Friday, May 1, 2026
Home Blog Page 15

Baguskah penghematan bagi Indonesia dan Negeri Lain? Sebuah paradok

0
Yield Obligasi Pemerintah Indonesia
  1. Indonesia saat ini

Indonesia sedang mengalami lima hal sekaligus: (1) semakin banyak penghematan oleh kalangan menengah dan atas plus perusahaan; (2) ketidak-pastian tentang kapan pandemi Covid-19 akan berakhir; (3) angka pengangguran yang naik; (4) jutaan UMKM sudah gugur karena kehabisan modal dll;

dan (5) perbankan yang DPK-nya naik terus tetapi kekurangan saluran yang sehat untuk dipinjamkan kecuali membeli SUN, atau meminjamkannya ke LN, yang jelas sulit.

Pertumbuhan DPK Perbankan Indonesia

Jadi, hal nomor (1), yaitu Penghematan, menimbulkan paradok, yaitu hal

nomor (5).

 

2. Langkah-Langkah Pemerintah

Untuk mempertahankan, bahkan kalau bisa, menaikkan angka pertumbuhan GDP sekaligus “membantu” perbankan, pemerintah mencoba mengatasi paradok penghematan itu dengan: meminjam banyak uang dari dalam dan luar negeri, yang merupakan topik debat harian di media massa maupun sosial tentang keuntungan dan kerugiannya plus akibatnya. Pinjaman oleh pemerintah pun menimbulkan dilema yang ditimbulkan oleh efek crowding-out di dalam negeri, yaitu pinjaman pemerintah dari perbankan, investor pasar modal dll “mendepak keluar (crowd out)” sektor swasta dari kalangan yang sama dan menyebabkan berkurangnya pasokan modal kepada sektor swasta dan juga tingginya suku bunga utang. Contoh: yield SUN/SBN RI dengan tenor 10 tahun hampir selalu di atas 6% per tahun, bahkan pernah sd 16% per tahun (lihat grafik di bawah ini) dan jika ada pelarian modal (capital flight) keluar Indonesia atau faktor luar lain maupun faktor dalam negeri.

 

Tabel Perbandingan Yield SUN Tenor 10 tahun RI dan Negeri-Negeri Sejawat

3. Akibat-Akibat Lain dari Tingginya Yield SUN Indonesia

(i) Mayoritas super para pengusaha enggan berinvestasi, apalagi dalam dalam R&D yang bersifat jangka panjang dan penuh risiko gagal; (ii) Mereka juga sulit bersaing di pasar ekspor, apalagi dengan produk dan jasa negeri lain yang bunganya jauh di bawah Indonesia,

misalnya China:

(iii) Mereka juga sulit mengembangkan usaha untuk menambah kapasitas dan menangkap peluang bisnis baru; (iv) Perbankan lebih suka membeli SUN daripada meminjamkan uang mereka kepada sektor swasta; (v) Dll.

4. Paradok Penghematan yang bikin pusing Keynes & Jepang

4.1 Keynesian Economics (Ilmu Ekonomi Keynes)

Keynes menerbitkan bukunya “The General Theory of Employment, Interest and Money” pada 1936, tempat ia mengajukan teori-teori makroekonominya, terutama tentang pentingnya peran fiskal, alias pemerintah. Untuk mengatasi pengangguran, pemerintah dianjurkan pinjam uang untuk membiayai kegiatan produktif, misalnya pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur umum: Pinjaman uang untuk membantu menaikkan pertumbuhan GDP dll. Selain itu, pemerintah sebaiknya turun tangan ketika ada masalah besar di bidang ekonomi. Perangkat teori-teori itu, yang sekarang lebih disebut sebagai Keynesian Economics,” jelas bertentangan dengan kapitalisme liberal Adam Smith.

Sumber: koleksi pribadi

Karena besar pengaruh dan manfaatnya di seluruh dunia, penerapan ilmu ekonomi Keynes itu sering disebut juga sebagai “Revolusi Keynes,” sehingga mayoritas pemerintahan di dunia, yang mencakup Indonesia, “dengan senang hati” memakainya.

Paradok Penghematan vs Hemat Pangkal kaya

Selain teori-teori di atas, Keynes mengajukan problem makroekonomi yang disebut sebagai “the paradox of thrift,” atau “paradok penghematan” yang melawan moto “Hemat Pangkal Kaya.”

4.2 Arti Paradok Penghematan
Setiap negeri, apalagi yang sedang berkembang, membutuhkan modal untuk investasi yang merupakan jalan utama untuk meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan dan GDP sehingga menjadi makmur. Investasi saat ini menentukan pertumbuhan ekonomi masa depan.

Kenaikan GDP bergantung pada empat faktor utama: (i) tabungan nasional (rumah tangga + perusahaan + pemerintah) yang bisa dipakai untuk investasi, (ii) produktivitas, (iii) surplus dagang (ekspor melebihi impor) dan investasi langsung asing (FDI).

Tabungan merupakan salah satu hasil penghematan. Semakin banyak tabungan, semakin banyak modal yang tersedia untuk investasi. Nenek moyang kita meringkasnya sebagai berikut :”Hemat pangkal kaya.” Tetapi, penghematan sebuah bangsa atau wilayah secara besar-besaran menimbulkan masalah: berkurangnya kegiatan ekonomi & investasi serta mandegnya pertumbuhan ekonomi setempat. Itulah paradok penghematan dalam ekonomi makro.

Catatan: Penghematan seorang individu atau perusahaan biasanya menguntungkan individu atau perusahaan itu karena mereka akan kaya, yaitu bukti bahwa “hemat pangkal kaya.Jika hasil penghematan itu ditabung di bank setempat dengan mendapatkan bunga, bank itu akan meminjamkan uang itu kepada individu dan/atau perusahaan lain. Tetapi, jika mayoritas individu dan perusahaan di negeri atau wilayah setempat menghemat dan sedikit sekali investasi oleh pihak lokal maupun PMA, ekonomi setempat akan mandeg.

Akibat-akibat penghematan oleh sebuah negeri:

1. GDP-nya bisa mandeg atau hanya tumbuh sedikit setiap tahun;

2. Para pengusaha dalam maupun LN enggan berinvestasi;

3. Pendapatan pajak dan pendapatan lainnya oleh pemerintah juga ikut mandeg atau tumbuh sedikit per tahun padahal kebutuhan pemerintah semakin naik (untuk tambah gaji, pemeliharaan infrastruktur, bayar utang dan bunga pinjaman dsb);

4. Akibat ikutannya: rakyat semakin pesimis terhadap kemajuan negerinya dan semakin hemat dalam banyak hal;

5. Dsb.

Solusi yang umum untuk mendorong rakyat berbelanja dan para pengusaha berinvestasi:

A. oleh negeri berkembang seperti China:

1. Ekspor produk dan jasa sebanyak mungkin;

2. Surplus dagang dipakai untuk membangun infrastruktur, memperbaik pendidikan & pelayanan kepada rakyat sehingga produk dan jasanya semakin mampu bersaing di LN dan semakin banyak yang dapat diekspor;

B. oleh banyak negeri maju:

1. Menambah jumlah jaminan sosial, jaminan kesehatan, jaminan usia tua, bantuan keuangan selama pensiun dll;

2. Meminjam uang dari dalam dan LN, misalnya AS untuk tutupi defisit anggaran negara;

3. Jika kepepet, menaikkan tarif pajak, terutama tarif pajak untuk orang kaya;

4. Dsb.

Hasil-hasil yang diharapkan oleh kedua golongan negeri itu:

1. Rakyat menjadi optimis tentang masa depan mereka sehingga berani berbelanja dan mengurangi tabungan;

2. Para pengusaha dalam dan LN menambah investasi di bidang yang sedang jalan (brownfield) dan melakukan investasi di bidang-bidang yang baru (greenfield);

3. Dsb.

Akibat-akibat peminjaman uang untuk tutupi defisit negara:

1. Utang negara bertambah, misalnya AS, Inggeris,

2. Wibawa pemerintah turun di mata rakyatnya dan di LN;

3. Negerinya bisa mengalami stagflasi, yaitu gabungan kemandegan ekonomi dan inflasi tinggi;

4. Akan tiba waktunya pemerintah tidak bisa meminjam uang lagi karena kehilangan kepercayaan investor dalam dan LN;

5. Negerinya bisa pailit, misalnya Venezuela, atau gagal bayar utang, misalnya Argentina;

6. Dsb

Contoh kemandegan: Ekonomi Jepang, yang sangat makmur, sudah mandeg hampir selama 30 tahun terakhir ini karena bangsa Jepang menghemat. Selain itu, neraca dagang internasional Jepang umumnya terus surplus. Akibatnya: (1) Perbankan Jepang kebanjiran tabungan sehingga mereka meminjamkannya ke luar negeri dengan membeli obligasi atau memberikan kredit; (2) Perusahaan-perusahaan Jepang juga memegang banyak sekali cash.

Perusahaan-perusahaan Tbk Jepang tercatat juga memegang banyak sekali cash, sejumlah USD 2,47 triliun per akhir 2019 (Reuters, 21 Mei 2020);

(3) Akibat ikutannya: suku bunga deposito di Jepang sudah nol atau bahkan minus sejak tengah tahun 2015!!! Pelajaran: ekonomi negeri yang makmur dan neraca dagang internasionalnya surplus berkelanjutan, tapi rakyatnya terus menghemat sehingga semakin makmur dan perbankan kebanjiran tabungan dll, akan mandeg.

Rincian Jawaban Jerman, Singapura & China untuk Paradok Penghematan

Jerman

Jerman menjawab paradok itu dengan cara “mengekspor produk dan jasa sebanyak-banyaknya dan selalu surplus dagang” sambil rakyat mereka tetap menabung untuk terus memupuk modal dan persiapan hari tua. Selain itu, Jerman mengajarkan rakyat “ilmu membuat barang” sehingga banyak sekali produk kelas tinggi Jerman yang kesohor dan jadi impian mayoritas orang di dunia untuk memilikinya: Mercedes Benz, Audi, Porsche dsb.

Salah satu hasil lainnya, Jerman adalah negeri eksportir terbesar ketiga di dunia setelah China dan AS sehingga mengalahkan Belanda dan Jepang (https://www.worldstopexports.com/worlds-top-export-countries/).

Opini Penulis: Dari Jerman, Indonesia bisa belajar salah satu cara yang terbaik untuk tumbuh besar dan sehat plus rasio Gini yang rendah dengan cara: hidup hemat, tanpa utang luar negeri, banyak perusahaan menengah, banyak ekspor produk dan jasa teknologi (rasio ekspor terhadap GDP-nya mencapai 47,46% selama 2021; atau 29,4% secara rata-rata selama periode 1970-2021 (https://www.theglobaleconomy.com). (Baca juga Pentingnya Spesialisasi:https://www.kompasiana.com/tjansietek/5a926b7df133440ba3323532/pentingnya-spesialisasi-bagi-bangsa-perusahaan-dan-individu).

Untuk lengkapnya, silakan klik:https://lijusu.com/indonesia-sebaiknya-belajar-dari-jerman-ekspor-produk-dan-jasa-sebanyak-banyaknya-plus-selalu-surplus-dagang/

 

Di ASEAN, Singapura, yang punya hanya SDM yang andal tetapi hampir tidak punya SDA, juga menjawab dengan cara yang mirip: menabung, mengekspor dan menjadi pusat perdagangan plus keuangan Asia Tenggara. Salah satu hasilnya: Singapura adalah negeri terkaya nomor empat di dunia setelah Qatar, Macao & Luxembourg secara pendapatan per kepala (per capita income, atau per capita GDP) (https://www.worldometers.info/gdp/gdp-per-capita/). Singapura juga terkenal sebagai negeri paling bersaing nomor 5 di dunia (https://www.imd.org/centers/world-competitiveness-center/rankings/world-competitiveness/).

Di Asia Timur, China melakukan hal yang serupa dengan Jerman: menabung dan mengekspor. Salah satu hasilnya: cadangan devisa China (USD 3,2 T; terbanyak di dunia) per akhir Agustus 2021 (dan naik menjadi USD 3,426 triliun per akhir 2021, lalu turun menjadi USD 3,117 triliun per akhir November 2021). Indonesia punya USD 143 miliar per akhir Agustus 2021 (lalu turun menjadi USD 134 miliar per akhir 2021).

Khusus tentang China, FDI disambut dengan hangat, apalagi yang greenfield, alias membuka pabrik baru, bukan takeover pabrik lokal. Salah satu hasilnya: jumlah investasi langsung asing (FDI stock) di China mencapai USD 3,623 triliun (sekitar IDR 56 kuadriliun, dengan kurs USD 1= IDR 15.500), yang tidak mencakup laba ditahan dan diinvestasikan kembali oleh para pemilik PMA itu. Jumlah USD 3,623 triliun itu adalah data resmi pemerintah China per akhir 2021 (https://www.safe.gov.cn/en/2018/0928/1459.html) sedangkan lembaga-lembaga asing menyatakan “baru” USD 2,064 triliun per akhir 2021 (salah satunya:https://santandertrade.com/en/portal/establish-overseas/china/foreign-investment).
Catatan: Selain FDI, nilai investasi asing secara portofolio dalam saham dan sejenisnya plus obligasi pemerintah maupun swasta China juga besar sekali: USD 2,155 triliun (IDR 33,4 kuadriliun) per akhir 2021.
Sebagai pembanding: Di Indonesia, FDI stock USD 268,34 miliar dan nilai total investasi portofolio asing USD 269,56 miliar per akhir 2021 (https://www.bi.go.id/id/publikasi/laporan/Documents/Laporan_PIII_Tw_IV-2021.pdf). Kesimpulan: Jadi, Indonesia masih perlu tambah FDI baru sejumlah USD 434,34 miliar (atau 1,618 X yang sudah ada per akhir 2021) lagi supaya FDI stock kita setara dengan FDI stock di China secara per capita atau per orang (jumlah penduduk China = 5,147 x penduduk Indonesia). Tentu itu pekerjaan bareng pemerintah dan rakyat , yang mencakup para pengusaha, atau Indonesia Inc.
FDI sebaiknya ditugaskan mengekspor produk-produk mereka ke seluruh dunia dan membawa masuk hasilnya ke Indonesia sesudah dipotong pembayaran bunga dan cicilan utang investasi mereka (jika ada)!!!


Jumlah FDI ke China semakin naik
Contoh:
(i) Selama tahun 2020 saja, jumlah FDI ke China mencapai USD 144 miliar (https://www.scmp.com/economy/china-economy/article/3118469/china-fdi-rose-record-level-2020-despite-coronavirus-fastest);
(ii) Selama tahun 2021, jumlah FDI ke China mencapai USD 180,96 miliar (www.statista.com, dikutip pada 5 Desember 2022).

Indonesia
Indonesia belum mampu menjawab paradok itu karena rasio ekspor terhadap GDP baru mencapai 21,56%, sedikit di atas rasio impor (18,86%) selama 2021 (https://www.tradingeconomics.com). Itu pun karena adanya lonjakan ekspor komiditas (CPO, batubara dll.) yang tiba-tiba selama pandemi Covid-19. Bahkan sebelum pandemi, nilai impor umumnya melebihi ekspor, apalagi ditambah dengan penambahan impor karena dan juga untuk banyaknya proyek pembangunan dan perbaikan infrastruktur di seluruh Indonesia.

Sekarang, dilema itu semakin menuntut jawaban yang segera dan tepat

Sejak pandemi di mulai pada Februari 2020, jutaan usaha kecil dan menengah tutup sehingga mayoritas makan modal mereka. Salah satu akibatnya, walaupun pandemi semakin mereda, mereka tidak punya cukup modal atau tidak punya modal sama sekali, bahkan banyak yang minus, sehingga tidak bisa langsung memulai kembali usaha mereka.

C. Solusi untuk Indonesia:

1. Lakukan kampanye khusus untuk mendorong kalangan menengah atas berbelanja, terutama segala macam produk dalam negeri.

2. Gencarkan kegiatan ekspor.

3. Berikan insentif keuangan maupun administratif yang luar biasa untuk menaikkan daya saing produk dan jasa Indonesia di LN sehingga eksportir semakin bergairah dan kompetitif.

Semoga bermanfaat.

(TST)

CPO & Turunannya adalah Industri Kini & Masa Depan Indonesia

0

Kita perlu bangga bahwa sudah beberapa tahun ini Indonesia adalah penghasil dan eksportir terbesar crude palm oil (CPO; minyak kelapa sawit kasar atau mentah) di dunia. CPO adalah penghasil besar devisa kita (naik tajam dari sekitar USD 13.5 miliar pada 2020 menjadi USD 28,52 miliar pada 2021, atau sekitar 54%). Saat ini harga CPO lumayan (sekitar USD 836/ton per 22 November 2022). Di Malaysia, biaya produksi CPO secara umum sekitar USD 1.200 per ton. Jadi, perkebunan sawit di  di sana yang kurang efisien dll merugi banyak setiap hari (per 22 November 2022). Tetapi, di Indonesia, sejumlah perkebunan sawit yang besar, efisien, dan punya pabrik CPO masih bisa untung karena biaya produksinya di bawah USD 700/ton. Saat ini, para petani kecil mendapatkan harga sekitar Rp 1.850 per kg tandan buah segar (TBS), yang melebihi biaya produksi dan pemeliharaan  pohon sawit mereka sehingga mereka happy (https://aceh.tribunnews.com/2022/11/21/harga-sawit-di-aceh-singkil-hari-ini-rp-1850kg).

Foto: Pembibitan pohon sawit di Sumatera

Energi Alkohol/ha dari Kebun Sawit 2 kali Energi Alkohol/ha Kebun Tebu, 10 kali Kedelai/ha

Pada 1983 James A. Duke, Ph.D., salah seorang profesional terkenal di Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), ditugaskan oleh Pusat Energi Pertanian Bagian Utara USDA untuk menyusun laporan perbandingan yang netral tentang 200 jenis tanaman penghasil energy terbarukan yang tumbuh di negeri-negeri berkembang (CRC Handbook of Agricultural Energy Potential of Developing Countries, 1987).

Di buku Secrets of the Soil (1998), dia memuji kelapa sawit sebagai salah satu sumber energy terbarukan organic yang paling produktif.  Berdasarkan produksi /ha, salah satu varitasnya dapat menghasilkan  energy alcohol sebanyak 2 kali energy  yang dihasilkan pohon tebu, atau 10 kali energi yang dihasilkan oleh kedelai. Sawit dapat tumbuh di tanah terdegradasi, tadah hujan, rawa dsb yang biasanya sulit ditumbuhi oleh tanaman ekonomi lainnya. Juga kebal terhadap air asin walaupun terkena

pasang surut 2 kali sehari.

10 juta ha Kebun Sawit menyerap 250 juta ton CO2/tahun

Selain itu, untuk melakukan fotosintesa, pohon sawit dapat menyerap 25 ton metrik (TM) CO2 /ha/ tahun sehingga 10 juta ha kebun sawit akan menyerap 250 juta TM CO2/tahun dari udara sekitarnya, kontribusi luar biasa besar dalam penyerapan CO2 untuk memenuhi komitmen Indonesia dalam mengurangi pemanasan sedunia.

Luas kebun sawit di Indonesia sekitar 16,38 juta ha per akhir 2021 (https://www.cnbcindonesia.com/news/20220414145945-4-331769/ternyata-ini-penguasa-sawit-di-ri-ngefek-ke-minyak-goreng).

Proses fotosintesa juga diketahui menghasilkan produk tambahan berupa  O2 yang menyejukkan lingkungan.

Tingkatkan Produksi TBS Sawit dengan Teknologi yang ramah lingkungan

Untuk meningkatkan produksi TBS sawit per ha secara intensif dan berkelanjutan, penting sekali memakai teknologi yang ramah lingkungan, misalnya dengan menyuburkan atau menyehatkan tanahnya secara alami sehingga produksi bisa naik sd 40%. Tanah yang subur dan sehat membantu menyerap banyak air hujan, mengurangi erosi dan pencucian (leaching), menurunkan suhu udara dan mencegah kebakaran. Pohon-pohon yang tumbuh di atasnya lebih tahan terhadap musim panas. Teknologi ini sudah lama tersedia di mana-mana di negeri kita.

Semoga bermanfaat.

Mau beli kebun sawit? Perhatikanlah hal-hal ini

0

Informasi Ringkas:
1. Kelas Lahan:
A: Lokasi dekat (di bawah 20 km) dari jalan besar yang ber-aspal tebal, provinsi
atau nasional; kontur lahan hampir semuanya rata; jalan-jalan di dalam kebun
keras, bagus, tertata dan terpelihara dengan baik; tersedia sungai yang cukup
besar, berair bersih dan air tersebut sepanjang tahun terbukti cukup untuk
kebutuhan pembibitan, perumahan pegawai serta operasi kebun maupun pabrik kelapa
sawit.
Contoh:

Contoh lahan Kelas A


B: Lokasi cukup jauh (20-30 km) dari jalan besar yang ber-aspal tebal, provinsi
atau nasional; kontur sebagian (+/- 50%) lahan rata dan sebagian lagi
bergelombang, sebagian (+/- 50%) berawa dengan kedalaman maksimal 1 m;
jalan-jalan di dalam kebun cukup keras, lumayan bagus, cukup tertata dan cukup
terpelihara; tersedia sungai kecil dengan air cukup bersih dan
sepanjang tahun terbukti cukup untuk pembibitan, berair cukup bersih dan harus
cukup untuk kebutuhan pembibitan, perumahan pegawai serta operasi pabrik kelapa
sawit.

C: Lokasi jauh (30-50 km) dari jalan besar yang ber-aspal tebal, provinsi atau
nasional; kontur sebagian besar (>50%) lahan bergelombang atau berbukit-bukit
kecil, sebagian besar (> 50%) berawa dengan kedalaman lebih dari 1 meter;
sebagian besar (>50%) jalan-jalan di dalam kebun tidak keras, tidak bagus, tidak
cukup tertata dan tidak cukup terpelihara; tersedia sungai kecil yang airnya
terbukti hampir-hampir tidak cukup untuk kebutuhan pembibitan, perumahan pegawai
dan kegiatan operasi kebun maupun pabrik kelapa sawit.
Contoh:


D. Lokasi sangat jauh (di atas 50 km) dari jalan besar besar yang ber-aspal
tebal, provinsi atau nasional; kontur hampir seluruh ( >70%) lahan bergelombang
dan berbukit-bukit cukup besar, hampir seluruhnya (>80%) berawa dengan kedalaman
lebih dari 1 m; hampir seluruh (>80%) jalan-jalan di dalam kebun lunak, tidak
bagus, tidak tertata dan tidak terpelihara.

2. Merek bibit dan jumlah pohon per hektar

A: Minimum bermerek Lonsum, Socfin, Marihat, SJ yang terbaik atau merek lain
yang setara, atau bahkan yang lebih baik, misalnya Bahlias, yang harus
benar-benar dibuktikan dengan sertifikat dan berasal dari sumber/agen yang resmi
dari setiap pemilik merek/perusahaan pembiak; rata-rata 129 pokok per hektar;
daun dan batangnya terlihat sehat, misalnya hijau (cukup) tua (lebih baik
berkonsultasi atau mengkaryakan para ahlinya); terpelihara, terpupuk secara
benar dan konsisten/menurut rotasi; memiliki riwayat pohon dan blok yang
lengkap; sebagian besar pohonnya berusia di bawah 10 tahun.

B. Bibit merek lain yang tidak setara dengan yang di atas; kurang dari 129 pokok
per hektar; daun dan batangnya terlihat kurang sehat; tidak terpelihara dan
tidak terpupuk secara benar serta tidak konsisten/menurut rotasi; tidak memiliki
riwayat pohon dan blok yang lengkap. Sebagian besar pohonnya berusia di atas 10
tahun.

Masalah-Masalah Umum Berinvestasi di Kebun Sawit
1. Sebagian besar investor yang berminat bisnis ini (di atas 90%) bukan
profesional bisnis ini sehingga tidak mengetahui secara persis masalah di
lapangan, misalnya status lahan apakah bersengketa dll, mutu pohon dan buahnya,
jenis pupuk yang tepat pada tahap pembibitan, TBM, TM, panen, administratif,
peraturan dll. Pengelolaan kebun sawit membutuhkan tim ahli berbagai bidang
misalnya ahli pembukaan lahan, penyiapan infrastruktur dan fasilitas,
pembibitan, pupuk, panen dll. Jadi, jangan andalkan satu atau dua orang ahli
saja sebelum membeli kebun. Teliti sebelum membeli. Juga, sebagian besar kebun
sawit memiliki plasma sehingga penelitian lapangan harus lebih dalam tentang
sertifikat, perjanjian dengan pihak inti, utang bank, mutu pohon, keadaan
infrastruktur dll.

2. Beberapa orang investor membeli kebun yang lahannya dalam sengketa baik
dengan penduduk pemilik, perusahaan kebun tetangga maupun pihak lain, walaupun
lahan tersebut dan kebunnya telah memiliki sertifikat maupun perijinan yang
diperlukan. Investor yang ingin membeli lahan kosong dengan hanya memiliki ijin
bupati setempat dll harus lebih hati-hati karena banyak lahan “tidur” ketika
tidak ada investor yang membelinya. Lalu, lahan itu “bergejolak” ketika investor
membelinya.

3. Sekarang ini hampir 98% pemilik kebun yang Kelas A tidak ingin menjualnya
karena sedang untung besar. kalau perlu dana, setiap bank segera memberikannya.
Jadi, harganya tentu mahal sekali apalagi harga CPO sedang tinggi. Contoh:
Sekitar sebulan lalu, ketika harga CPO melebihi USD 1,000 per ton, harga kebun
sawit naik hampir 50% daripada harga sebelumnya.

4. Jadi, kebun yang sedang ditawarkan untuk dijual sekarang ini biasanya Kelas B
dan di bawahnya sehingga investor harus benar-benar teliti. Caranya:
Berpahit-pahit dahulu daripada menangis kemudian. Perencanaan yang matang sama
dengan telah menang perang sebagian. Tahap-tahapnya: Sediakan dana yang cukup
sesuai target, bentuk tim ahli berbagai bidang yang jujur, benar-benar
berpengalaman di lapangan, tahu segala macam peraturan dan persyaratan yang
mengikat bisnis ini, cari lahan dan teliti segala sesuatunya dengan mendalam
sebelum membeli.

Kendala umum: pemilik lahan yang bersangkutan biasanya ingin cepat-cepat
bertransaksi, baik dengan cara memberikan batas waktu yang pendek sekali,
peringatan dll. Jangan terpengaruh. Luas kebun sawit biasanya ribuan bahkan
puluhan ribu hektar dan seringkali berada di beberapa desa atau kecamatan,
kabupaten dll. Jadi, tidak wajar kalau calon penjual memaksa transaksi segera.
 

Semoga bermanfaat.

Hasil tanaman ini bikin emak-emak ngantri berjam-jam

0

Awal Tahun 2022 media sosial dan televisi nasional rame-rame memberitakan kelangkaan minyak goreng. Kelangkaan ini menyebabkan harga minyak goreng tembus Rp 26.800 s/d 30.000 per kg.

Kompas.com memberitakan banyak emak meninggal saat antri minyak goreng. Suara.com “Viral! Lautan Emak-emak, antre minyak goreng bak Konser, Publik Ngeri. Harian Terbit “Ironi Emak-emak Meninggal saat Antre Minyak Goreng.

Kenaikan harga minyak goreng dipicu kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) saat itu di pasar International.

Data BPS mencatat produksi CPO 30,504 juta ton ditanam pada areal seluas 8,574 juta ha (data tahun 2021).

Kita memiliki perkebunan sawit yang terluas di dunia!!!

Jadi, sangat miris kita membaca dan mendengar berita-berita di atas.

Mengutip artikel Hukum Online.com pada 26 April 2022. dalam Perkara Migor, KPK dorong perbaikan tata kelola CPO dan produk turunan dengan memadukan melaluinya Sistem Nasional Neraca Komoditas (SNANK). Data berbasis tehnologi informasi yang melibatkan semua pemangku kepentingan itu memadukan penawaran dan permintaan barang yang diperdagangan untuk kebutuhan masyarakat dan industri di dalam negeri.

Tentang Produksi CPO

Minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dihasilkan dari pengolahan tanda buah segar (TBS) pohon sawit {Elaeis  guineensis}, yang  awalnya dikenal sebagai tanaman liar di Afrika Barat. Di Indonesia pertama kali diperkenalkan oleh orang Belanda pada 1848 {ditanam di Kebun Raya Bogor). Dari sanalah asal mula bibit sawit dikembangkan dan ditanam di Indonesia. Pohon sawit di Kebun Raya Bogor itu berasal dari Afrika dan yang tertua di Asia Tenggara!!!

Kebun sawit

Satu kilogram TBS dapat menghasilkan CPO berkisar 15 -23 % . Kisaran persentase itu bergantung pada disiplin pelaksana lapangan menjalankan standar panen dan TBS  yang dipanen.

Mengingat proses untuk menghasilkan CPO, dari proses penanaman sampai diolah menjadi CPO di pabrik kelapa sawit (PKS), melibatkan jutaan orang tenaga kerj dan secara manual. Secara ekonomi, anggota tenaga kerja itu adalah sebagian dari masyarakat miskin di negeri kita yang tercinta ini. Mereka juga membutuhkan minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan sehari harinya.

Semogga bermanfaat.

Saya gagal kuasai bahasa Inggris

0

Saya anak pertama dari seorang Guru SD di daerah Curup, Bengkulu, Sumatera. Keinginan belajar bahasa Inggris tumbuh dari kesukaan saya mendengar siaran berita Radio BBC. Dalam benak saya saat itu adalah alangkah bahagianya kalau saya bisa seperti mereka.

Keinginan itulah yang mendorong saya mendapatkan buku-buku  bahasa Inggris secara gratis (maklum kondisi ekonomi keluargaku sangat kurang). Di tahun 1980-an, saat itu yang hanya bisa saya lakukan adalah menulis surat ke  Kedutaan Besar Inggris dan Australia  untuk minta buku-buku bahasa Inggris secara gratis. Buku pertama yang saya terima adalah panduan kursus   bahasa Inggris  lewat siaran Radio Australia. Bukunya merah bergambar kanguru. Gembira sekali saya menerimanya.

Buku itu mendorong saya untuk kursus,  tapi hanya bertahan 2 bulan, atau 16 kali pertemuan. Tempat kursusnya di ruang belajar siswa PGA, dari jam 20.00  sd jam 22.00 WIB.  Kelompok  kami maksimal 10 orang siswa dalam satu kelas. Pengajarnya guru PGA. Saya masih ingat kata-katanya “Untuk sukses, bahasa Inggris harus selalu dipraktikkan dan kamu harus berani mulai berbicara”. Kelemahan saya pada saat itu justru adalah kurang berani berbicara dan merasa minder dengan sesama siswa yang lebih cerdas plus berani berbicara di ruang kursus. Selain itu, selesai kursus, saya harus pulang dengan berjalan kaki seorang diri, kurang lebih 5 km, di malam hari.

Saya juga kesulitan membayar uang kursus dan saya putuskan mundur diri.

Ternyata kesulitan belajar bahasa Inggris yang saya alami saat itu, selain yang sudah saya ceritakan di atas, sebagiannya karena metode  pengajarannya masih  seperti pelajaran di sekolah pada saat itu: Lebih mengutamakan grammar.

Rasa takut salah berbicara itulah penyebab saya gagal kuasai bahasa Inggris secara aktif dan sekarang hanya mampu sekedarnya.

Semoga bermanfaat.

Silakan berkomentar di formulir di bawah ini.

Apa sih beda antara penerjemah dan juru bahasa?

0

Penerjemah (translator) mengalihkan teks sumber (artinya secara tertulis) menjadi teks sasaran, atau menerjemahkan sebuah kata, ungkapan, penggal kalimat, kalimat lengkap, buku, surat, atau dokumen dari sebuah bahasa (sumber) menjadi bahasa lain (sasaran).

Penerjemah dibagi menjadi dua kelompok: hukum dan umum. Penerjemah hukum disebut sebagai penerjemah tersumpah (sworn translator) dan penerjemah umum disebut sebagai penerjemah umum. Sekarang, calon penerjemah tersumpah wajib lulus Ujian Kualifikasi Penerjemah (UKP) oleh lembaga sertifikasi profesi (LSP), yang salah satu di antaranya adalah LSP Universitas Indonesia (https://ui.lspbnsp.id) dan yang kali pertama di Indonesia mengadakan UKP oleh sebuah LSP, untuk mendapatkan Sertifikat Kompetensi sebagai penerjemah dan juru bahasa tersumpah (sworn translator and interpreter). Syarat akademis: minimum memegang Diploma III (D-III). Syarat lain: silakan kunjungi website LSP UI tersebut.

Sertifikat itu diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan ditandatangani oleh ketua LSP yang bersangkutan. Setelah itu, para lulusan diangkat oleh Menteri Hukum dan HAM (MenhumHAM) melalui sebuah surat keputusan dan, berdasarkan surat tersebut, disumpah oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) sebagai penerjemah tersumpah.

Penerjemah umum tidak wajib ikut UKP, tetapi lebih baik mengikutinya untuk menambah pengalaman dll. Catatan: UKP-UKP sebelumnya dibagi menjadi dua bidang: hukum dan umum. Lulusan UKP umum mendapatkan sertifikat penerjemah umum, dengan peringkat A, B, atau C. Untuk info lebih banyak, silakan baca: https://lijusu.com/2022/11/16/profesi-apa-yang-bisa-dikerjakan-dari-rumah-ya/

Penerjemah umum biasanya menerjemahkan buku ilmiah dan umum, majalah, novel dll, yang tidak memerlukan stempel penerjemah tersumpah.

Juru bahasa (interpreter) mengalihkan secara lisan ucapan (sumber), yang bisa sebuah kata, ungkapan, penggal kalimat, kalimat lengkap, menjadi ucapan sasaran atau bahasa sandi (sign language). Seorang interpreter bisa melakukan pengalihan tersebut secara berturutan (consecutive) atau bersamaan (simultaneous) sesuai permintaan kliennya. Interpreter juga bisa memilih menjadi spesialis penjurubahasaan bersamaan (simultaneous interpreter).

Consecutive interpreter biasanya terlihat langsung atau berada diantara peserta pertemuan antara dua pihak atau lebih yang berbicara dalam bahasa-bahasa yang berbeda, secara tatap muka tentang bisnis, politik, teknologi dll. Simultaneous interpreter biasanya bekerja untuk konferensi, konvensi, rapat besar dll dan tidak terlihat atau berada di belakang layar.Catatan: Presiden Joko Widodo bebricara dalam bahasa IndonesiaP

Catatan: Presiden Joko Widodo bicara dalam bahasa Indonesia kepada Presiden Joe Biden, lalu dialihkan ke bahasa Inggris oleh interpreter beliau dan sebaliknya.

Interpreter Indonesia, di sebelah kiri Presiden Xi Jin Ping dan diapit oleh isteri beliau, Peng Li Yuan, di pertemuan G20 Bali, 15-16 November 2020:

Interpreter juga dibagi menjadi dua: tersumpah dan umum. Sworn interpreter merangkap sebagai sworn consecutive interpreter maupun simultaneous interpreter, sesuai dengan Sertifikat Kompetensinya masing-masing.

Banyak sekali buku teori, artikel ilmiah maupun umum tentang alih bahasa atau penerjemahan (translation) dan penjurubahasaan (interpreting).

Contoh Buku Praktik Penerjemahan:

Interpreter maupun translator, yang calon maupun yang praktisi, sebaiknya menjadi anggota Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) untuk belajar lebih dalam dari para senior dan pakar melalui seminar, webinar dan workshop, artikel dll, plus berjejaring secara nasional dan untuk mendapatkan relasi maupun pekerjaan. HPI (https://hpi.or.id) adalah anggota Himpunan Penerjemah Internasional (FIT): https//fit-ift.org

Tertarik pada bidang ini?

Segera daftarkan diri untuk ikut:

Semi-work Nasional Online Gabungan Pertama di Indonesia:

Untuk info lebih lengkap tentang prosedur pendaftaran, silakan kunjungi https://tjansietek.com, siapkan dokumen yang diperlukan, misalnya softcopy atau screenshot bukti transfer pembayaran investasi, atau surat undangan, kartu anggota organisasi atau Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) tertentu yang merupakan relasi BDA Group dan Translator Tjan, lalu klik: , lalu isi formulir pendaftaran itu.
Semoga bermanfaat.

Mancing ikan gurame dapet paus! Pengalaman pribadi

0

Pengalaman pribadi seorang anggota Panitia Semi-workshop Nasional Online 2022 “Praktik Penerjemahan Hukum dan Juru Bahasa Konferensi 2022”


Selasa lalu, ia men-share flyer semi-workshop itu dengan seorang teman lamanya, yang profesor di sebuah PT swasta besar dengan banyak cabang di daerah. Lalu, sang dosen meneleponnya dan bertanya “Saya ingat Bapak adalah adalah mantan penasihat investasi senior di pasar modal. Apakah bisa menjadi konsultan investasi untuk para anggota organisasi saya dan keluarga mereka? Organisasi nasional kami punya anggota hampir xxx juta orang di seluruh Indonesia. Untuk itu, apakah Bapak bisa adakan paparan lewat Zoom agar bisa dihadiri oleh sekitar xxx orang kepala cabang kami di seluruh Indonesia?”
Anggota Panitia itu langsung jawab “Pasti bisa, Prof. Kita bisa membahasnya secara lebih rinci minggu depan. Program ini bisa bersifat pertemanan juga karena organisasi Prof adalah nirlaba dan bertujuan luhur.”


Semoga bermanfaat.

Profesi apa yang bisa dikerjakan dari rumah ya?

0

Salah satu jawabannya: Penerjemah, baik yang umum maupun tersumpah.
Silakan ikuti paparan oleh Bapak Indra Listyo, Ketua Umum Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI), dan Ibu Rahmi Setiawati, Ketua Lembaga Sertifikasi Universitas Indonesia (LSP UI) yang terkait dengan profesi penerjemah, jejaring, pembelajaran dll untuk menjadi penerjemah yang profesional dan bisa bekerja dari mana pun anda berada. Juga belajar dari dua orang senior dan pakar penerjemahan hukum dan penjurubahasaan.


Segera daftarkan diri untuk ikut acara gabungan yang pertama ini di Indonesia!!!

Untuk info lebih lanjut, CV ringkas 2 orang pembicara itu dan2 orang instruktur, jawaban untuk 10 pertanyaan yang sering diajukan (FAQs), prosedur pendaftaran dll: https://www.tjansietek.com

Formulir pendaftaran:

WA Panitia sekarang juga: 0818 0741 5894.

Sedikit tentang Penerjemah Tersumpah:

  • Keistimewaan penerjemah tersumpah secara hukum:
  • 1. Menerjemahkan dokumen, misalnya dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris, terutama hukum, misalnya undang-undang, peraturan, surat keputusan, putusan pengadilan: bisnis: perijinan, MoU, kontrak, perjanjian jual-beli saham, perjanjian penyaluran (distribusi) atau keagenan; akta notaris: pendirian perusahaan, yayasan, akta perubahan, perjanjian; juga dokumen pribadi, misalnya ijasah, rapor, sertifikat, KTP, KK, KTP, plus segala macam dokumen lain untuk keperluan hukum, imigrasi, kerja, domisili, buka kantor cabang atau pabrik, daftar sekolah dan kuliah di LN dll (silakan kunjungi:https://www.tjansietek.com), lalu membubuhkan stempelnya sebagai bukti dan keabsahan hasil tejemahannya.
  • 2. Jika menerjemahkan dokumen-dokumen tersebut dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dan/atau sebaliknya, mendaftarkan dirinya di Kedutaan-Kedutaan Besar Australia, AS, Inggris, kanada, Selandia Baru dll sebagai pemberi jasa terjemahan tersumpah (sworn translation).
  • 3. Menjadi juru bahasa tersumpah (sworn interpreter) di acara-acara perundingan dan konferensi bisnis, politik dll tingkat nasional maupun inetrnasional, di pengadilan, kantor polisi, kantor imigrasi dll sesuai dengan permintaan klien.
  • 4. Dll.

Belajar Penerjemahan melalui Koreksi Terjemahan sejumlah Buku

0

Penerjemah Tersumpah Tjan Sie Tek menyediakan sejumlah koreksi tersebut di https://www.tjansietek.com/blog/

Semoga bermanfaat.

Peran Penting Penerjemah & Juru Bahasa Profesional

0

Bagi individu, masyarakat, bangsa dan dunia, penerjemah dan juru hahasa profesional adalah:
pencerah, pemersatu, pengesah, andalan, pembantu penyelesaian masalah jika ada, pendamai jika ada pertentangan, pemberi ilham dll.
Catatan: Penyunting juga berperan yang serupa dan bahkan harus lebih berkualitas daripada penerjemah

Penerjemah profesional, antara lain, tidak boleh:
Membuang satu kata dan arti pun yang ada di naskah aslinya (bahasa sumbernya);
Menerjemahkan kata, ungkapan dan kalimat dengan cara spekulasi;1
Menerjemahkan kata, ungkapan atau perkataan yang tidak benar-benar ia pahami konteksnya atau maksudnya;2
Mengarang-ngarang arti sebuah kata atau ungkapan yang sulit;
Menambahkan atau mengurangi arti sebuah kata, ungkapan atau kalimat pada bahasa sasarannya (terjemahannya);
Menyatakan dirinya sebagai penerjemah sebuah naskah atau buku hasil terjemahannya jika naskah atau buku tersebut tidak sesuai dengan ide atau maksud penulis naskah aslinya.
Untuk lebih jelas, silakan baca artikel tentang Prasyarat dan ciri-ciri penerjemah profesional

2. Contoh: Pencerah

2.1 Kami pernah menerjemahkan sebuah perjanjian bisnis, dari bahasa Indonesia ke Inggeris yang berisi kata “jaminan” oleh kedua pihak. Pihak A adalah PMA dari Australia yang dirutnya adalah orang Australia dan direkturnya adalah WNI yang pernah tinggal di Australia sekitar 12 tahun. Kami menerjemahkannya menjadi “warranty.” Pihak A menggantinya dengan kata “guarantee.” Kami minta mereka datang ke kantor kami untuk diskusi dan mereka menerima kata “warranty;”

2.2 Klien berasa tercerahkan oleh terjemahan kami

Sekitar 25 tahun tahun, seorang klien kami berkata bahwa dia mengerti bahasa Inggris sd tingkat tertentu karena dia adalah manajer ekspor di perusahaannya. Tetapi, dia dan bosnya berasa bahwa dokumen yang terjemahannya baru saja kami serahkan kepadanya berisi hal-hal penting yang membingungkan mereka. Lalu, dia membaca terjemahan kami dan langsung berkata kepada penulis “Penerjemah profesional seperti Bapak berjasa besar kepada orang-orang seperti kami. Kami berasa tercerahkan oleh terjemahan bapak. terima kasih banyak ya.” Itulah salah satu dorongan besar untuk para mitra di kantor kami untuk selalu belajar dan menerapkan life-long learning agar selalu andal bagi para klien.

2.3 Dalam perjanjian bisnis dll,  sering ada perkataan “membuat laporan setiap enam bulan.” Terjemahan kami: “make semester reports,”  bukan “make reports every six months”? “make semester reports” adalah terjemahan menurut advanced business English.

2.4 Dalam sebuah bukti transfer uang dari dua orang LN lewat bank LN kepada  sebuah perseroan terbatas (PT) Indonesia: XXX, tercantum perkataan: Payment description:  “XXX Equity Transfer”, yang kami terjemahkan menjadi “Keterangan tentang Bayaran: Pengalihan Saham XXX.” Pihak LN dan penasihat hukum mereka minta agar diterjemahkan menjadi “Pengiriman Modal XXX,” karena, menurut mereka, “transfer” berarti “pengiriman” dan “equity” berarti “modal.”
Penjelasan:

Payment description= Keterangan tentang bayaran

XXX Equity Transfer= Pengalihan Saham XXX

Tentang kata “equity:”

  1. Halaman 226 Kamus Barron’s Financial Guides (2010): arti ke-4 istilah “equity,” yaitu investments: ownership interest possessed by shareholders in a corporation— stock as opposed to bonds;

2. Halaman 127 Dictionary of Insurance and Finance Copyright (c) The Chartered Institute of Bankers (1999): arti ke-1: it refers to the ordinary share capital (risk capital) of a company. See equities.

3. Halaman 165 Merriam Webster’s Dictionary of Law (1996): arti 4(c): a risk interest or ownership right in property, specifically: the ownership interest of shareholders in a company; dan 4(d): the common stock of a corporation – compare ASSET, DEBT;

 4. Halaman 560 Black’s Law Dictionary (1999), arti ke-8: an ownership interest in property, esp. in a business; atau arti ke-9: a share in a publicly listed company;

 5. Di bidang pasar modal, kata “equity” berarti “saham.” Contoh, “equity investment” berarti “investasi saham;” “equity securities” berarti “sekuritas kepemilikan,” atau “saham;”

 6. Dalam ilmu akuntansi, keuangan dan investasi, “modal” (capital) berarti “modal sendiri (equity) ditambah dengan utang (debt);”

 7. “Equity transfer” bisa merupakan kependekan dari “equity interest transfer” yang berarti “pengalihan kepentingan atas saham.” Lihat: https://www.sec.gov/Archives/edgar/data/1048098/000119312512189459/d276748dex42.htm

Tentang kata “transfer”

  1. Halaman 778 Barron’s Financial Guides (2010):  exchange of ownership of property from one part to another;

2. Halaman 322 Dictionary of Insurance and Finance, Copyright (c) The Chartered Institute of Bankers (1999): legal movement of something (e.g., property, shares etc) from one owner to another;

 3. Halaman 500 Merriam-Webster’s Dictionary of Law: 1: conveyance of a right, title, or interest in real or personal property from one person or entity to another.

4. Di Google, silakan ketik “equity transfer agreement.” Contoh: www.lawinsider.comwww.uk.practicallaw.com.

3 Pengesah terjemahan istilah dan penyebutan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris

3.1 Penulis beberapa kali menjadi pengesah terjemahan istilah dan penyebutan yang sulit: di pengadilan ketika para pihak yang bersengketa berdebat tentang terjemahan istilah-istilah tertentu di perjanjian yang telah dibuat oleh dan antara mereka. Selama perjanjian itu berjalan lancar, mereka tidak punya masalah. Begitu salah satu di antara mereka lalai, timbullah masalah tentang arti sejumlah istilah penting yang justru menjadi soal pokok sengketa bisnis mereka. Kedua pihak setuju menunjuk saya sebagai pengesah terjemahan yang benar dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dan sebaliknya karena perjanjian mereka dwibahasa.

3.2 Tiga buah organisasi, yang bergerak di lapangan usaha yang sama, bekerja sama membentuk induk organisasi. Ketiganya berada di bawah satu regulator yang sama dan masing-masing punya mitra di luar negeri. Mereka perlu jasa penerjemah tersumpah dengan keahlian tertentu untuk membahas terjemahan puluhan istilah teknis mereka dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris untuk diperkenalkan ke luar negeri. Mereka menunjuk saya setelah mempertimbangkan sejumlah faktor. Setelah beberapa kali meeting dan menerima masukan saya, saya mengesahkan puluhan istilah teknis itu. Istilah-istilah itu langsung disetujui oleh ketiga pihak dan juga regulator mereka serta berlaku di seluruh Indonesia.

Semi-workshop di bawah akan membahas persoalan terjemahan sejumlah istilah hukum.

Untuk info lebih lanjut, silakan kunjungi www.tjansietek.com

Semoga bermanfaat.