika di Korea (1950-1953; antara Korea Selatan yang dibantu oleh AS dkk vs Korea Utara yang dibantu oleh China dan Russia) dan Vietnam (1955-1975, antara Vietnam Selatan yang dibantu oleh AS dkk dan Vietnam Utara yang dibantu oleh China dan Russia), tidak akan ada Jepang yang maju jika tidak karena sejumlah faktor budaya yang telah benar-benar menjadikan orang Jepang sebagai salah satu bangsa yang unggul.

Obsesi dengan Mutu

Satu dari berbagai faktor budaya yang menjadi salah satu pilar utama dalam struktur ekonomi yang dibangun oleh orang Jepang adalah obsesi mereka pada mutu. Dari sekitar abad ke-5 dan ke-6, ketika Jepang mulai pertama kali mengimpor teknologi keterampilan tangan dan para artisan (perajin tangan yang terampil) dari Korea dan Tiongkok, orang Jepang semakin terpapar pada berbagai seni dan keterampilan yang dibuat oleh para ahli. 

Pemagang belajar selama 10-30 Tahun

Orang Jepang juga menerapkan dan menguraikan panjang-lebar tradisi Tiongkok kuno dalam menggunakan pendekatan guru-pemagang (master-apprentice; seorang guru membimbing pemagang dalam bekerja) untuk melatih para artisan dan craftsmen (para seniman dengan keahlian teknik). Anak laki-laki, kadang-kadang dari usia tujuh atau delapan tahun, secara rutin dijadikan pemagang kepada para artisan dan craftsmen yang ahli selama 10 hingga 30 tahun. 

Standar-Standar Mutu yang Tertinggi di Dunia

Sistem itu, yang diteruskan dari generasi ke generasi, menghasilkan banyak sekali tukang kayu, pengukir, pelukis, pembuat tembikar yang ahli dan banyak artisan lainnya, sehingga secara bertahap menaikkan tingkat mutu segala sesuatu yang diproduksi di Jepang dan mengilhami orang biasa Jepang dengan apa-apa yang mungkin benar-benar telah menjadi standar-standar mutu yang tertinggi di dunia.

Ketika Jepang diindustrialisasikan (dijadikan negeri industri) untuk kali pertama antara 1870 dan 1895 serta negeri itu mulai menghasilkan produk-produk Barat, yang biasanya di bawah arahan para importir luar negeri, mereka tidak dapat menerapkan berbagai standar mutu tradisional mereka karena produk-produk tersebut masih baru bagi orang Jepang dan dibuat dengan perlengkapan yang tidak dikenal serta diproduksi secara massal.

Impor Metode Kendali Mutu yang Tinggi untuk Produk dan Jasa

Fenomena itu terulang setelah berakhirnya Perang Dunia II, namun kali itu dengan akhir yang berbeda. Pada akhir tahun 1940-an dan awal tahun 1950-an, para insinyur Jepang, yang bekerja sama dengan para penguasa pendudukan Amerika, memutuskan untuk memperkenalkan metode pengendalian mutu yang terbaru ke Jepang.

Pada 1950, W. Edward Deming, ahli kendali statistik dari Amerika Serikat, diundang untuk memberi kuliah di Jepang. Pada 1954, ia disusul oleh J.M. Juran, yang juga ahli kendali mutu dari Amerika. 

Catatan editor: karena jasa Deming, sejak 1951, Jepang sudah mengadakan program pemberian Hadiah Deming (Deming Prize) kepada individu dan perusahaan yang menerapkan Pengelolaan Mutu secara Total (TQM). Per saat ini (2023), program itu sudah menjadi salah satu yang sudah berjalan paling lama dan paling tinggi di dunia.

Penggabungan Tradisi Guru-Pemagang dengan Metode Kendali Mutu yang Impor

Selama dekade berikutnya, orang Jepang menyatukan berbagai metode kendali mutu yang mereka pelajari dari kedua orang ahli Amerika tersebut dengan pendekatan tradisi guru-pemagang untuk pelatihan dan obsesi mereka pada kerapian, presisi dan mutu, untuk merekayasa dan menghasilkan sederetan produk bermutu tinggi yang menggemparkan dunia.

  • Sumber utama: Japan’s Cultural Code Words: No Misu

Rupiah kuat ditopang Surplus Neraca Berjalan dan Neraca Pembayaran

0

(Diterbitkan kali pertama pada 1 Mei 2023; disunting pada 16 Juli 2023)

Surplus neraca dagang (trade account) Indonesia telah terjadi selama 38 bulan berturut-turut, dari Mei 2020 sd Juni 2023. Salah satu hasilnya adalah neraca berjalan atau transaksi berjalan (current account) dan neraca pembayaran (balance of payments; BoP) Indonesia juga surplus. Contoh: Surplus neraca berjalan selama Kuartal 1 2023 tercatat USD 3 miliar dan surplus neraca pembayaran USD 6,5 miliar, naik dari USD 4,7 miliar selama Kuartal 4 2022 (Publikasi Bank Indonesia No. SP-13/BKF/2023).

Lihat grafik di atas (hanya sd Maret 2023)

Grafik di atas menunjukkan bahwa surplus neraca berjalan kita terjadi secara tiba-tiba, yaitu karena melonjaknya harga komoditas ekspor kita (CPO, batubara, nikel dll) sekitar 3 bulan setelah mulainya pandemi Covid-19 pada Februari-Maret 2020 yang melanda dunia. Surplus itu mendatangkan keuntungan yang besar secara tiba-tiba (windfall) bagi para produsen maupun eksportirnya.

Definisi: Transaksi berjalan (current account) adalah gabungan neraca dagang (hasil ekspor minus impor, neraca jasa (pendapatan Indonesia dari turis asing di Indonesia dan sebaliknya: pengeluaran Indonesia oleh turis Indonesia di LN), penghasilan bersih menurut faktor (disebut juga penghasilan primer), misalnya pendapatan bunga yang diterima oleh Indonesia dari non-penduduk Indonesia minus biaya bunga yang dibayar oleh Indonesia kepada non-penduduk Indonesia; dividen yang diterima dari non-penduduk Indonesia minus dividen yang yang dibayar kepada penduduk Indonesia, dan kiriman uang (disebut juga sebagai pendapatan sekunder) yang diterima oleh Indonesia dari LN, misalnya kiriman TKI, hibah dari LN, minus kiriman oleh non-penduduk Indonesia, misalnya TKA, ke LN).

Contoh: kutipan dari laporan Bank Indonesia 23 Februari 2023 (https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_254323.aspx)

1.Transaksi berjalan kembali mencatat surplus, yang didukung oleh surplus neraca perdagangan barang yang tetap tinggi.

Transaksi berjalan kembali mencatat surplus sebesar 4,3 miliar dolar AS (1,3% dari PDB), melanjutkan capaian surplus pada triwulan sebelumnya sebesar 4,5 miliar dolar AS (1,3% dari PDB). Kinerja transaksi berjalan tersebut bersumber dari:

  • surplus neraca perdagangan nonmigas yang terjaga, didukung oleh harga komoditas ekspor yang tetap tinggi. Selain itu, defisit neraca perdagangan migas menurun seiring dengan tren penurunan harga minyak dunia, di tengah kecenderungan peningkatan kebutuhan bahan bakar pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

Kesimpulan pada saat ini:

(i)Harga dan volume komoditas ekspor kita, terutama CPO, batubara dan produk nikel; dan

(ii) jumlah bahan bakar impor dan tingkat harganya;

 berpengaruh pada neraca dagang.

Lihat grafik penurunan harga minyak WTI sejak Kuartal Ke-4 2022 sd 15 Juli 2023 di bawah ini (Sumber: www.tradingeconomics.com)

Sebaliknya, harga CPO sangat turun-naik:

Harga batubara cenderung turun sejak Kuartal 4 2022:

2. Defisit neraca jasa membaik

Keadaan itu ditopang kenaikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebagai dampak positif penyelenggaraan berbagai event internasional selama periode laporan dan pola musiman akhir tahun.

Kesimpulan: jumlah wisatawan asing (wisman), lama tinggal dan jumlah pengeluaran mereka selama di Indonesia berpengaruh pada transaksi berjalan. Selain itu, uang jasa yang dibayar oleh sektor pemerintahan maupun swasta Indonesia kepada para konsultan asing juga berpengaruh pada neraca berjalan.

Contoh pendapatan dari wisman (Tourism Revenues) selama Kuartal 1 2023 (USD 2,824 miliar):

  • Defisit neraca pendapatan primer meningkat, dipengaruhi oleh pembayaran imbal hasil investasi kepada investor asing yang meningkat sejalan dengan siklus bisnis dan tren kenaikan suku bunga.

Kesimpulan: biaya bunga utang LN Indonesia, yang dalam hal obligasi bergantung pada besaran imbal-hasil (yield). Sebagai informasi, hampir 90% utang LN pemerintah berbentuk obligasi.

  • Surplus transaksi berjalan juga ditopang oleh peningkatan surplus neraca pendapatan sekunder bersumber dari kenaikan penerimaan hibah Pemerintah.

Kesimpulan: hibah dari LN-pun memengaruhi transaksi berjalan kita.

Catatan: Transaksi berjalan adalah salah satu faktor yang paling dipantau oleh pelaku usaha dalam dan luar negeri karena terkait erat dengan naik-turunnya nilai tukar IDR terhadap USD dll.

3. Surplus Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)

NP (balance of payments; BoP) terdiri atas:

  • transaksi berjalan; dan
  • Gabungan transaksi modal dan keuangan.

4. Dari kutipan yang sama seperti di atas:

  • Kinerja transaksi modal dan finansial membaik terutama ditopang oleh peningkatan investasi langsung. Transaksi modal dan finansial mencatat perbaikan dari defisit 5,5 miliar dolar AS (1,6% dari PDB) pada triwulan III 2022 menjadi defisit 0,4 miliar dolar AS (0,1% dari PDB) pada triwulan IV 2022. Kinerja positif ini terutama ditopang oleh investasi langsung (bagian dari transaksi modal) yang membukukan peningkatan surplus sejalan dengan optimisme investor terhadap prospek perbaikan ekonomi dan iklim investasi domestik yang terjaga. Tekanan aliran keluar (bagian dari transaksi modal) neto investasi portofolio juga mulai berkurang seiring dengan arus masuk di pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik yang mulai berlangsung sejak pertengahan triwulan IV 2022. Selain itu, transaksi investasi lainnya mengalami penurunan defisit antara lain disebabkan oleh penarikan penempatan swasta di tengah peningkatan kewajiban pembayaran utang luar negeri (bagian dari transaksi keuangan).
  • Catatan: Siaran pers Bank Indonesia pada 23 Mei 2023 mengumumkan bahwa surplus BoP Indonesia naik dari USD 4,7 miliar selama Kuartal 4 2022 menjadi USD 6,5 miliar selama Kuartal 1 2023 karena berlanjutnya surplus neraca berjalan dan surplus neraca modal serta keuangan (No.25/138/Dekom) 

Kesimpulan:

  • investasi langsung asing (FDI) dan investasi tidak langsung (portofolio: saham dan obligasi) asing; dan
  • Kewajiban pembayaran utang LN Indonesia;

 berpengaruh pada NPI.

Catatan: FDI bersifat tetap dan bukan uang panas (hot money) seperti investasi tidak langsung.

Hot money bisa langsung “kabur” begitu pemiliknya khawatir tentang nilai tukar IDR, rendahnya suku bunga di Indonesia dibandingkan dengan negeri lain, keadaan politik Indonesia, atau adanya peluang investasi portofolio (misalnya suku bunga, prospek saham) yang lebih besar di negeri pemiliknya atau negeri lain.

5. Perkembangan NPI secara keseluruhan tahun 2022 mencatat surplus, yang didorong oleh kinerja ekspor yang makin kuat sehingga menopang ketahanan sektor eksternal. Surplus transaksi berjalan tahun 2022 naik signifikan mencapai 13,2 miliar dolar AS (1,0% dari PDB) dibandingkan dengan capaian surplus tahun 2021 sebesar 3,5 miliar dolar AS (0,3% dari PDB). Kinerja tersebut terutama didukung oleh peningkatan ekspor sejalan dengan harga komoditas global yang masih tinggi dan permintaan atas komoditas Indonesia yang tetap baik, di tengah impor yang juga meningkat seiring perbaikan ekonomi domestik. Sementara itu, transaksi modal dan finansial tahun 2022 mencatat defisit 8,9 miliar dolar AS seiring dengan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. Dengan perkembangan tersebut, NPI secara keseluruhan tahun 2022 kembali membukukan surplus sebesar 4,0 miliar dolar AS, setelah pada tahun sebelumnya mencatat surplus 13,5 miliar dolar AS.

Posisi cadangan devisa yang per akhir Desember 2022 sebesar 137,2 miliar dolar AS naik menjadi USD 137,5 miliar per akhir Juni 2023, atau setara dengan pembiayaan 5,9 bulan impor dan pembayaran bunga maupun cicilan pokok utang luar negeri Indonesia, atau di atas standar minimum internasional (3 bulan) tentang kecukupan cadangan devisa sebuah negeri.

6. Perbaikan Posisi NIP

Mulai sebelum 1985, NPI defisit terus sd krisis moneter (1997-1998). Surplus NPI mulai terjadi sejak 1999-an sd sekitar 2012, lalu mulai defisit lagi sejak 2013 sd sekitar 2020. Lalu, surplus lagi sampai sekarang.

Lihat grafik NPI Indonesia secara historis:

Kesimpulan: surplus NPI itu melalui proses, yakni dari defisit yang terus berkurang, kemudian menjadi surplus.

(TST/LNN)

iklan:

Silakan kunjungi: https://www.tjansietek.com

Hasil Hilirisasi Bauksit: Indonesia Calon Produsen Alumina & Alumunium Terbesar No.2-4 di Dunia pada 2028

0

Produsen Bauksit No. 4 di Dunia

Saat ini Indonesia adalah produsen bauksit terbesar ke-4 di dunia (30 juta ton metrik= 12% produksi sedunia) setelah Australia (76,28 juta TM), China (40 juta TM) dan Brazil (34,95 TM) per tahun (data tahun 2012)

(https://www.mining-technology.com/features/featurebauxite-behemoths-the-worlds-biggest-bauxite-producers-4274090/)

Indonesia punya cadangan bauksit dalam jumlah yang sangat besar, terutama di Provinsi Kepulauan Riau,Provinsi Bangka-Belitung dan Provinsi Kalimantan Barat.

Per akhir 2022, secara jumlah cadangan, Indonesia (dengan 1 miliar TM) adalah nomor 7 di dunia setelah Guinea (7,4 m TM), Vietnam (5,8 m TM), Australia (5,1 m TM), negeri-negeri lain, Brazil dan Jamaica (www.statista.com: Countries with the largest bauxite reserves worldwide as of 2022). China nomor 8 (cuma 710 juta TM), India (660 m TM), Russia (500 m TM).

China mengimpor 110 juta TM bauksit selama 2021 saja dari banyak negeri, terutama Australia dan Guinea.

Indonesia Calon Produsen Alumina dan Aluminium Terbesar No.2-4 Sedunia pada 2028

Kapasitas produksi bauksit Indonesia sekitar 30 juta TM per tahun. Kandungan alumina di bijih bauksit sekitar 50%-70%.

Alumina disebut juga sebagai oksida aluminium (III) untuk diproses menjadi aluminium.

Jadi, jika semakin banyak pabrik alumina berdiri, Indonesia bisa memproduksi sd 20 juta TM alumina per tahun atau 14% dari total produksi alumina sedunia per tahun [setara dengan Australia saat ini, nomor 2 di dunia; China nomor 1: 76 juta TM; Brazil (3) dan India (4) masing-masing 11 juta TM dan 7,4 juta TM].

Salah satu tantangannya adalah kebutuhan SDM dan pengalaman rekayasa yang perlu waktu panjang untuk dikembangkan. Kita juga bisa belajar dari Tiongkok atau bekerja sama dengan Tiongkok sebagai salah satu batu loncatan.

Investor Alumina dari Tiongkok

Nanshan Alumunium (melalui PT Bintan Alumina Indonesia) punya smelter alumina dengan rencana kapasitas 2 juta MT per tahun [sekitar 1,5% proyeksi produksi alumina sedunia (134 juta TM) selama tahun 2023] di Indonesia. Itu di luar PT Indonesia Chemical Alumina (smelter alumina pertama di Indonesia; 0,3 juta TM per tahun; www.pt-ica.com) milik PT Inalum plus SDK dari Jepang, mitra Jepang-nya, PT Well Harvest Winning (WHW) Alumina Refinery (1 juta MT per tahun; www.whwalumina.com), dan PT Borneo Alumina Indonesia (1 juta TM per tahun), kongsi PT Inalum dan PT Antam Tbk (www.bai.id).

Tantangan investasi Pabrik Alumina

Nilai investasi per smelter alumina yang layak umumnya USD 1,2 miliar (IDR 18 T), atau 3 X nilai investasi smelter nikel dengan status yang sama. Itulah salah satu sebab hilirisasi bijih nikel bisa “ngebut” sedangkan yang bauksit lambat sekali. Sangat sedikit investor nasional yang berani melakukannya atau punya dana sebesar itu.

(TST/LNN)

Peluang Indonesia dari hilirisasi bauksit: Produsen galium nomor 2-4 di dunia pada 2045

0

Kebutuhan galium (Ga) dan sejenisnya semakin naik

Situs www.strategicmetalsinvest.com menulis sebagai berikut:

Seiring dengan terus meningkatnya ketergantungan kita pada teknologi, permintaan akan galium akan terus meningkat. Banyak produk populer dan penting yang sudah menggunakan logam yang sangat penting ini. Pada saat yang sama, teknologi baru terus dikembangkan yang membutuhkan galium, misalnya teknologi seluler 5G yang menggunakan chipset arsenida galium. Chipset itu hemat energi dan menghasilkan sedikit panas, yang berarti stasiun dasar 5G tidak membutuhkan daya atau pendingin udara sebanyak chipset silikon.

Huawei Calon Penguasa Teknologi dan Pengembangan Manfaat Galium

Seiring dengan pergeseran industri semikonduktor dari silikon ke galium, Tiongkok dan perusahaan pembuat chipnya, Huawei, sedang bersiap mengambil posisi terdepan. Mereka akan mendominasi pasar produk yang menggunakan chip berbahan galium dalam beberapa tahun ke depan.

Huawei sudah mengajukan 2.000 paten yang terkait dengan galium, lebih banyak daripada perusahaan lain mana pun (di dunia).

Kekhawatiran AS & UE tentang Pasokan Galium

Selain digunakan dalam chipset stasiun dasar 5G, nitrida galium digunakan dalam radar militer, laser, dan satelit. Hal itu menjadikannya salah satu dari 35 unsur yang dianggap sebagai kekhawatiran keamanan nasional oleh pemerintah AS dan Eropa. Dengan Tiongkok mengendalikan produksi secara besar-besaran (95%; editor lijusu.com: sesungguhnya 97%), semakin banyak kekhawatiran tentang bagaimana perusahaan-perusahaan yang berkedudukan di AS dan UE akan mendapatkan galium dalam beberapa tahun mendatang.

Diperkirakan (Sumber: Institut Fraunhofer) bahwa di Eropa sendiri pada tahun 2030, kita (orang Eropa) akan mengonsumsi galium sebanyak 7 hingga 26 kali lebih banyak daripada yang kita konsumsi saat ini.

Untuk lebih memahami konteksnya, mari kita lihat Austria, negeri dengan 9 juta orang penduduk, salah satu negeri terkecil di Eropa. Menurut Kementerian Pertanian, Wilayah, dan Pariwisata Federal Austria, Austria akan membutuhkan produksi sebanyak 4,5 lipat kebutuhan galium sedunia (!!!) (editor lijusu.com: 300 ton selama tahun 2022 saja; Harga galium murni: sekitar IDR 8 miliar/ton) untuk rencana ekspansi ke energi terbarukan.

Bayangkan berapa ratus lipat, atau berapa puluh ribu ton, atau bahkan berapa ratus ribu ton per tahun yang dibutuhkan oleh negeri sedunia di masa depan (Lihat contoh kebutuhan Austria di atas)!!! Nilainya dengan harga saat ini: antara IDR 750 T (USD 50 miliar) dan IDR 1.500 T (USD 100 miliar)!!! Di luar nilai itu adalan peran sangat pentingnya dalam produk teknologi yang canggih: panel surya, HP, komputer, laser dll Bagaimana dengan kesiapan Indonesia?

Tiongkok habiskan 25 Tahun untuk jadi Pemimpin Industri Galium

Kami sudah menyebutkan bahwa Tiongkok mendominasi pasokan dengan 95%. Tetapi di sinilah hal yang lebih menarik mengenai Tiongkok: Mereka butuh waktu satu generasi untuk menjadi pemimpin pasar yang dominan dalam galium. Walaupun AS, UE, dan negeri-negeri lain sekarang sedang mengambil tindakan untuk mengurangi ketergantungan pada Tiongkok, menciptakan sumber pasokan baru yang berkelanjutan akan membutuhkan waktu 10 hingga 15 tahun.

Yang lebih penting, dibutuhkan setidaknya 10 tahun untuk mengembangkan keahlian rekayasa dan modal manusia (SDM) yang diperlukan. Sejak akhir tahun 1980-an, SDM dan keahlian rekayasa itu telah berkurang, terutama di AS.

Untuk memberikan gambaran, Tiongkok memiliki 39 buah universitas yang telah meluluskan ratusan ribu orang insinyur dalam bidang mineral-mineral yang sangat penting, sedangkan AS hanya memiliki beberapa. Tiongkok meluluskan sekitar 200 orang ahli metalurgi setiap minggu (atau sekitar 10.000 orang per tahun) selama 30 tahun terakhir!!! AS? Mungkin hanya 200 orang per tahun!!!

Editor lijusu.com: Mayoritas orang AS tidak suka pekerjaan penambangan yang kotor, kuno, berat, sulit dll. Mereka lebih suka profesi keuangan, politik, manajemen, pasar modal, teknologi digital dan sejenisnya.

Perkiraan industri ini adalah bahwa Tiongkok sudah memiliki 400.000 orang yang bekerja di logam tanah jarang dan teknologinya dan AS hanya memiliki 400 orang!!!

Tidak diragukan lagi, Eropa, AS, dan negeri-negeri lainnya akan membutuhkan satu generasi (25 tahun) untuk mengejar ketertinggalan, jika mereka bisa mengejarnya sama sekali. Sementara itu, kita di Barat harus menunggu giliran untuk apa yang akan diekspor oleh Tiongkok setelah mereka memenuhi kuota domestik mereka.

Mengingat pentingnya galium bagi ekonomi banyak sekali negeri dan ketergantungan pasokan pada Tiongkok untuk masa depan yang dapat diperkirakan, diprediksi bahwa harga unsur langka ini akan semakin terbebani dalam beberapa tahun mendatang… dan, dengan demikian, akan naik secara besar dalam jangka menengah.

Bauksit dan seng adalah sumber bijih galium

Indonesia punya cadangan bauksit dalam jumlah yang sangat besar, terutama di Provinsi Kepulauan Riau,Provinsi Bangka-Belitung dan Provinsi Kalimantan Barat. Galium adalah salah satu produk sampingan bauksit ketika diproduksi menjadi alumunium. Galium juga produk sampingan hilirisasi bijih seng. Itulah salah satu peluang hilirisasi mineral.

Kandungan galium di bijih bauksit sedikit sekali, rata-rata 50 ppm, atau 0,05 gram/kg

Menurut “Compilation of Gallium Resource Data for Bauxite Deposits (2013), kisaran kandungan galium di bijih bauksit adalah <10 ppm sampai 812 ppm: bauksit laterit (banyak di Indonesia): <8 ppm sd 146 ppm; bauksit jenis karst: 6,3 ppm sampai 812 ppm. Jadi, potensi produksi galium Indonesia berdasarkan kapasitas produksi bauksitnya adalah antara 8 sampai 146 X 30 TM atau antara 180 TM dan 4.380 TM per tahun. Jika 180 TM per tahun (angka paling rendah) dan Tiongkok tetap dengan angka 290 TM per tahun karena mengandalkan impor bauksit san negeri-negeri lain “malas” atau tidak efisien dalam memproduksinya, Indonesia bisa menjadi produsen galium terbesar nomor 2 di dunia!!! Angka itu bertambah besar jika para ahli dan investor menemukan bauksit jenis karst dengan kandungan yang lebih tinggi daripada 8 ppm di Indonesia.

Indonesia sebaiknya serius mengembangkan produk-produk elektronik yang canggih dan memerlukan galium sehingga Indonesia bisa menjadi pesaing berat Tiongkok di masa depan.

Tantangan investasi Pabrik Alumina (Bahan Pokok Alumunium)

Nilai investasi per smelter alumina yang layak umumnya USD 1,2 miliar (IDR 18 T), atau 3 X nilai investasi smelter nikel dengan status yang sama. Itulah salah satu sebab hilirisasi bijih nikel bisa “ngebut” sedangkan yang bauksit lambat sekali. Sangat sedikit investor nasional yang berani melakukannya atau punya dana sebesar itu.

Baca juga: https://lijusu.com/china-produsen-97-galium-dan-70-jermanium-sedunia-untuk-hp-komputer-pesawat-tempur-dll/

(TST/LNN)

China produsen 97% galium dan 70% jermanium sedunia untuk HP, komputer, pesawat tempur dll

0

Ada empat bahan semikonduktor yang paling banyak dipakai: jermanium, galium, silikon dan arsenid.

Silikon adalah unsur paling berlimpah kedua yang ada di dunia setelah oksigen.

Semikonduktor adalah (1) salah satu bahan  padat yang memiliki ketahanan listrik lebih daripada konduktor [bahan yang bersifat mengantar listrik) tetapi kurang daripada insulator (pelindung) sehingga semikonduktor dapat mengantar arus listrik tidak secepat konduktor tetapitidak membatasai aliran listrik sebagaimana yang dilakukan oleh insulator]; dan (2) chip, yaitu alat elektronik sangat kecil, yang dipakai di banyak sekali alat elektronik, misalnya HP, modem, bahkan pesawat tempur.

Galium adalah salah satu logam langka yang berwarna putih perak. Nitrid galium salah satu bahan semikonduktor  generasi ketiga yang paling banyak digunakan di base station generasi kelima (5G) (base station: alat pemancar dan penerima untuk jarak pendek yang menghubungkan HP, komputer atau alat nirkabel lain ke sebuah hub pusat dan memungkinkan hubungan ke sebuah jaringan kerja), stasiun pengisian kendaraan, dan alat elektronik konsumen. Ia memiliki kemampuan frekuensi tinggi, efisiensi tinggi, dan daya tinggi. Tahun lalu, diproduksi sebanyak 300 ton di seluruh dunia, dengan China menyumbang 290 ton (atau sekitar 97%)!!!

Jermanium adalah salah satu semikonduktor yang sangat baik, sebagian besar digunakan di chip, pengukuran dan pengendalian dirgantara, detektor fisika nuklir, komunikasi lewat serat optik, optik inframerah, sel surya, katalis kimia, dan bidang biomedis.

China adalah produsen dan eksportir jermanium yang terbesar di dunia sehingga menyumbang sekitar 70 persen total produksi sedunia!!!

Produk-produk yang terkait dengan galium adalah galium nitrida, galium arsenida, indium galium arsenida, dan produk lain yang terkait dengan jermanium seperti seng jermanium fosfida, substrat pertumbuhan epitaksial jermanium, dan dioksida jermanium.

Produsen Jermanium dan Galium terbesar di Dunia ada di China

Yunnan Chihong Zinc & Germanium Co.  memiliki kapasitas produksi tahunan sekitar 60 ton produk-produk jermanium, dengan separuh pangsa pasar China dan sepertiga pangsa pasar dunia. Perusahaan tersebut telah memperluas pasarannya dan kapasitas produksinya belum mencapai kapasitas penuh.

Harga sahamnya melonjak:

Lincang Xinyuan Germanium memiliki hampir 70 persen sumber daya bijih jermanium China dan 40 persen produksi global.

Harga sahamnya melonjak sejak pembatasan ekspor jermanium oleh pemerintah China

Sumber:https://www.reuters.com/markets/companies/002428.SZ

Pembatasan Ekspor oleh Pemerintah China

Perusahaan-perusahaan galium dan jermanium yang mengekspor barang-barang itu tanpa ijin setelah 1 Agustus 2023 akan menghadapi sanksi administratif atau tanggung jawab pidana oleh Kementerian Perdagangan dan Dinas Umum Bea Cukai China.

(TST/LNN)

Enam di antara Redenominasi Mata Uang yang Terbesar dalam Sejarah

0

Definisi

Denominasi adalah nilai nominal yang tertulis di sebuah mata uang (kertas atau koin).

Redenominasi adalah penyederhanaan, penggantian, atau penetapan ulang nilai nominal sebuah mata uang (yaitu nilai yang tertulis di uang kertas atau koin yang bersangkutan) dengan mengurangi jumlah angka nol tanpa mengurangi nilai nyata mata uang itu. Redenominasi biasanya dilakukan dengan penerbitan mata uang baru dengan nilai baru yang lebih tinggi untuk menggantikan mata uang yang lama, misalnya mata uang yang bernama A menjadi bernama B, dengan ketentuan sejumlah angka nol (misalnya tiga buah: 1.000) yang tertulis di mata uang A dihapus sehingga bernilai 1 mata uang B (ditulis B 1).

Revaluasi adalah penyesuaian ke atas atau penaikan nilai tukar sebuah mata uang terhadap mata uang(-mata uang) yang lain, misalnya mata uang A itu saat ini bernilai tukar 0,001 terhadap sebuah mata uang, misalnya USD. Lalu, mata uang A direvaluasi, yaitu dinaikkan menjadi bernilai tukar 1 terhadap USD yang diperhitungkan sebagai titik awal. Lawan katanya adalah devaluasi, yaitu penurunan nilai tukar sebuah mata uang terhadap mata uang(-mata uang) yang lain.

Sejarah redenominasi

Sepanjang sejarah, banyak negeri mengalami inflasi yang parah, yang biasanya menyebabkan depresiasi mata uang lokal. Dalam beberapa kasus, jumlah nol yang sangat banyak hampir tidak cukup dimuat di uang kertas!!!

Itulah saat redenominasi dapat membantu memperbaiki situasi tersebut. Redenominasi berarti perubahan nilai nominal uang kertas dan koin. Itu adalah salah satu cara untuk mengatur sirkulasi mata uang agar orang tidak harus berurusan dengan jutaan dan miliaran dalam transaksi sehari-hari mereka.

Beberapa negeri menggunakan redenominasi, misalnya, untuk menerapkan mata uang baru seperti euro. Tetapi secara paling umum, itu adalah salah satu akibat krisis di negeri yang bersangkutan atau dunia. Mari kita bahas redenominasi yang bertujuan memangkas beberapa nol dari uang kertas.

Enam redenominasi yang paling signifikan dalam sejarah dunia:

No.1 – Jerman (Republik Weimar), 1923

Mata Uang Lama: Papiermark

Mata Uang Baru: Rentenmark (Mark Rente)

Nilai Tukar: 1.000.000.000∶1

Salah satu redenominasi yang terbesar terjadi di Jerman setelah Perang Dunia I. Sebelum tahun 1914, mata uang nasional di sana adalah Goldmark (Mark Emas) yang terikat pada standar emas. Tetapi setelah Perang Dunia I mulai, tidak ada logam mulia yang tersisa untuk mendukung mata uang tersebut. Goldmark mengalami depresiasi dan mendapatkan nama baru: Papiermark (Mark kertas). Ia didukung oleh tanah yang digunakan untuk pertanian dan bisnis.

Setelah Perang Dunia I, negeri itu harus membayar pampasan perang sesuai dengan Perjanjian Versailles. Tanpa cadangan emas atau mata uang, pemerintahnya mengeluarkan uang kertas baru tanpa batas untuk membayar utang tersebut, yang menyebabkan Papiermark runtuh.

Inflasi mencapai puncaknya sebesar 29.500% per bulan pada Oktober 1923!!! Harga-harga berlipat ganda setiap beberapa jam dan orang-orang harus membawa keranjang uang ke toko untuk membeli roti!!!

Untuk menghentikan inflasi yang meluas, pemerintah Jerman menggantikan Papiermark dengan Rentenmark pada 15 November 1923. Rentenmark didukung oleh agunan tanah dan terbatas dalam sirkulasi; redenominasi ini menghilangkan 12 nol dari nilai nominal mata uang!!!

Pada 30 Agustus 1924, Rentenmark diganti dengan Reichsmark (Mark Kerajaan) dengan nilai tukar 1:1.

Namun, inflasi yang parah itu berdampak besar pada kehidupan rakyat Jerman dan menghancurkan kepercayaan masyarakat pada sistem mata uang. Hal itu juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi bangkitnya Partai Nazi dan peristiwa-peristiwa yang menimbulkan Perang Dunia II.

No.2 – Yugoslavia, 1994

Mata Uang Lama: dinar Yugoslavia

Mata Uang Baru: dinar baru Yugoslavia

Nilai Tukar: 1.000.000∶1

Redenominasi mata uang juga terjadi di Yugoslavia pada 1994. Selama krisis inflasi yang parah pada awal 1990-an, dinar Yugoslavia mengalami depresiasi yang sangat tinggi. Pada puncaknya, inflasi mencapai 313 juta persen per bulan!!!

No.3 – Yunani, 1944

Mata Uang Lama: drakhma Yunani ke-1

Mata Uang Baru: drakhma Yunani ke-2

Nilai Tukar: 50.000.000.000∶1

 Redenominasi besar-besaran lainnya terjadi di Yunani pada 1944, tepat setelah negeri tersebut dibebaskan dari penjajah Pasukan Poros (Jerman, Italia dan Jepang; lawan mereka adalah Pasukan Sekutu (AS, Perancis, Inggris dkk). Karena hiperinflasi (yaitu inflasi di atas 500%), drakhma Yunani diredenominasi senilai 50 miliar kali!!!

Kenaikan harga yang tajam dimulai pada April 1941, ketika pasukan Jerman menyerbu Yunani. Selama periode pendudukan oleh Jerman, sebagian besar barang dari sektor pertanian, mineral, dan industri digunakan untuk mendukung Pasukan Poros dan menyediakan persediaan untuk Korps Afrika mereka. Karena itu, produk-produk tersebut dijual dengan harga sangat rendah dan nilai ekspor turun secara signifikan. Belum lagi penjarahan harta karun dan blokade oleh angkatan laut Yunani.

Dengan kenaikan-kenaikan harga, pasukan penjajah menuntut semakin banyak drakhma untuk menutupinya. Pada 1944, negeri ini menghadapi tingkat inflasi yang tertinggi: sebesar 3×1.010%, yang mengakibatkan terbitnya uang kertas 100.000.000.000 drakhma (100 miliar drakhma)!!!

Langsung setelah Pasukan Poros meninggalkan negeri ini, inflasi melambat. Drakhma lama ditukar dengan drakhma baru dengan nilai tukar 50.000.000.000 menjadi 1. Tetapi negeri ini terus menderita inflasi. Dibutuhkan beberapa tahun bagi tingkat inflasi untuk turun ke bawah 50%.

Pada Mei 1954, mata uang tersebut mengalami redenominasi lagi dengan nilai tukar 1.000:1. Pada 2001, drakhma digantikan dengan euro dengan nilai tukar 340,75 berbanding 1.

Pada 1993, denominasi baru diberlakukan dengan pemberlakuan dinar baru Yugoslavia. Namun, inflasi terus meningkat, dan pada 1 Januari 1994, dilakukan redenominasi besar-besaran dengan nilai tukar 1.000.000 dinar lama menjadi 1 dinar baru.

Redenominasi ini mengurangi tiga nol dari nilai nominal mata uang dan membantu mengatasi inflasi yang parah. Namun, inflasi yang berkepanjangan dan konflik politik di wilayah tersebut akhirnya menyebabkan pembubaran Yugoslavia pada 2003 menjadi Serbia, Montenegro, Bosnia dan Herzegovina, Korasia (yang mencakup Kosovo dan Vojvodina) dan Slovenia.

Lalu, negeri-negeri penerus Yugoslavia, misalnya Serbia dan Montenegro, menerapkan mata uang baru, misalnya dinar Serbia dan euro.

No.4 – Hongaria, 1946

Mata Uang Lama: pengő Hongaria

Mata Uang Baru: forint Hongaria

Nilai Tukar: 4×1029∶1

Redenominasi paling signifikan dalam sejarah dunia terjadi di Hongaria pada 1946, ketika pengő diubah menjadi forint dengan nilai tukar 400 oktiliun terhadap 1. Uang kertas dengan denominasi yang tertinggi pada saat itu memiliki nilai 20 oktiliun (2×1027) pengős, dan nilai tukarnya hanya $0,0435. Itu merupakan kasus inflasi berlebihan yang paling parah yang pernah tercatat sejauh ini.

Namun, ini bukan redenominasi pertama di negeri tersebut. Setelah Perang Dunia I, krona Hongaria, yang merupakan mata uang nasional saat itu, menderita inflasi yang sangat tinggi. Jadi, dengan pinjaman dari Liga Bangsa-Bangsa, pemerintah menggantinya dengan pengő dengan nilai tukar 12.500∶1. Mata uang baru tersebut dikaitkan dengan standar emas, dan untuk beberapa waktu, menjadi yang paling stabil di wilayah tersebut.

Namun, pengeluaran yang tinggi selama Perang Dunia II dan Depresi Besar pada 1930-an telah menurunkan nilai mata uang. Cadangan hampir kosong. Jadi ketika perang berakhir, inflasi yang berlebihan tidak terkendali. Pengő mengalami depresiasi sebesar 400% setiap hari dan harga meningkat lima kali setiap hari!!!

Denominasi baru milpengő (juta pengő) dan miliar-pengő (triliun pengő) dikeluarkan untuk memudahkan perhitungan. Pada Mei 1946, nilai tukar uang kertas 100 miliar-milpengő (100 kuintiliun atau 1020) hanya $0,024.

Pada 1946, adopengő (pengő pajak) diterbitkan. Awalnya, ia adalah unit akuntansi yang hanya digunakan oleh pemerintah dan bank-bank besar. Tetapi karena lebih stabil, ia menjadi alat pembayaran yang sah dan menggantikan pengő dengan nilai tukar 1:200.000.000.

Saat inflasi berlanjut, pemerintah Hongaria memutuskan untuk mengganti mata uang yang terdepresiasi dengan forint pada Agustus 1946.

Saat ini, forint Hongaria tetap menjadi mata uang nasional negeri tersebut dan dianggap relatif stabil.

No.5 – Venezuela, 2008 dan 2018

Mata Uang Lama: bolivar Venezuela ke-1 dan ke-2

Mata Uang Baru: bolivar Venezuela ke-3 dan ke-4

Nilai Tukar: 1×1012 dan 1×106∶1

Venezuela adalah salah satu contoh nyata negeri yang menderita inflasi yang sangat tinggi dan redenominasi mata uang yang berulang. Inflasi di Venezuela melonjak sejak 2013 akibat kebijakan ekonomi yang tidak tepat, krisis politik, dan masalah struktural.

Pada 2008, redenominasi pertama terjadi dengan pengenalan bolivar ke-3, menggantikan bolivar ke-2. Nilai tukar redenominasi tersebut adalah 1.000:1. Ini berarti 1.000 bolivar lama setara dengan 1 bolivar baru.

Namun, inflasi terus meningkat dan ekonomi Venezuela semakin memburuk. Pada 2018, pemerintah Venezuela melakukan redenominasi kedua dengan memberlakukan bolivar ke-4. Nilai tukar redenominasi ini adalah 100.000:1, yang berarti 100.000 bolivar ke-3 setara dengan 1 bolivar baru.

Meskipun redenominasi tersebut bertujuan untuk menyederhanakan sistem mata uang, mengurangi jumlah nol, dan mengatasi inflasi, masalah ekonomi yang mendasar tidak teratasi. Inflasi tetap tinggi, dan bolivar Venezuela mengalami depresiasi terus-menerus. Banyak orang Venezuela mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar dan mencari alternatif mata uang, misalnya dolar Amerika Serikat atau mata uang kripto.

http://www.tjansietek.com

No.6 – Zimbabwe, 2009

Mata Uang Lama: dolar Zimbabwe ke-3

Mata Uang Baru: dolar Zimbabwe ke-4

Nilai Tukar: 1×1012∶1

Zimbabwe dapat menempati peringkat ke-2 dan ke-3 dalam daftar tentang redenominasi besar-besaran yang pernah ada karena pada 2006-2009, ada tiga kasus signifikan di negeri tersebut dan empat edisi dolar lokal. Karena inflasi berlebihan yang parah, pada 2009, satu dolar Zimbabwe ke-4 setara dengan 10 septiliun (1×1025) dolar ke-1.

Dolar Zimbabwe diberlakukan ketika negeri tersebut memperoleh kemerdekaannya pada 1980. Pada saat itu, 1 ZWD bernilai 1,47 USD dalam pasar resmi. Tetapi seiring berjalannya waktu, nilainya turun dengan cepat.

Pada 2006, inflasi yang tidak dapat dipertahankan mencapai 1.730%. Awalnya, pemerintah berencana untuk memberlakukan mata uang yang benar-benar baru sebagai pengganti mata uang yang terdepresiasi. Tetapi tanpa mencapai stabilitas makroekonomi, itu tidak masuk akal. Jadi, dolar pertama hanya digantikan dengan dolar kedua dengan nilai tukar 1.000:1.

Pada awalnya, nilai tukar resmi dolar Zimbabwe ke-2 adalah 250 ZWN terhadap 1 USD. Tetapi ketika inflasi melebihi 1.000%, mencapai 30.000 ZWN terhadap 1 USD pada 2007.

Pada 2008, mata uang tersebut mengalami redenominasi lagi, dengan nilai tukar 10 miliar ZWN (dolar ke-2) terhadap 1 ZWR baru (dolar ke-3). Pada saat itu, nilai ZWN turun menjadi sekitar 688 miliar per 1 USD.

Pada November 2008, inflasi mencapai tingkat bulanan sebesar 79,6 miliar %. Jadi, pada 2009, redenominasi ketiga memotong 12 angka nol dari nilai nominal ZWR. Nilai tukarnya adalah 1 triliun (1012) ZWR terhadap 1 dolar ke-4 baru (ZWL).

Pada April 2009, pemerintah membuang Zimbabwe dollar dan melegalkan beberapa mata uang asing, misalnya rand Afrika Selatan, dolar Amerika Serikat, euro, yuan Tiongkok, dan lain-lain.

Pada 2019, Zimbabwe kembali menggunakan mata uang nasional. Pada tahun yang sama, inflasi meningkat menjadi 175%, kemudian naik menjadi 676% pada 2020 karena kekeringan dan COVID-19.

Pertanyaan: melihat contoh-contoh di atas, apakah IDR kita layak dikenakan redenominasi?

(FSSI/TST/LNN)

Re-industrialisasi adalah jalan kemakmuran Indonesia

0

Belajar dari Thailand

Thailand terkenal dengan ekspor produk pertaniannya: duren Bangkok, pepaya Bangkok dll. Tetapi, per akhir 2021, kontribusi sektor pertaniannya hanya 8,53% dari GDP-nya, di bawah kontribusi sektor logistik dan transportasi sebesar 13,4% dan komunikasi 9,8%. Mengapa demikian?

Sejak sekitar awal tahun 2000, yaitu ketika pendapatan per kepalanya (GDP per kapita) sudah mencapai USD 2.000, pemerintahnya sadar bahwa rakyat Thailand sulit mencapai GDP per kapita USD 6.000, apalagi USD 12.000 jika mengandalkan sektor pertanian. Mengapa? Karena setiap orang bisa makan produk-produk pertanian sebesar kebutuhan fisik dan kesehatannya saja, sektor pertanian biasanya perlu banyak subsidi (Contoh: Indonesia, China), penghasilan petani dan pekebun umumnya terhambat oleh luas lahan, produktivitas per pekerja rendah dibandingkan sektor industri, keuangan dll, harga produk dalam negerinya juga terhambat oleh pesaing dari produk impor dari negeri-negeri tetangganya: Vietnam dll bagi Thailand, produksinya sangat terpengaruh oleh musim dan cuaca (seperti di Indonesia, China), generasi muda yang berpendidikan tinggi maupun rendah tidak mau bekerja di kebun yang sunyi, perlu banyak kekuatan fisik dll, semakin banyak migrasi ke kota menjadikan berkurangnya jumlah pekerja di sektor pertanian dll.

Sejak tahun 2003, Thailand berfokus pada industrialisasi. GDP-nya melesat. Lihat grafik di bawah ini (dalam miliar USD).

Pembentukan modal bruto, yang penting sekali untuk industrialisasi, naik terus (secara kuartalan, dalam juta THB; kurs THB/IDR= 421,5; kurs THB/USD= 35,26):

Hasil-hasilnya antara lain:

1. Thailand memproduksi 1,4 juta mobil selama 2020 dan 1,883 juta mobil selama 2022 (Indonesia: 1,470 juta mobil) sehingga menjadi raja mobil ASEAN dan eksportir mobil terbesar di ASEAN (1,3 juta mobil; Indonesia: 250.000 mobil) selama 2020 dst. Oleh media massa LN, Thailand sering disebut sebagai “The Detroit of Southeast Asia.” Catatan: Kota Detroit, AS, adalah mantan lokasi industri mobil terbesar di dunia sebelum Toyota, Mitsubishi, Mazda dkk dari Jepang sejak tahun 1980-an plus Hyundai dkk dari Korea Selatan “menyerbu” pasar mobil AS.

Foto pabrik mobil MG di Thailand (www.mgcars.com):

(2) GDP terbesar kedua di ASEAN (sekitar USD 500 miliar) setelah Indonesia.

(3) negeri yang paling terindustrialisasi di ASEAN (yahoo.finance.com: 12 Most Advanced Countries in Asia, 20 Desember 2022).

Saat ini, sektor industri berkontribusi sekitar 34,78% pada GDP-nya (Indonesia: 19,5%) dan sektor jasanya 56,69%.

Semua itu menjadikan ekspor Thailand bernilai 2/3 dari GDP-nya!!!

Ekspor alat-alat listriknya menyumbang sekitar 15% dari jumlah nilai ekspornya per tahun (vietnam.mfa.gov.by: A brief overview of the Thai Economy).

(4) Pengangguran hanya 1,2% akhir per tahun 2022, salah satu yang paling rendah di dunia!!!

(5) GDP per kapita: USD 7.651 selama 2022, tertinggi keempat di ASEAN setelah Singapura. Brunei, dan Malaysia.

(6) Ada lebih dari 2,877 juta orang pekerja asing yang terdaftar (www.ilo.org: Triangle in ASEAN Quarterly: Briefing Note Thailand) dan lebih banyak lagi yang tidak terdaftar. Karena itu, tidak heran, Thailand adalah tujuan utama pekerja migran di ASEAN (www.academic.oup.com: Labour migration trends and policy challenges in Southeast Asia). Catatan: Jumlah penduduk Thailand: sekitar 60 juta orang saja.

Jepang, AS dll

Di Jepang, AS dan negeri-negeri lain yang sudah lama maju, hanya sekitar 1% dari jumlah tenaga kerja mereka bekerja di sektor pertanian!!! Mereka memakai segala macam teknologi untuk tingkatkan produktivitas dan mengatasi kurangnya pekerja pertanian. Khususnya di AS, kepemilikan lahan oleh setiap keluarga petani dan pekebun bisa mencapai ratusan, bahkan ribuan hektar dengan tenaga kerja 2-5 orang saja!!!

Jadi, marilah kita re-industrialisasikan Indonesia!!! Hilirisasi adalah salah satu jalan utamanya. Target: Sektor industri berkontribusi sd 30% ke GDP dalam 10 tahun ke depan.

Semoga bermanfaat.

Indonesia Calon Terkaya No. 12-13 di Dunia per akhir 2030

0

Setiap negeri punya kekayaan nasional secara bruto dan bersih. Kekayaan bersih sebuah negeri adalah gabungan nilai kekayaan bruto yang berupa tanah, saham, deposito, emas, valuta asing, pabrik, jalan raya, jalan tol, bendungan, pelabuhan laut dan udara dll milik penduduknya, yang mencakup segala kekayaan mereka yang ada di luar negeri sebagai investasi, deposito, kredit dll minus aneka kewajiban keuangannya kepada orang dan lembaga yang bukan penduduknya.

Per akhir 2021, Indonesia punya kekayaan bersih atau netto nasional sebesar USD 3,4 triliun (T) (IDR 51.000 T), atau naik sebanyak 100% dibandingkan tahun 2014 yang “baru” USD 1,7 T (IDR 25.500 T).

Catatan: Jenis-jenis kekayaan tertentu, misalnya properti (rumah, tanah, mobil, perhiasan, gedung kantor, apartemen, pabrik dsb), saham, umumnya terpengaruh oleh fluktuasi kurs USD-IDR, laju inflasi yang tinggi, jumlah investasi dari dalam dan LN, situasi politik dan sosial dll.

Contoh: (1) jika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) turun, kekayaan sebagian rumah tangga Indonesia yang memegang saham yang diperdagangkan di sana juga turun jika faktor-faktor lainnya tetap. Demikian juga jika terjadi yang sebaliknya;

(2) Jika kurs tukar USD terhadap IDR sedang naik tinggi ketika perhitungan kekayaan sedang dilakukan dalam IDR, jelas nilai kekayaan nasional Indonesia yang dinilai akan turun jika faktor-faktor lainnya tetap. Demikian juga jika terjadi yang sebaliknya.

(3) Kekayaan dalam bentuk kepemilikan tambang yang bersifat komoditi (mineral, batubara dll) rentan terhadap besaran atau volume pasokan dan permintaan, perang besar atau yang melibatkan negeri-negeri besar, misalnya Russia vs Ukrainia. Akibatnya: jika harga batubara meningkat tajam dan itu terjadi ketika kekayaan nasional Indonesia sedang dihitung sebagai bagian dari kekayaan nasional, otomatis nilai kekayaan rumah tangga yang memegang saham perusahaan tambang batubara yang diperdagangkan di BEI akan naik tajam juga jika faktor-faktor lainnya tetap. Demikian juga jika terjadi yang sebaliknya.

—Iklan–

Indonesia negeri terkaya No. 20 per akhir 2021

Credit Suisse, bank investasi Swiss yang pada awal Juni 2023 diambil-alih oleh UBS, juga bank investasi Swiss, (https://www.bloomberg.com/news/articles/2023-06-22/ubs-s-wealth-assets-could-drop-150-billion-on-cs-deal-jpm-says) menerbitkan Global Wealth Report 2022, yang mencantumkan 20 negeri terkaya di dunia per akhir 2021, yang diolah:

20. Indonesia: USD 3,4 T
19. Belgia: USD 3,44 T
18. Hong Kong SAR, China: USD 3,49 T
17. Russia: USD 3,7 T
16. Meksiko: USD 4,1 T
15. Swiss: USD 4,8 T
14. Belanda: USD 5,4 T
13. Taiwan, China: USD 5,8 T
12. Spanyol: USD 8,4 T
11. Korea Selatan: USD 10,1 T
10. Australia: USD 10,6 T
9. Italia: USD 11,5 T
8. Kanada: USD 12,3 T
7. India: USD 14,2 T
6. Perancis: USD 15,9 T
5. Inggris Raya: USD 16 T
4. Jerman: USD 17,5 T
3. Jepang: 25,6 T
2. China: USD 85 T
1. AS: USD 145 T

—-iklan—

Dari en.wikipedia:

Kekayaan Bersih Nasional Indonesia tertinggi di ASEAN dan senilai hampir 3/5 Kekayaan Bersih Negeri se-Afrika!!!

Lihat tabel di bawah ini (dalam T USD)

 World463,567100%
 Northern AmericaAmericas158,19934%
U.S.A. (1)Northern AmericaAmericas145,79331%
 EuropeEurope106,33023%
 China  (2)Eastern AsiaAsia85,10718%
 Asia-PacificAsia81,31918%
 Japan  (3)Eastern AsiaAsia25,6925,5%
 Germany  (4)Western EuropeEurope17,4893,8%
 U.K. (5)Northern EuropeEurope16,2613,5%
 India (5)Southern AsiaAsia14,2253,1%
 France (6)Western EuropeEurope15,9923,8%
 Latin AmericaAmericas12,5792,7%
 Canada (7)Northern AmericaAmericas12,3622,7%
 Italy (8)Southern EuropeEurope11,5122,5%
 Australia (9)Australia, NZOceania10,6492,3%
 South Korea (10)Eastern AsiaAsia10,1492,2%
 Spain  (11)Southern EuropeEurope8,4311,8%
 Taiwan, China (12)Eastern AsiaAsia5,8781,3%
 AfricaAfrica5,8081,3%
 Netherlands (13)Western EuropeEurope5,4221,2%
 Switzerland  (14)Western EuropeEurope4,8781,1%
 Mexico (16)Northern AmericaAmericas4,1670,90%
 Russia  (17)Eastern EuropeEurope3,7890,82%
 Hong Kong , China  (18)Eastern AsiaAsia3,4920,75%
 Belgium  (19)Western EuropeEurope3,4400,74%
Indonesia (20)ASEANAsia3,4050,73%

Tabel di atas menunjukkan bahwa:

(1) Indonesia punya kekayaan nasional bersih yang terbesar, tetapi bukan kekayaan atau penghasilan per orang/kepala (GDP per kapita) yang tertinggi di ASEAN; dan

(2) kekayaan itu (USD 3,4 T) berbanding yang milik negeri se-Afrika (USD 5,8 T) adalah 58,6% atau hampir 3/5. GDP se-Afrika (jumlah penduduk: 1,436 miliar orang per 1 Juli 2023; Indonesia: sekitar 280 juta orang) diperkirakan tumbuh hanya 4,1% per tahun selama 2023-2024 (www.afdb.org). Jika GDP Indonesia tumbuh 6%-6,5% per tahun dan Afrika 4%-4,5%, dalam 12-15 tahun, GDP Indonesia bisa setara jumlah GDP negeri se-Afrika (58 negeri, yang mencakup Afrika Selatan, Mesir, Nigeria dll) jika faktor-faktor lainnya tetap!!! Itu tantangan untuk Indonesia!!!

-Iklan-

Kenaikan Fantastis Kekayaan Bersih China, yang bisa ditiru oleh Indonesia

Hasil perhitungan kekayaan nasional oleh perusahaan konsultan keuangan dll berbeda-beda. Contoh: Perusahaan konsultan Mckinsey melaporkan, yang dikutip oleh koran The Daily Mail, Inggris Raya, di edisi 25 November 2021 mereka (https://www.dailymail.co.uk/news/article-10204627/Global-wealth-trebles-20-years-China-overtakes-highest-net-worth.html), bahwa China menghasilkan kenaikan fantastis kekayaan bersih nasional mereka, yaitu dari hanya USD 7 T per akhir 2000 menjadi USD 120 T per akhir 2020, naik 16,14 lipat dalam 20 tahun saja (GDP naik rata-rata 7,5%/tahun)!!!

Jika Indonesia bisa seproduktif China, tahun emas Indonesia 2045 benar-benar terwujud!!! Lihat kenaikan kekayaan bersih nasional China 2000-2021:

Apa arti kekayaan nasional bersih itu bagi Indonesia?

  1. Mirip dengan sebuah perusahaan atau seseorang yang ingin pinjam uang dari bank dll, dengan kekayaan USD 3,4 T itu, Indonesia semakin dipercaya untuk meminjam uang dari LN karena jumlah utang LN Indonesia (sektor swasta plus pemerintah) “cuma” sekitar USD 400 miliar per akhir 2022, atau sekitar 11,76% dari USD 3,4 T itu.

Jika dalam 7 tahun ke depan kekayaan Indonesia menjadi USD 6,8 T dan jumlah utang LN Indonesia mencapai USD 600 miliar menurut proyeksi kami, utang LN itu hanya akan berkisar 8,8%. Jika itu terjadi, Indonesia akan semakin dipercaya dalam hal keuangan makro dan juga peluang investasi di Indonesia.

Dengan pertumbuhan GDP rata-rata 5% per tahun, bahkan sd 6%-6,5% jika program hilirisasi bahan tambang semakin sukses, Indonesia diperkirakan menjadi negeri terkaya nomor 12 atau 13, menggeser 6 sd 7 negeri lainnya (Belgia, Russia, Meksiko dll) per akhir 2030 karena GDP negeri-negeri itu tumbuh di bawah 5% mengingat GDP mereka bertumpu pada sektor konsumsi, kecuali Russia dan Meksiko.

Posisi 12-13 itu akan semakin cepat dicapai jika kurs IDR semakin kuat terhadap USD, misalnya 13.500/USD karena dukungan aneka faktor, yang a.l.: kenaikan cadangan devisa sd USD 250-300 miliar (sekarang baru sekitar USD 140 miliar), surplus neraca dagang yang tinggi (di atas USD 5 miliar per bulan), berjalan dan neraca pembayaran, penurunan suku bunga di AS, kenaikan suku bunga di Indonesia (yang jelas tidak disukai oleh debitur), semakin besarnya nilai PMA langsung yang jangka panjang, naiknya produktivitas tenaga kerja, semakin turunnya rasio utang LN terhadap GDP sd 30%, misalnya dengan tidak menambah utang LN..

2. Nilai kekayaan bersih, terutama yang likuid, milik sebuah negeri atau bangsa juga mencerminkan kekuatan maupun ketahanan keuangan dan ekonominya dalam berinvestasi dan menghasilkan laba serta mengatasi kesulitan ekonomi besar, misalnya pandemi, perang.

Kita sudah merasakan sendiri dan tahu tentang apa yang terjadi di Indonesia dan negeri-negeri lain: negeri dengan banyak kekayaan yang likuid, misalnya Singapura, China, Jepang, lebih mudah mengatasinya sendiri dibandingkan dengan negeri yang tanpa banyak kekayaan yang likuid, misalnya Chad, Kongo, Mozambik, Somalia, Zimbabwe di Afrika, yang tidak mampu membayar utang mereka kepada kreditur asing.

Indonesia tergolong negeri berkembang yang beruntung: pandemi usai, inflasi rendah, utang LN sekitar 40% dari GDP, punya banyak sekali infrastruktur yang panjang, besar maupun luas yang baru selesai dibangun, misalnya jalan, jalan raya, bendungan, pembangkit listrik, pelabuhan laut dan udara dll sehingga bisa tancap gas begitu pandemi usai jika faktor-faktor lain, terutama di LN, misalnya laju inflasi, daya beli rakyat negeri-negeri importir produk Indonesia, contoh sepatu, garmen, adalah seperti sebelum pandemi.

Semoga bermanfaat.

(TST/LNN)