1.1 Dimulai dengan merosotnya ketampanan atau kecantikan kita secara perlahan-lahan sehingga penampilan kita semakin tidak enak untuk dilihat oleh orang lain: rambut putih, botak, gigi tonggos, jalan bungkuk, wajah peyot, kulit keriput;
Ketika berkaca, kita sadar bahwa masa kemudaan kita sudah lewat dan harus siap-siap menghadapi segala akibat dari proses penuaan;
1.2 Organ tubuh, misalnya mata, kuping, gigi, jantung, otak, kita lemah dan akhirnya rusak;
Tubuh kita tidak mau mengikuti keinginan kita sebagaimana ketika masih muda. Contoh: tidak mampu berlari cepat dan jauh, meloncat dll; gigi kita tidak mampu lagi menggigit makanan yang keras dll.
Satu per satu gigi kita rontok (good bye) dan akhirnya kita ompong;
Berjalan pun harus dibantu tongkat atau dipegangi anak atau cucu, jika mereka bersedia;
Banyak teman kita bahkan sudah mendahului kita sehingga kita dapat kesepian.
1.3 Banyak di antara kita tidak mampu lagi mengerti jalan pikiran keturunan kita (anak, cucu, cicit dll) dan sulit saling berkomunikasi karena pikiran kita berjalan lambat, loyo, cepat lupa, telat mikir, ketinggalan informasi, gaptek dll.
Beberapa orangtua bahkan harus tinggal di rumah jompo dll karena tidak diurus lagi oleh keturunannya atau tidak sanggup tinggal bersama-sama lagi.
1.4 Beberapa lagi bahkan harus berpisah dengan harta kesayangannya karena diambil oleh keturunannya sendiri dengan paksa, bujuk-rayu maupun cara lain.
Pasangan hidup pun kadang-kadang mendahului kita sehingga kita kehilangan teman sehidup-semati tempat kita biasa curhat;
1.5 Banyak yang harus terbaring sakit, lemah dan tidak berdaya di kamar tidur, bahkan tidak bisa mandi sendiri, buang air besar dan kecil sendiri, makan dan minum sendiri, sehingga menyusahkan banyak orang lain, sampai wafat.
Banyak juga yang menimbulkan penderitaan kepada banyak keturunannya karena harus keluar-masuk rumah sakit dengan biaya tinggi, bahkan harus menjual rumah, toko, mobil dll.
6 Banyak yang sakit parah sekali sehingga para profesor pun tidak mampu menyembuhkannya dan harus pasrah sampai wafat terjadi dalam keadaan pailit, nyeri, sakit, ketakutan dll.
Dll
Kematian
2.1 Kematian tidak berarti urusan selesai jika kita bukan Arahat.
Kita harus menghadapi kematian dengan sendirian. Kematian tidak bisa disogok dengan uang ataupun emas berlian.
Tidak satu pun harta dan anggota keluarga kita bisa mendampingi atau menyelamatkan kita dari kematian.
Kematian bersifat kejam, bengis dan tidak diskriminasi, bagaikan gunung batu raksasa yang menghancurkan apa pun yang dilaluinya: semua orang, baik raja, presiden, menteri, orang kaya, miskin dsb, akan dilindasnya.
Lalu, kita harus menanggung semua akibat perbuatan kita sendiri yang dilakukan melalui pikiran, perkataan dan tubuh ketika masih hidup, berikut bunganya yang amat, amat jauh di atas bunga deposito bank maupun rentenir yang paling kejam.
Di No. 2 Jilid 7 Translation Journal (2003): An Overview of Translation in China: Practice and Theory (https://translationjournal.net/journal/24china.htm), Prof. Zhong Wei He menulis bahwa China memiliki sejarah peradaban manusia lebih daripada 5.000 tahun dan sejarah penerjemahan sekitar 3.000 tahun.
1.1 Pada jaman Dinasti Zhou (1046-256 SM), teori penerjemahan dibuat sebagai salah satu hasil komunikasi antara kekaisaran China dan negeri-negeri bawahannya. Dokumen-dokumen dari jaman itu menunjukkan bahwa penerjemahan dilakukan oleh para juru tulis pemerintah, yang terutama berurusan dengan penyampaian ideology. Dalam sebuah dokumen tertulis dari bagian akhir Dinasti Zhou, Jia Gongyan, seorang ilmuwan istana kaisar, mendefinisikan penerjemahan sebagai berikut:“ Penerjemahan adalah untuk menggantikan sebuah bahasa tertulis dengan bahasa lain tanpa mengubah artinya demi pengertian bersama.” Walaupun primitive, definisi itu membuktikan adanya teori penerjemahan di China kuno.
Teori Jia Gongyan itu merupakan salah satu tanggapan terhadap hal-hal umum yang dialami dalam penerjemahan dan juga terhadap seluk-beluk pengalaman penerjemahan dari sumber-sumber yang tertentu ke bahasa China. Teori itu juga berkembang dalam konteks tradisi sastra dan intelektual China.
1.2 Di kitab-kitab klasik China sebelum Dinasti Qin, tercatat berbagai macam kata yang berarti translator atau interpreter, misalnya sheren, fanshe.
Sejak Masuknya Ajaran Buddha
Selama Dinasti Han (206 SM-220 SM) teori penerjemahan menjadi salah satu alat untuk penyebaran pengetahuan dari luar negeri. Buddhisme mulai memasuki China menjelang pertengahan abad kesatu Masehi. Karena itu, kitab-kitab suci Buddhism yang ditulis dalam bahasa Sansekerta harus diterjemahkan ke bahasa China untuk memenuhi kebutuhan Buddhis China.
Pembabaran Agama Buddha sangat membantu kemajuan ilmu penerjemahan di China
Sebagian dari Penerjemah
An Shigao, seorang bhikshu dari Persia, menerjemahkan sutra-sutra Buddhis dari bahasa Sanseketra ke bahasa China dan sekaligus memperkenalkan astronomi India ke China.
Pada jaman yang sama, hiduplah Zhi Qian.
Prakata oleh Zhi Qian di salah satu karya Dinasti Liang merupakan salah satu pendapat tentang praktik penerjemahan. Prakata itu menceritakan kembali suatu anekdot bersejarah yang terjadi sekitar tahun 224 M, awal Jaman Tiga Kerajaan:”
Serombongan bhikshu Buddhis datang ke Wuchang. Salah seorang di antaranya, yang bernama Zhu Jiangyan, diminta menerjemahkan sebuah bacaan dari kitab suci Buddhisme. Bhikshu itu menerjemahkannya ke dalam bahasa China yang kasar. Ketika Zhi Qian mempertanyakan kurangnya keluwesan terjemahan, seorang bhikshu lain, yang bernama Wei Qi, menjawab bahwa arti yang dimaksudkan oleh Sang Buddha sebaiknya diterjemahkan dengan sederhana, tanpa kehilangan apa pun dan dengan cara yang mudah dipahami: hiasan sastra tidak perlu. Semua orang yang hadir setuju dan mengutip dua buah pepatah tradisional: Pepatah Laozi “Kata-kata yang indah tidak benar, kata-kata yang benar tidak indah” dan pepatah Konghucu “Perkataan tidak dapat sepenuhnya direkam oleh tulisan dan perkataan tidak dapat sepenuhnya mengungkapkan maksud.” Itulah direct translation, literal translation, atau word-for-word translation (terjemahan harfiah).
2.2.1.3 Dao An dan Sekolah Tinggi Penerjemahan yang pertama di China
Pada abad ke-5 Masehi, penerjemahan kitab-kitab suci Buddhisme secara resmi diselenggarakan secara besar-besaran di China. Sebuah Sekolah Tinggi Penerjemahan Negara (STPN) yang pertama di China didirikan untuk maksud itu. Seorang pejabat kekaisaran, yang bernama Dao An (314-385 M), diangkat sebagai direkturnya. Dao An mendukung penerjemahan harfiah yang ketat untuk kitab-kitab suci Buddhisme karena ia sendiri tidak tahu apa pun tentang bahasa Sansekerta.
Di Wikipedia: Dao An disebutkan mencela para penerjemah lain karena menghilangkan kata dan perkataan dalam terjemahan mereka sehingga ia pun bertanya:” Bagaimana perasaan mereka jika seorang penerjemah memotong bagian-bagian yang membosankan dari karya-karya klasik seperti Shi Jing atau Karya Klasik tentang Sejarah?”
Dao An menguraikan kesulitan penerjemahan dengan teorinya, Tiga Kesulitan, yaitu:
Menyampaikan Ajaran Buddha kepada para pendengar yang berbeda dari para pendengar yang Sang Buddha ceramahi;
Menerjemahkan perkataan seorang suciwan; dan
Menerjemahkan teks-teks yang telah dengan susah-payah disusun oleh banyak generasi murid Sang Buddha.
Dia pun mengundang Kumarajiva (350-410), bhikshu India kelahiran Kasmir yang termasyur, untuk mengurus penerjemahan kitab-kitab itu di sekolah tinggi itu.
Setelah melakukan riset naskah yang mendalam terhadap terjemahan sutra-sutra Sansekerta yang sebelumnya, Kumarajiva melakukan reformasi besar terhadap prinsip-prinsip dan cara-cara penerjemahan sutra-sutra itu. Ia menekankan ketepatan terjemahan sehingga ia menerapkan salah satu pendekatan penerjemahan bebas untuk menerjemahkan inti sesungguhnya sutra-sutra Sansekerta. Ia adalah orang pertama dalam sejarah penerjemahan yang menyarankan agar penerjemah membubuhkan nama-nama mereka ke karya terjemahan masing-masing!!!
Di Wikipedia ada cerita sebagai berikut: suatu hari Kumarajiva mencela muridnya, Sengrui, karena menerjemahkan sebuah ungkapan bahasa Sansekerta ke bahasa China yang berarti “surga melihat manusia dan kedua-duanya saling melihat.” Kumarajiva berasa bahwa sebaiknya ditulis sebagai “manusia dan surga berhubungan, kedua-duanya dapat saling melihat,” yang menurutnya lebih bersifat perumpamaan walaupun perkataan “surga melihat manusia dan manusia melihat surga” sudah benar-benar bersifat perumpamaan.
Dalam cerita yang lain, Kumarajiva membahas penerjemahan kalimat/syair perlindungan (mantra) pada akhir sutra. Di naskah sumbernya, yaitu bahasa Sansekerta, ada perhatian pada estetika, tetapi rasa keindahan dan bentuk sastranya (yang bergantung pada makna-makna khusus bahasa Sansekerta) hilang dalam terjemahan bahasa China-nya. Kejadiannya bagaikan kita mengunyah total nasi dan memberikannya sebagai makanan kepada orang lain.
2.2.1.3 Huiyuan (334-416 M)
Dia menerapkan teori jalan tengah dalam penerjemahan, dengan arti positif. Teorinya merupakan salah satu sintesa yang menghindarkan keekstriman keindahan dan kesederhanaan. Jika menerapkan penerjemahan yang indah, “bahasanya akan keluar dari arti” naskah sumber. “Jika penerjemahan sederhana, “pikiran di naskah sumber melebihi perkataan.” Bagi Huiyuan, “perkataan sebaiknya tidak merusakkan arti.” Penerjemah yang baik sebaiknya “berjuang mempertahankan keaslian naskah sumber.”
2.2.1.4 Sengrui (371-438 M)
Sengrui menyelidiki masalah-masalah dalam penerjemahan benda. Tentu saja itu adalah salah satu urusan perhatian tradisional penting yang dasar klasiknya adalah nasihat Konghucu untuk “membetulkan nama-nama.” Itu bukan sekedar urusan akademis bagi Sengrui karena terjemahan yang buruk membahayakan Buddhisme. Sengrui meragukan pendekatan sambil lalu Kumarajiva dalam menerjemahkan nama-nama karena menganggap pendekatan itu berasal dari kurangnya pengetahuan Kumarajiva tentang tradisi China dalam menghubungkan nama dengan hal-hal yang sangat penting.
2.2.1.5 Xuanzang (600-664 M) :
Teori Xuanzhang adalah Lima Hal yang Tidak dapat diterjemahkan, atau lima keadaan ketika seseorang sebaiknya melakukan pengalihan aksara (transliterasi).
Rahasia: Dharani 陀羅尼, ujaran ritual atau jampi-jampi dalam bahasa Sansekerta, yang mencakup mantra.
Polisemi: bhaga (sebagaimana di Bhagavad Gita) 薄伽, yang berarti nyaman, sedang tumbuh dengan subur, martabat, nama, beruntung, dihargai.
Tidak ada di China: pohon jambu閻浮樹.
Penghormatan terhadap masa lalu: terjemahan untuk anuttara-samyak-sambodhi sudah ditetapkan sebagai Anouputi 阿耨菩提.
Menimbulkan rasa hormat dan kebajikan: prajna 般若 sebagai pengganti kebijaksanaan (智慧).
I Ching atau Yijing (635-713)
I Ching diketahui belajar bahasa Sansekerta dan Melayu Kuno di sebuah universitas agama Buddha di Kerajaan Sriwijaya selama 6 bulan. Ia menyebut Sriwijaya sebagai Sriboga di dalam bukunya (Account of Buddhism sent from the South Seas). Setelah itu, ia melanjutkan perjalanannya untuk berkuliah agama Buddha di Universitas Nalanda, Bihar, India, selama sekitar 11 tahun (674-685).
Dalam perjalanannya kembali ke China, ia juga melewati Selat Malaka pada 687 dan menetap kembali di Sriwijaya. Selama di sana (687-695 dikurangi masa ia kembali ke Kanton pada 689 untuk mengambil tinta dan kertas, lalu balik ke Siriwjaya pada tahun yang sama), ia berhasil menerjemahkan lebih dari 60 buah kitab suci agama Buddha, yang dibawanya dari Universitas Nalanda, ke bahasa Mandarin, yang mencakup:
Grafik di atas menunjukkan bahwa rasio kecukupan modal (CAR) perbankan Indonesia naik terus-menerus sejak 2014 dan hanya pernah anjlok di kuartal 2-3 tahun 2020 ketika pandemi Covid-19 baru mulai. Per akhir 2022, CAR perbankan Indonesia mencapai 25,67% (SPI 2022), atau hampir 2x CAR minimum sebesar 12,9% menurut Perjanjian atau Kerangka Kerja Basel III ((https://www.bis.org/basel_framwork/). Jadi, sistem perbankan Indonesia tergolong sangat sehat.
Bandingkan dengan yang di Malaysia yang baru sekitar 19% per 1 Feb 2023:
Selain CAR, rasio aset tertimbang risiko (ATMR; RWA ratio) perbankan Indonesia adalah 24,10% per akhir 2022 (SPI 2022), yang berarti bahwa modal inti (Tier 1 Capital, T1, atau equity) perbankan Indonesia sekitar 2,2x modal inti (T1) yang minimum 10,5% berdasarkan Perjanjian atau Kerangka Kerja Basel III (https://www.bis.org/basel_framwork/). (lihat juga: Terbesar di Dunia: Modal Inti, Laba & Aset Perbankan China di https://lijusu.com/terbesar-di-dunia-modal-inti-laba-aset-perbankan-china/)
Aset total sistem perbankan Indonesia (bank umum, syariah dan BPR): IDR 11.113 T
Aset total bank umum: 10.393 T
Rasio-Rasio Pengukur Kesehatan Lain Bank Umum menurut SPI 2022 per akhir 2022:
a.Biaya Operasi terhadap Pengeluaran Operasi (BOPO): 77,51%
Rasio ini menunjukkan laba bruto perbankan umum. Semakin rendah rasionya, semakin tinggi laba brutonya.
Angka 77,51% ternyata lebih rendah daripada angka Juli 2018, yaitu sekitar 2 tahun sebelum terjadinya pandemi Covid-19.
Kesimpulan: BOPO perbankan umum per akhir 2022 sedikit lebih rendah daripada BOPO per akhir Juli 2018.
b.Pinjaman terhadap Simpanan (LDR): 78,78%
Rasio ini menunjukkan bahwa perbankan umum (1) punya ruang yang cukup luas untuk menambah pasokan kredit kepada nasabah mereka sd 90%, atau sekitar IDR 700 T jika mereka menganggapnya aman; dan (2) bersikap jaga-jaga terhadap potensi kredit macet jika terjadi kenaikan suku bunga dan resesi, baik di AS maupun negeri lain.
c. Aset Cair (LAR): 14,15%
d. Imbal-hasil Aset (ROA): 2,43%
e. Pinjaman bermasalah (NPL) secara bruto: 2,44%, terendah sejak pandemi; yang tertinggi tercapai pada Mei 2021: 3,04%. Itu adalah rasio NPL terhadap jumlah kredit yang telah disalurkan per akhir 2022 (IDR 6.708 T), yang tidak mencakup pembelian surat utang negara dan sejenisnya yang dianggap aman (safe). NPL terdiri atas pinjaman/kredit yang pembayaran bunga dan/atau pengembalian pokok pinjamannya tertunggak 90 hari atau lebih atau dapat menjadi macet. Perbankan dan regulatornya di mana pun selalu berupaya menjaga agar NPL mereka tidak pernah mencapai 5% karena itu adalah lampu kuning tentang kesehatan operasional dan keuangan mereka.
IMF menganggap bahwa pinjaman yang tertunggak kurang dari 90 hari pun sebagai NPL jika ada ketidak-pastian yang tinggi mengenai pembayaran-pembayaran di hari kemudian (www.investopedia.com)
Selain itu, net interest margin perbankan Indonesia adalah 4,7% per akhir 2022, yang hampir 4X NIM perbankan Singapura yang per akhir 2021 mencapai 1,2%; per akhir 2022, naik menjadi sekitar 1,8%) karena kenaikan suku bunga) atau lebih dari 2X NIM yang China (sekitar 2,1%). Akibatnya, NIM perbankan Indonesia adalah yang tertinggi di ASEAN (https://keuangan.kontan.co.id/news/nim-perbankan-indonesia-masih-tetap-paling-tinggi-di-asean:NIM Perbankan Indonesia Masih Tetap Paling Tinggi di Asean).
Sebetulnya, NIM perbankan Indonesia di bawah yang Kamboja, yaitu 5,35% (https://www.cnbcindonesia.com/research/20230203063254-128-410619/dominasi-4-bank-bikin-nim-ri-tertinggi-di-dunia-dan-akhirat), tetapi GDP Kamboja (USD 76 M per akhir 2022) jauh di bawah yang Indonesia (USD 1,327 T), atau sekitar 17X!!!
Catatan: NIM perbankan cenderung naik jika suku bunga secara umum naik dan sebaliknya: NIM turun jika suku bunga secara umum turun. Kesimpulan: suku bunga yang rendah juga menjadikan NIM rendah. NIM perbankan Indonesia tinggi karena suku bunga secara umum di Indonesia juga tinggi [suku bunga pinjaman oleh BI kepada nasabah utama (PLR) 6,25%] dibandingkan dengan yang Singapura (PLR 3,87% oleh MAS) dan China (PLR 3,65% of Bank Sentral China) per akhir 2022. Akibatnya, perbankan di Indonesia mengenakan suku bunga kredit yang pasti di atas PLR oleh BI itu karena ada risiko usaha dll.
(TST/LNN)
Iklan Penerjemah Tersumpah Tjan & Partners: terdaftar di Kedutaan Besar Australia, Canada, Singapore, U.K., U.S.A. dll. sejak 1997. Silakan kunjungi: https://www.tjansietek.com
Jumlah utang LN Indonesia (gabungan utang pemerintah dan swasta) terhadap GDP tergolong aman karena baru sekitar USD 405 miliar (32,4%) per akhir 2022 dengan nilai tukar IDR 15.700/USD 1,00, atau 30,5% dengan nilai tukar IDR 14.700/USD 1,00. Angka-angka itu terhitung rendah dibandingkan yang negeri-negeri lain, misalnya Malaysia yang sekitar 65%, atau sekitar 2X persentase utang LN Indonesia.
Kenaikan jumlah Utang LN sejak 2015 sebagian disebabkan oleh pinjaman oleh pemerintah plus utang badan-badan pemerintah (misalnya BUMN) yang dijamin oleh pemerintah dan utang sektor swasta yang tidak dijamin oleh pemerintah sehubungan dengan pembangunan infrastruktur yang besar-besaran selama 8 tahun terakhir ini dan pengeluaran pemerintah selama pandemi Covid-19 2020-2022 (hampir tiga tahun).
Sebagian jumlah utang LN Indonesia disebabkan oleh rendahnya rasio pendapatan pajak pemerintah (yang sekitar 10,1% per akhir 2020 dan 10,38% per akhir 2022) terhadap GDP. Bandingkan dengan China (20,1% per akhir akhir 2020, di atas rasio rata-rata di Asia dan Pasifik yang 19,1%, atau hampir 2X yang Indonesia). Rasio pendapatan pajak rata-rata negeri anggota OECD adalah 33,5%, yang mencakup 38 buah negeri, yang mayoritasnya makmur (AS dkk) (www.oecd.org).
Lihat grafik di atas: pada awal 2020 menjelang pandemi, jumlah utang LN kita hanya sekitar USD 380 miliar.
Utang LN kita per akhir Januari 2023 adalah USD 404,8 M (Pemerintah USD 203,6 M dan swasta USD 201,25 M) (SULNI Maret 2023). Jika dikurangi dengan cadangan devisa di BI, yang sekitar USD 145 M, utang LN pemerintah kita adalah USD 58,6 M saja.
Utang LN Indonesia terlihat naik dari 2011 sd 2020, lalu mulai turun sd akhir 2022. Lihat grafik di bawah ini
Jika pertumbuhan GDP naik dari 5% saat ini menjadi 7-8% (yang sebagian dimungkinkan sekali oleh banyaknya infrastruktur baru yang sudah dibangun dan yang sedang dalam pembangunan) dan jumlah nominal utang LN tetap, rasio utang terhadap GDP akan turun banyak, bisa jauh di bawah 30%. Jadi, ini PR untuk segenap masyarakat Indonesia untuk bekerja secara lebih keras dan efisien sehingga produktivitas meningkat.
Aset-aset tambahan besar dan bermanfaat bagi masyarakat (berupa infrastruktur) yang sebagian dibuat dengan utang LN:
Sebanyak 15 bandara baru yang dibangun dan 38 bandara lama yang diperluas dan diperbaiki (https://www.liputan6.com/bisnis/read/4731952/ingin-tahu-bandara-yang-sudah-dikembangkan-dan-dibangun-jokowi-simak-di-sini);
Sebanyak 124 buah pelabuhan laut baru yang dibangun;
Sekitar 1.544 km jalan tol baru yang dibangun dari 2015 sd November 2021;
Ribuan kilometer jalan raya yang dibangun dan direnovasi (di Papua saja sekitar 2.000 km);
Sebanyak 29 buah bendungan untuk pengairan pertanian yang dibangun dan diresmikan sejak 2015 hingga Juli 2022 (https://nasional.kompas.com/read/2022/07/11/18061881/jokowi-targetkan-bangun-total-57-bendungan-hingga-akhir-2024) maupun direnovasi sehingga Bulog tidak perlu impor beras selama sekitar 3 tahun (2019-2021) kecuali beras untuk kebutuhan khusus (hotel, restoran dll) dan pembangkit listrik yang dibangun maupun di-upgrade sehingga kita kelebihan pasokan listrik dan tarif listrik naik rumah tangga (R1) tidak naik selama 10 tahun (tetapi tarif listrik industri naik) sedangkan banyak negeri lainnya kekurangan listrik (Pakistan, Bangladesh dll) atau mengalami kenaikan luar biasa dalam tarif listrik mereka (Inggeris, Jerman dll)
Dll, Dll.
Catatan: Aneka Definisi Utang LN oleh setiap negeri:
a. Utang LN Indonesia adalah posisi kewajiban aktual pendudukIndonesia kepada bukan penduduk pada suatu waktu, yang tdiak mencakup mutang yang bersifat contingent (berjaga-jaga; kalau-kalau), yang membutuhkan pembayaran kembali pokok dan/atau pembayaran bunga pada waktu yang akan datang (www.bi.go.id/Meta Data SEKI_ULN_Ind0_2024_rev)
b. Utang LN sebuah negeri terdiri atas pinjaman LN dalam mata uang asing oleh pemerintah plus badan-badan pemerintah (misalnya BUMN) yang dijamin oleh pemerintah plus sektor swasta, yang mencakup PMA, kepemilikan asing dalam surat-surat utang dalam mata uang negeri debitur, simpanan bank oleh pihak yang tidak tinggal (non-resident) di negeri debitur dan simpanan oleh non-residents di bank sentral negeri itu (www.investopedia.com).
PMA di Indonesia biasanya meminjam dari perusahaan induknya masing-masing di LN: Jepang, AS, China dll.
C. China menerapkan definisi utang LN secara lebih luas atau konservatif, yaitu memasukkan L/C terbitan perusahaan China yang sedang berjalan kepada pihak LN, utang dagang dengan pihak LN yang belum jatuh tempo. Karena itu, utang LN China tergolong besar dalam jumlah nominal (USD 2,511 T per akhir 2022), atau hanya 14,1% dari GDP-nya (yang USD 17,8 T per akhir 2022) (https://www.safe.gov.cn/en/2022/1230/2031.html), jauh lebih rendah daripada utang LN Indonesia. Jika utang dagang China (USD 514 miliar per akhir 2022, yang tergolong berjangka pendek) tidak dimasukkan sebagai bagian utang LN China, utang LN China adalah sedikit di bawah USD 2 T, atau hanya 11,2% dari GDP-nya per akhir 2022.
Keamanan Utang LN juga dijamin oleh:
1.Surplus neraca pembayaran: neraca berjalan dan neraca modal dan pembiayaan.
2.Surplus modal portofolio asing yang masuk minus yang keluar.
3.Kenaikan jumlah nilai PMA langsung (FDI), terutama yang dibangun dengan menggunakan bahan baku dan peralatan buatan dalam negeri.
4.1. Semakin kuatnya modal sendiri (ekuitas) pihak swasta, terutama yang besar-besar dan pemegang pangsa yang besar di pasar masing-masing, misalnya Astra International, Jarum Group (yang mencakup BCA), Salim Group.
4.2 Kehati-hatian pihak swasta dalam meminjang uang dari LN. Mereka pernah merasakn pahitnya krisis moneter tahun 1997-1998. Contoh: ketika krisis moneter itu, rasio utang terhadap ekuitas (DER) Astra International adalah 9, yang berarti bahwa modal mereka cuma satu dan utangnya 9!!!). Hari ini DER Astra International adalah 35,82% (www.investing.com) sehingga DER-nya adalah 0,35, yang berarti bahwa ekuitas astra hampir 2 kali jumlah utangnya yang berbunga.
5. Pemerintah dan swasta terlihat mengatur agar jatuh tempo per tahun utang masing-masing adalah maksimum 20% dari jumlah utang masing-masing. Jumlah utang Pemerintah yang jatuh tempo dibandingkan jumlah utangnya adalah sekitar 15-17% per tahun.
6. Saat ini, sangat, sangat sedikit perusahaan besar di Indonesia yang hidupnya bergantung pada utang LN.
7. Pihak perbankan Indonesia pun sangat hati-hati (prudent) dalam meminjam uang dari LN sehingga per akhir Januari 2023, jumlah utang LN mereka cuma USD 33 miliar dengan ekuitas sekitar USD 110 miliar dgn kurs IDR 14.700/USD, atau rasio sekitar 0,3. Itu angka yang sehat sekali untuk perbankan negeri berkembang seperti Indonesia.
8. dll
Jadi, jumlah utang LN Malaysia akan dianggap terlalu berat jika itu terjadi di Indonesia dan pasti akan sudah ada banyak demo!!!
(TST/LNN)
Iklan: Penerjemah Tersumpah Tjan, https://www.tjansietek.com, terdaftar di Kedutaan Besar Australia, U.S.A., U.K., Canada, Singapore dll.
Pada 30 April 2023, para penggemar catur sedunia, terutama para fan Super Grandmaster (SGM) Internasional Ding Liren (peringkat Elo 2789), bergembira ria ketika Ding, jalan 31 tahun, pecatur terkemuka Tiongkok, mengalahkan SGM Ian Nepomniatchchi (sering dipanggil sebagai Nepo; 2794) dari Russia di Kejuaraan Catur Dunia di Kota Astana, Kazakhtan, melalui partai tiebreak (penentuan pemenang) ke-4 yang benar-benar menegangkan. (Di setiap partai tiebreak, seorang pemain punya 25 menit saja sampai selesai dan mendapat tambahan 10 detik setiap kali melangkahkan biji catur. Siapa pun yang kehabisan waktu dinyatakan kalah)
Jadi, Ding Liren adalah juara catur dunia ke-17 sejak diadakan kali pertama sekitar 140 tahun lalu. Dia mendapatkan hadiah IDR 17,8 miliar. Lawannya mendapatkan IDR 14,578 miliar.
Para komentator catur terkemuka, yang juga bergelar SGM, misalnya Fabiano Caruana (peringkat Elo tertinggi yang pernah dicapainya adalah 2884 pada Oktober 2014, hanya di bawah garry Kasparove dan Magnus Carlsen, keduanya mantan juara catur dunia; peringkat Elo Fabiano sekarang 2714), warganegara ganda AS dan Italia, pada saat partai ke-4 sedang berlangsung, menduga keras bahwa partai itu akan berakhir remis (draw) lagi (menit ke-56: YouTube, World Championship 2023: https://www.youtube.com/watch?v=eDSKondEf38; ding liren ian nepomniachtchi game 4).
GM Fabiano Caruana (2764; usia jalan 31 tahun) adalah GM termuda yang pertama dalam sejarah AS dan Italia pada usia14 tahun, 11 bulan dan 20 hari pada 2007. Dia adalah juara catur nasional AS pada 2016 dan 2022 sampai sekarang. Dia adalah runner-up (peringkat kedua) penantang juara catur dunia pada 2016. Peringkat pertamanya adalah SGM Sergey Karjakin dari Russia. Catatan: sd awal 2023, hanya ada 40 SGM di dunia (www.chessjournal.com). Gelar yang lebih tinggi dari SGM adalah Juara Catur Dunia!!!
Ke-4 partai tiebreak (penentuan pemenang) pertama diadakan karena 14 partai klasik yang sebelumnya berakhir draw (7-7; masing-masing menang 3 kali dan draw 4 kali) setelah 21 hari bertarung super ketat dan menegangkan. Batas waktu setiap partai klasik untuk setiap pemain: 90 menit untuk 40 langkah pertama dan 30 menit sampai selesai dengan tambahan 30 detik per langkah (www.chess.com). Jika
Ding Liren, yang lahir di Kota Wenzhou, yang terkenal sebagai “Kota Catur” di Tiongkok, pada 24 Oktober 1992, dikenal sebagai pemain yang agresif dan gemar memainkan langkah-langkah baru yang mengejutkan banyak pecatur top sedunia.
Dia memegang gelar Sarjana Hukum dari Universitas Peking, Tiongkok.
Ancaman skak mati oleh Ding Liren (Putih) yang tidak bisa dihindarkan oleh Ian Nepo (Hitam) pada partai ke-6 catur klasik mereka menunjukkan bahwa Ding Liren adalah jenius catur.
Partai ini menjadi teka-teki bagi banyak pemain catur kelas dunia sekali pun Teka-teki: Lihat gambar di bawah ini sd Langkah ke-46. Putih mendapat giliran melangkahkan buah caturnya. Jawablah pertanyaan: Langkah mana yang diambil oleh Putih sehingga Hitam langsung menyerah akan kena skak mati yang tidak dapat dhindarkan ke mana pun Hitam melangkahkan bidaknya?
Prestasi-Prestasi Lainnya oleh Ding Liren
Pecatur dengan peringkat Elo yang tertinggi di Tiongkok.
Juara catur nasional Tiongkok sebanyak tiga kali.
Pecatur Tiongkok pertama yang bermain di Turnamen Calon Penantang Juara Catur Dunia (Turnamen Kandidat).
Pecatur Tiongkok pertama yang peringkat Elo-nya melebihi 2800 (saat ini 2789, perinkat tertinggi ketiga di dunia dan angka itu kemungkinan besar akan naik karena menjadi juara dunia).
Pecatur pertama di dunia sejak 2007 mengalahkan Magnus Carlsen, mantan juara catur dunia 5 kali berturut-turut, sehingga disebut sebagai “Raja Carlsen,” dalam 2 partai tiebreak kilat dengan skor 2-0 di Piala Sinquefield, AS, pada 2019.
Pecatur blitz (kilat) dengan peringkat Elo 2875, angka tertinggi di dunia, pada Juli 2016.
Pemegang rekor 100 partai catur klasik tanpa terkalahkan (29 kali menang dan 71 kali draw), suatu rangkaian terpanjang di dunia pada bidang catur tingkat tinggi dari Agustus 2017 sd November 2018 ketika Magnus Carlsen melampauinya pada 2019. Untuk info lebih lanjut, silakan kunjungi: (a) Ding Liren: the Forgotten Genius (https://www.youtube.com/watch?v=bP5fA1yyxBw): (b) Ding Liren’s 5 Brilliant Chess Moves (https://www.youtube.com/watch?v=bmQFsSe346w).
Sumber foto di atas: Ding Liren, World Chess Championships YouTube video
Jadi, Tiongkok saat ini memegang dua piala catur dunia: wanita dan pria, suatu kebanggan bagi rakyat dan pemerintah Tiongkok, juga orang asia yang lain. Para GM catur wanita Tiongkok sudah sering memegang gelar juara catur dunia wanita.
Tiongkok tercatat memiliki 48 orang GM pria dan 19 GM wanita. Tiongkok “mengekspor” GM wanita Zhu Chen ke Qatar sehingga ia bermain atas nama Qatar.
Sebagai perbandingan, Russia punya 211 orang GM pria dan 42 GM wanita, India 74 orang GM pria dan 13 GM wanita.
Para GM wanita China telah mendominasi catur dunia wanita sejak 1990-an ketika Xie Jun menjadi juara catur dunia wanita yang pertama dari Tiongkok dan juga dari Asia. Xie Jun terlihat hadir selama pertarungan antara Ian Nepo dan Ding Liren di Astana, Kazakhtan, itu.
Juara catur dunia wanita saat ini adalah GM Ju Wenjun (juara catur dunia wanita tiga kali berturut-turut:2018-2020) dan penantangnya untuk kejuaraan catur dunia wanita tahun ini adalah Lei Tingjie, juga dari Tiongkok. Mereka akan duel di dua kota di Tiongkok dari 5 Juli sd 25 Juli 2023.
Grafik di atas menunjukkan bahwa rasio kecukupan modal (CAR) perbankan Indonesia naik terus-menerus sejak 2014 dan hanya pernah anjlok di kuartal 2-3 tahun 2020 ketika pandemi Covid-19 baru mulai. Per akhir 2022, CAR perbankan Indonesia mencapai 25,67% (SPI 2022), atau hampir 2x CAR minimum sebesar 12,9% menurut Perjanjian atau Kerangka Kerja Basel III ((https://www.bis.org/basel_framwork/).
Jadi, sistem perbankan Indonesia tergolong sangat sehat.
Bandingkan dengan yang di Malaysia yang baru sekitar 19% per 1 Feb 2023:
Selain CAR, rasio aset tertimbang risiko (ATMR; RWA ratio) perbankan Indonesia adalah 24,10% per akhir 2022 (SPI 2022), yang berarti bahwa modal inti (Tier 1 Capital, T1, atau Common Equity Tier 1; CET1)1 perbankan Indonesia berjumlah sekitar 2,2x modal inti (T1) yang minimum 10,5% berdasarkan Perjanjian atau Kerangka Kerja Basel III2 (https://www.bis.org/basel_framwork/). (lihat juga: Terbesar di Dunia: Modal Inti, Laba & Aset Perbankan China di https://lijusu.com/terbesar-di-dunia-modal-inti-laba-aset-perbankan-china/)
Selain itu, net interest margin perbankan Indonesia adalah 4,7% per akhir 2022, yang berarti lebih dari 2X NIM perbankan Singapura maupun China (sekitar 2,1%).
1Bentuk-bentuk modal utama yang termasuk dalam struktur modal sebuah bank adalah modal inti [core capital; Common Equity Tier 1 (CET1) capital], Modal Tier 1 dan Modal Tier 2. “Tier” berarti “tingkat.” Modal inti (CET1) berperingkat paling tinggi dan terdiri atas saham biasa, laba ditahan, agio saham yang berasal dari penerbitan saham biasa dan saham biasa yang dipegang oleh perusahaan anak milik bank yang bersangkutan [https://corporatefinanceinstitute.com/resources/knowledge/finance/common-equity-tier-1-cet1/). Modal inti juga mencakup akumulasi pendapatan keseluruhan yang lain plus cadangan lain yang diumumkan dan penyesuaian menurut peraturan perbankan dalam perhitungan CET1 (Dokumen yang berjudul: RBC20 – Calculation of minimum risk-based capital requirements, yang merupakan bagian dari dokumen yang berjudul: RBC – Risk-based capital requirements), tetapi tidak mencakup segala macam saham preferens dan kepentingan non-pengendalian.
Modal total Tier 1 (Tingkat 1) adalah gabungan CET1 dan modal Tingkat 1 tambahan (AT1; additional Tier 1). AT1 bisa terdiri atas obligasi subordinasi yang abadi (perpetual subordinated bond); contoh: BNI berencana menerbitkan sekuritas modal senilai USD 600 juta yang tergolong AT1 yang bersifat abadi dan non-kumulatif dengan kupon/suku bunga 4,3% per tahun (https://finansial.bisnis.com/read/20210917/90/1443714/perkuat-modal-bni-bbni-rilis-perpetual-bonds-rp852-triliun-kupon-43-persen). AT1 juga mencakup cadangan yang diumumkan dan saham preferens yang tidak dapat ditebus kembali dan yang bunganya juga boleh ditumpuk (non-cumulative) (www,investopedia.com).
Sekarang, bank dengan modal inti minimum IDR 7,876 triliun masuk ke KBMI 2 karena, menurut Pasal 147 POJK itu, bank digolongkan berdasarkan Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI): KBMI 1: modal inti <IDR 6 triliun; KBMI 2: >IDR 6 triliun sd 14 triliun; KBMI 3: >IDR 14 triliun sd 70 triliun; KBMI 4: >IDR 70 triliun.
Berdasarkan Pasal 8 POJK No.12/POJK.03/2020 (https://www.ojk.go.id/id/regulasi/Documents/Pages/Konsolidasi-Bank-Umum/pojk%2012-2020.pdf; mulai berlaku per 17 Maret 2020), per akhir 2021, setiap bank harus bermodal inti minimum IDR 2 triliun; per akhir 2022, setiap bank harus bermodal inti minimum IDR 3 triliun. Bank pembangunan daerah (BPD) diberi keistimewaan: kewajiban modal inti minimum IDR 3 triliun itu harus dipenuhi per akhir 2024.
2Berdasarkan Perjanjian Basel II, modal inti sebuah bank harus minimum 8% dari nilai aset tertimbang/menurut risiko (ATMR; risk-weighted asset). Angka itu dinaikkan menjadi 10,5% berdasarkan Perjanjian Basel III (https://www.investopedia.com/ask/answers/043015/what-difference-between-tier-1-capital-and-tier-2-capital.asp) dan rasio modal keseluruhan (capital adequacy ratio; CAR) minimum 12,9%: 10,9% merupakan modal inti minimum dan 2% merupakan modal T2. Kenaikan itu adalah salah satu tanggapan terhadap Krisis Keuangan Global tahun 2008 (https://www.bis.org/basel_framework/–Basel Committee on Banking Supervision, Market Risk Framework in Brief).
Jerman terkenal dengan moto “ekspor produk dan jasa sebanyak-banyaknya dan selalu surplus dagang” sambil rakyat mereka tetap menabung untuk terus memupuk modal dan persiapan hari tua. Selain itu, Jerman mengajarkan kepada rakyatnya “ilmu membuat barang” sehingga banyak sekali produk kelas tinggi Jerman yang kesohor dan jadi impian mayoritas orang di dunia untuk memilikinya: Mercedes Benz, Audi, Porsche dsb. Jerman juga terkenal berfokus pada usaha kelas menengah (Mittlestand).
Jadi, dari Jerman, Indonesia bisa belajar salah satu cara yang terbaik untuk tumbuh besar dan sehat plus rasio Gini yang cukup rendah (34,4; Indonesia: 37,6; AS: 48,8 per akhir 2020) dengan cara: hidup hemat, tanpa utang luar negeri, banyak perusahaan menengah, banyak ekspor produk dan jasa teknologi (rasio ekspor terhadap GDP-nya mencapai 47,46% selama 2021; atau 29,4% secara rata-rata selama periode 1970-2021 (https://www.theglobaleconomy.com); rasio ekspor Indonesia terhadap GDP Indonesia selama 2021: 21,56% (karena meledaknya ekspor CPO, batubara dan komoditi lain akibat pandemi Covid-19). (Baca juga Pentingnya Spesialisasi:https://www.kompasiana.com/tjansietek/5a926b7df133440ba3323532/pentingnya-spesialisasi-bagi-bangsa-perusahaan-dan-individu)
Rasio perdagangan internasional Jerman terhadap GDP-nya selama Masa 1970-2021:
Secara Net International Investment Position (NIIP; posisi investasi internasional secara bersih) Jerman bahkan mengalahkan China (kreditur terbesar nomor tiga dengan USD 1,943 triliun per akhir Maret 2022) sebagai bangsa kreditur terbesar nomor dua (dengan USD 2,84 triliun per akhir Maret 2022); Jepang menduduki peringkat satu dengan USD 3,307 triliun per akhir Juni 2022 di dunia . Rekor Jepang itu telah dipegang selama 31 tahun secara berturut-turut (https://asia.nikkei.com/Economy/Japan-remains-top-creditor-nation-for-31st-year-in-a-row). Tentang cara hitung NIIP, silakan klik: https://www.kompasiana.com/tjansietek/5ac97fd3cf01b451823a4dd2/prospek-rupiah-terhadap-baht-dan-ringgit-berdasarkan-niip-cadangan-forex-dan-utang-ln Selain itu, GDP Jerman (USD 4,2 triliun per akhir 2021) menyumbang 27,3% ke GDP gabungan (USD 15,37 triliun per akhir 2021 berdasarkan nilai tukar euro terhadap USD (1,06) per 5 Desember 2022) dari 27 negeri wilayah Uni Eropa, atau disebut juga sebagai wilayah euro (tetapi, mata uang euro dipakai oleh hanya 19 negeri anggota Uni Eropa), sehingga GDP Jerman secara nominal adalah yang terbesar di seluruh Eropa dan nomor empat di dunia setelah AS, China dan Jepang. Karena itu, ketika Italia, Yunani dll mengalami resesi ekonomi dan perlu bantuan uang, Jerman memberikan bantuan uang yang terbanyak dengan membeli obligasi terbitan ECB (Bank Sentral Eropa) dll. Salah satu akibatnya, setiap keputusan penting ECB perlu disetujui oleh Jerman, antara lain tentang berapa nilai obligasi ECB yang akan diterbitkan untuk mengatasi pandemi dll (Contoh: https://www.politico.eu/article/german-court-clears-ecb-bond-buying-program/). Jerman adalah negeri terbahagia nomor 7 di dunia (https://happiness-report.s3.amazonaws.com/2021/WHR+21.pdf).
Indonesia sedang mengalami lima hal sekaligus: (1) semakin banyak penghematan oleh kalangan menengah dan atas plus perusahaan; (2) ketidak-pastian tentang kapan pandemi Covid-19 akan berakhir; (3) angka pengangguran yang naik; (4) jutaan UMKM sudah gugur karena kehabisan modal dll;
dan (5) perbankan yang DPK-nya naik terus tetapi kekurangan saluran yang sehat untuk dipinjamkan kecuali membeli SUN, atau meminjamkannya ke LN, yang jelas sulit.
Pertumbuhan DPK Perbankan Indonesia
Jadi, hal nomor (1), yaitu Penghematan, menimbulkan paradok, yaitu hal
nomor (5).
2. Langkah-Langkah Pemerintah
Untuk mempertahankan, bahkan kalau bisa, menaikkan angka pertumbuhan GDP sekaligus “membantu” perbankan, pemerintah mencoba mengatasi paradok penghematan itu dengan: meminjam banyak uang dari dalam dan luar negeri, yang merupakan topik debat harian di media massa maupun sosial tentang keuntungan dan kerugiannya plus akibatnya. Pinjaman oleh pemerintah pun menimbulkan dilema yang ditimbulkan oleh efek crowding-out di dalam negeri, yaitu pinjaman pemerintah dari perbankan, investor pasar modal dll “mendepak keluar (crowd out)” sektor swasta dari kalangan yang sama dan menyebabkan berkurangnya pasokan modal kepada sektor swasta dan juga tingginya suku bunga utang. Contoh: yield SUN/SBN RI dengan tenor 10 tahun hampir selalu di atas 6% per tahun, bahkan pernah sd 16% per tahun (lihat grafik di bawah ini) dan jika ada pelarian modal (capital flight) keluar Indonesia atau faktor luar lain maupun faktor dalam negeri.
Tabel Perbandingan Yield SUN Tenor 10 tahun RI dan Negeri-Negeri Sejawat
3. Akibat-Akibat Lain dari Tingginya Yield SUN Indonesia
(i) Mayoritas super para pengusaha enggan berinvestasi, apalagi dalam dalam R&D yang bersifat jangka panjang dan penuh risiko gagal; (ii) Mereka juga sulit bersaing di pasar ekspor, apalagi dengan produk dan jasa negeri lain yang bunganya jauh di bawah Indonesia,
misalnya China:
(iii) Mereka juga sulit mengembangkan usaha untuk menambah kapasitas dan menangkap peluang bisnis baru; (iv) Perbankan lebih suka membeli SUN daripada meminjamkan uang mereka kepada sektor swasta; (v) Dll.
4. Paradok Penghematan yang bikin pusing Keynes& Jepang
4.1 Keynesian Economics (Ilmu Ekonomi Keynes)
Keynes menerbitkan bukunya “The General Theory of Employment, Interest and Money” pada 1936, tempat ia mengajukan teori-teori makroekonominya, terutama tentang pentingnya peran fiskal, alias pemerintah. Untuk mengatasi pengangguran, pemerintah dianjurkan pinjam uang untuk membiayai kegiatan produktif, misalnya pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur umum: Pinjaman uang untuk membantu menaikkan pertumbuhan GDP dll. Selain itu, pemerintah sebaiknya turun tangan ketika ada masalah besar di bidang ekonomi. Perangkat teori-teori itu, yang sekarang lebih disebut sebagai Keynesian Economics,” jelas bertentangan dengan kapitalisme liberal Adam Smith.
Sumber: koleksi pribadi
Karena besar pengaruh dan manfaatnya di seluruh dunia, penerapan ilmu ekonomi Keynes itu sering disebut juga sebagai “Revolusi Keynes,” sehingga mayoritas pemerintahan di dunia, yang mencakup Indonesia, “dengan senang hati” memakainya.
Paradok Penghematan vs Hemat Pangkal kaya
Selain teori-teori di atas, Keynes mengajukan problem makroekonomi yang disebut sebagai “the paradox of thrift,” atau “paradok penghematan” yang melawan moto “Hemat Pangkal Kaya.”
4.2 Arti Paradok Penghematan Setiap negeri, apalagi yang sedang berkembang, membutuhkan modal untuk investasi yang merupakan jalan utama untuk meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan dan GDP sehingga menjadi makmur. Investasi saat ini menentukan pertumbuhan ekonomi masa depan.
Kenaikan GDP bergantung pada empat faktor utama: (i) tabungan nasional (rumah tangga + perusahaan + pemerintah) yang bisa dipakai untuk investasi, (ii) produktivitas, (iii) surplus dagang (ekspor melebihi impor) dan investasi langsung asing (FDI).
Tabungan merupakan salah satu hasil penghematan. Semakin banyak tabungan, semakin banyak modal yang tersedia untuk investasi. Nenek moyang kita meringkasnya sebagai berikut :”Hemat pangkal kaya.” Tetapi, penghematan sebuah bangsa atau wilayah secara besar-besaran menimbulkan masalah: berkurangnya kegiatan ekonomi & investasi serta mandegnya pertumbuhan ekonomi setempat. Itulah paradok penghematan dalam ekonomi makro.
Catatan: Penghematan seorang individu atau perusahaan biasanya menguntungkan individu atau perusahaan itu karena mereka akan kaya, yaitu bukti bahwa “hemat pangkal kaya.” Jika hasil penghematan itu ditabung di bank setempat dengan mendapatkan bunga, bank itu akan meminjamkan uang itu kepada individu dan/atau perusahaan lain. Tetapi, jika mayoritas individu dan perusahaan di negeri atau wilayah setempat menghemat dan sedikit sekali investasi oleh pihak lokal maupun PMA, ekonomi setempat akan mandeg.
Akibat-akibat penghematan oleh sebuah negeri:
1. GDP-nya bisa mandeg atau hanya tumbuh sedikit setiap tahun;
2. Para pengusaha dalam maupun LN enggan berinvestasi;
3. Pendapatan pajak dan pendapatan lainnya oleh pemerintah juga ikut mandeg atau tumbuh sedikit per tahun padahal kebutuhan pemerintah semakin naik (untuk tambah gaji, pemeliharaan infrastruktur, bayar utang dan bunga pinjaman dsb);
4. Akibat ikutannya: rakyat semakin pesimis terhadap kemajuan negerinya dan semakin hemat dalam banyak hal;
5. Dsb.
Solusi yang umum untuk mendorong rakyat berbelanja dan para pengusaha berinvestasi:
A. oleh negeri berkembang seperti China:
1. Ekspor produk dan jasa sebanyak mungkin;
2. Surplus dagang dipakai untuk membangun infrastruktur, memperbaik pendidikan & pelayanan kepada rakyat sehingga produk dan jasanya semakin mampu bersaing di LN dan semakin banyak yang dapat diekspor;
B. oleh banyak negeri maju:
1. Menambah jumlah jaminan sosial, jaminan kesehatan, jaminan usia tua, bantuan keuangan selama pensiun dll;
2. Meminjam uang dari dalam dan LN, misalnya AS untuk tutupi defisit anggaran negara;
3. Jika kepepet, menaikkan tarif pajak, terutama tarif pajak untuk orang kaya;
4. Dsb.
Hasil-hasil yang diharapkan oleh kedua golongan negeri itu:
1. Rakyat menjadi optimis tentang masa depan mereka sehingga berani berbelanja dan mengurangi tabungan;
2. Para pengusaha dalam dan LN menambah investasi di bidang yang sedang jalan (brownfield) dan melakukan investasi di bidang-bidang yang baru (greenfield);
3. Dsb.
Akibat-akibat peminjaman uang untuk tutupi defisit negara:
1. Utang negara bertambah, misalnya AS, Inggeris,
2. Wibawa pemerintah turun di mata rakyatnya dan di LN;
3. Negerinya bisa mengalami stagflasi, yaitu gabungan kemandegan ekonomi dan inflasi tinggi;
4. Akan tiba waktunya pemerintah tidak bisa meminjam uang lagi karena kehilangan kepercayaan investor dalam dan LN;
5. Negerinya bisa pailit, misalnya Venezuela, atau gagal bayar utang, misalnya Argentina;
6. Dsb
Contoh kemandegan: Ekonomi Jepang, yang sangat makmur, sudah mandeg hampir selama 30 tahun terakhir ini karena bangsa Jepang menghemat. Selain itu, neraca dagang internasional Jepang umumnya terus surplus. Akibatnya: (1) Perbankan Jepang kebanjiran tabungan sehingga mereka meminjamkannya ke luar negeri dengan membeli obligasi atau memberikan kredit; (2) Perusahaan-perusahaan Jepang juga memegang banyak sekali cash.
Perusahaan-perusahaan Tbk Jepang tercatat juga memegang banyak sekali cash, sejumlah USD 2,47 triliun per akhir 2019 (Reuters, 21 Mei 2020);
(3) Akibat ikutannya: suku bunga deposito di Jepang sudah nol atau bahkan minus sejak tengah tahun 2015!!!Pelajaran: ekonomi negeri yang makmur dan neraca dagang internasionalnya surplus berkelanjutan, tapi rakyatnya terus menghemat sehingga semakin makmur dan perbankan kebanjiran tabungan dll, akan mandeg.
Rincian Jawaban Jerman, Singapura & China untuk Paradok Penghematan
Jerman
Jerman menjawab paradok itu dengan cara “mengekspor produk dan jasa sebanyak-banyaknya dan selalu surplus dagang” sambil rakyat mereka tetap menabung untuk terus memupuk modal dan persiapan hari tua. Selain itu, Jerman mengajarkan rakyat “ilmu membuat barang” sehingga banyak sekali produk kelas tinggi Jerman yang kesohor dan jadi impian mayoritas orang di dunia untuk memilikinya: Mercedes Benz, Audi, Porsche dsb.
Di ASEAN, Singapura, yang punya hanya SDM yang andal tetapi hampir tidak punya SDA, juga menjawab dengan cara yang mirip: menabung, mengekspor dan menjadi pusat perdagangan plus keuangan Asia Tenggara. Salah satu hasilnya: Singapura adalah negeri terkaya nomor empat di dunia setelah Qatar, Macao & Luxembourg secara pendapatan per kepala (per capita income, atau per capita GDP) (https://www.worldometers.info/gdp/gdp-per-capita/). Singapura juga terkenal sebagai negeri paling bersaing nomor 5 di dunia (https://www.imd.org/centers/world-competitiveness-center/rankings/world-competitiveness/).
Di Asia Timur, China melakukan hal yang serupa dengan Jerman: menabung dan mengekspor. Salah satu hasilnya: cadangan devisa China (USD 3,2 T; terbanyak di dunia) per akhir Agustus 2021 (dan naik menjadi USD 3,426 triliun per akhir 2021, lalu turun menjadi USD 3,117 triliun per akhir November 2021). Indonesia punya USD 143 miliar per akhir Agustus 2021 (lalu turun menjadi USD 134 miliar per akhir 2021).
Khusus tentang China, FDI disambut dengan hangat, apalagi yang greenfield, alias membuka pabrik baru, bukan takeover pabrik lokal. Salah satu hasilnya: jumlah investasi langsung asing (FDI stock) di China mencapai USD 3,623 triliun (sekitar IDR 56 kuadriliun, dengan kurs USD 1= IDR 15.500), yang tidak mencakup laba ditahan dan diinvestasikan kembali oleh para pemilik PMA itu. Jumlah USD 3,623 triliun itu adalah data resmi pemerintah China per akhir 2021 (https://www.safe.gov.cn/en/2018/0928/1459.html) sedangkan lembaga-lembaga asing menyatakan “baru” USD 2,064 triliun per akhir 2021 (salah satunya:https://santandertrade.com/en/portal/establish-overseas/china/foreign-investment). Catatan: Selain FDI, nilai investasi asing secara portofolio dalam saham dan sejenisnya plus obligasi pemerintah maupun swasta China juga besar sekali: USD 2,155 triliun (IDR 33,4 kuadriliun) per akhir 2021. Sebagai pembanding: Di Indonesia, FDI stock USD 268,34 miliar dan nilai total investasi portofolio asing USD 269,56 miliar per akhir 2021 (https://www.bi.go.id/id/publikasi/laporan/Documents/Laporan_PIII_Tw_IV-2021.pdf). Kesimpulan: Jadi, Indonesia masih perlu tambah FDI baru sejumlah USD 434,34 miliar (atau 1,618 X yang sudah ada per akhir 2021) lagi supaya FDI stock kita setara dengan FDI stock di China secara per capita atau per orang (jumlah penduduk China = 5,147 x penduduk Indonesia). Tentu itu pekerjaan bareng pemerintah dan rakyat , yang mencakup para pengusaha, atau Indonesia Inc. FDI sebaiknya ditugaskan mengekspor produk-produk mereka ke seluruh dunia dan membawa masuk hasilnya ke Indonesia sesudah dipotong pembayaran bunga dan cicilan utang investasi mereka (jika ada)!!!
Indonesia Indonesia belum mampu menjawab paradok itu karena rasio ekspor terhadap GDP baru mencapai 21,56%, sedikit di atas rasio impor (18,86%) selama 2021 (https://www.tradingeconomics.com). Itu pun karena adanya lonjakan ekspor komiditas (CPO, batubara dll.) yang tiba-tiba selama pandemi Covid-19. Bahkan sebelum pandemi, nilai impor umumnya melebihi ekspor, apalagi ditambah dengan penambahan impor karena dan juga untuk banyaknya proyek pembangunan dan perbaikan infrastruktur di seluruh Indonesia.
Sekarang, dilema itu semakin menuntut jawaban yang segera dan tepat
Sejak pandemi di mulai pada Februari 2020, jutaan usaha kecil dan menengah tutup sehingga mayoritas makan modal mereka. Salah satu akibatnya, walaupun pandemi semakin mereda, mereka tidak punya cukup modal atau tidak punya modal sama sekali, bahkan banyak yang minus, sehingga tidak bisa langsung memulai kembali usaha mereka.
C. Solusi untuk Indonesia:
1. Lakukan kampanye khusus untuk mendorong kalangan menengah atas berbelanja, terutama segala macam produk dalam negeri.
2. Gencarkan kegiatan ekspor.
3. Berikan insentif keuangan maupun administratif yang luar biasa untuk menaikkan daya saing produk dan jasa Indonesia di LN sehingga eksportir semakin bergairah dan kompetitif.