oleh Isabella Chase | 27 Mei 2024, 09:41
Mempertahankan ketajaman mental seiring bertambahnya usia bukan hanya soal keberuntungan. Itu adalah produk dari kebiasaan sehari-hari dan pilihan gaya hidup kita.
Banyak dari kita bertanya-tanya bagaimana beberapa orang tetap waspada secara mental di usia 70-an, 80-an dan seterusnya. Bukan rahasia lagi – mereka mengikuti serangkaian rutinitas harian yang membantu mereka tetap tajam.
Saya telah mengamati dan mengumpulkan kebiasaan paling umum orang-orang itu. Lalu, tahukah Anda? Tidak ada kata terlambat untuk mulai menerapkan hal itu ke dalam hidup Anda.
Dalam artikel ini, saya akan memandu Anda melalui 8 kebiasaan sehari-hari yang biasanya diterapkan oleh orang-orang yang tetap gesit secara mental hingga masa emasnya. Itu lebih sederhana dari yang Anda kira.
1) Aktivitas fisik
Salah satu kebiasaan paling umum di antara orang-orang yang menjaga ketajaman mental hingga usia 70-an atau lebih? Aktivitas fisik teratur.
Itu bukan hanya tentang menjaga kebugaran fisik. Aktivitas fisik juga berdampak langsung pada kesehatan otak.
Olahraga meningkatkan aliran darah ke otak , yang membantu mendukung fungsi kognitif. Ini juga melepaskan bahan kimia yang meningkatkan suasana hati dan membuat Anda merasa lebih rileks.
Dari jalan kaki, yoga, berenang, hingga berkebun – jenis aktivitasnya tidak terlalu penting. Kuncinya adalah konsistensi.
Jadi jika Anda ingin tetap tajam seiring bertambahnya usia, pastikan aktivitas fisik teratur menjadi bagian dari rutinitas harian Anda. Mulailah dari yang kecil, tapi mulailah sekarang. Tidak ada kata terlambat untuk memulai kebiasaan baru demi kesehatan Anda.
2) Pembelajaran seumur hidup
Kebiasaan lain yang saya perhatikan pada orang-orang yang memiliki mental yang tajam adalah komitmen untuk belajar sepanjang hayat.
Misalnya, bibi saya yang berusia 80-an dan lebih cerdas dibandingkan kebanyakan orang yang usianya separuh darinya, selalu rajin membaca. Dia memulai setiap hari dengan membaca koran dari sampul ke sampul.
Tapi, itu tidak berhenti di situ. Dia juga ikut serta dalam klub buku, menghadiri kuliah dan bahkan mengikuti kursus online tahun lalu tentang sejarah kuno – mata pelajaran yang selalu membuatnya terpesona.
Apa yang saya pelajari darinya adalah bahwa terus belajar dan menstimulasi pikiran Anda tidak hanya baik untuk kesehatan otak Anda; itu membuat hidup tetap menarik dan mengasyikkan juga.
3) Pola makan sehat
Makanan yang kita konsumsi berperan penting dalam menjaga ketajaman mental seiring bertambahnya usia. Faktanya, makanan tertentu diketahui dapat meningkatkan kesehatan otak.
Pola makan Mediterania, yang kaya akan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, minyak zaitun, dan protein tanpa lemak, sering dikaitkan dengan risiko penurunan kognitif yang lebih rendah .
Itu bukan tentang mengikuti aturan yang ketat, tetapi, membuat pilihan yang lebih sehat secara konsisten. Memasukkan lebih banyak makanan penambah otak seperti blueberry, brokoli, biji labu, dan coklat hitam ke dalam makanan kita dapat membuat perbedaan yang signifikan.
Ingat apa yang Anda makan tidak hanya memengaruhi lingkar pinggang Anda; itu berdampak pada kesehatan otak Anda juga. Jadi, buatlah pilihan secara sadar untuk mengisi tubuh dan pikiran Anda dengan makanan bergizi.
4) Interaksi sosial yang teratur
Tetap aktif secara sosial adalah kebiasaan lain mereka yang tetap memiliki mental yang tajam di usia lanjut. Manusia adalah makhluk sosial dan otak kita berkembang dalam interaksi antarpribadi.
Entah itu bertemu teman-teman sambil minum kopi, ikut serta dalam kegiatan kelompok, atau sekadar ngobrol dengan tetangga, interaksi sosial yang teratur menstimulasi otak kita dan membuat kita tetap terlibat secara mental.
Sebaliknya, isolasi dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik. Jadi, pastikan kalender sosial Anda tetap terisi – itu baik untuk otak Anda.
5) Tidur yang cukup
Tidur malam yang nyenyak tidak hanya tentang perasaan segar di pagi hari. Ini juga memainkan peran penting dalam kesehatan kognitif kita.
Selama tidur, otak bekerja untuk mengkonsolidasikan ingatan dan membersihkan produk limbah. Itu pada dasarnya adalah waktu untuk mengisi ulang dan mengatur ulang.
Orang-orang yang menjaga ketajaman mental hingga usia 70-an atau lebih sering kali memprioritaskan tidur berkualitas sebagai bagian rutinitas sehari-hari.
Jadi, pastikan Anda cukup tidur setiap malam. Otak Anda akan berterima kasih untuk itu.
6) Perhatian dan meditasi
Di dunia yang serba cepat saat ini, kita mudah terjebak dalam kesibukan dan lupa meluangkan waktu sejenak untuk diri sendiri.
Tetapi, mereka yang tetap tajam secara mental seiring bertambahnya usia sering kali melakukan latihan mindfulness atau meditasi. Praktik-praktik itu membantu mengurangi stres, meningkatkan konsentrasi, dan meningkatkan rasa damai dan sejahtera.
Dengan berfokus pada momen saat ini, kita membiarkan pikiran kita beristirahat, memulihkan tenaga, dan membangun ketahanan terhadap stresor kehidupan.
Jadi, luangkan waktu beberapa saat setiap hari untuk bernapas dalam-dalam, merenung, dan sekadar hadir. Itu adalah hadiah yang Anda berikan tidak hanya untuk diri Anda sendiri tetapi juga untuk orang-orang di sekitar Anda.
7) Latihan kognitif
Sama seperti latihan fisik yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh kita, latihan kognitif juga penting untuk kesehatan otak kita.
Saya ingat bagaimana kakek saya memecahkan teka-teki silang setiap hari. Dia akan duduk di kursi favoritnya setiap malam, dengan pensil di tangan, asyik dengan teka-teki. Bahkan ketika penglihatannya mulai menurun, dia beralih ke cetakan yang lebih besar, tetapi tidak pernah menyerah pada teka-teki silang kesayangannya.
Latihan kognitif seperti teka-teki, permainan papan, atau belajar bahasa baru menantang otak kita dan membuatnya tetap aktif. Mereka membantu membangun ketahanan mental dan mencegah penurunan kognitif.
Jadi, terapkanlah kebiasaan melatih otak Anda dengan baik setiap hari. Diri masa depan Anda akan bersyukur.
8) Sikap positif
Mungkin kebiasaan yang paling penting adalah menjaga sikap positif. Mereka yang tetap memiliki mental yang tajam di masa emasnya sering kali memiliki pandangan hidup yang optimis.
Sikap positif membantu kita mengatasi situasi stres dengan lebih baik, mengurangi risiko masalah kesehatan fisik dan berkontribusi terhadap umur panjang. Itu adalah alat ampuh yang membentuk realitas kita dan memengaruhi kesehatan mental kita.
Jadi, berusahalah untuk menjaga pola pikir positif, bahkan ketika menghadapi tantangan. Itu lebih dari sekedar faktor perasaan senang; itu penting untuk kesehatan kognitif Anda.
Sumber: GLOBAL English Editing






