Friday, May 1, 2026
Home Blog Page 9

Cocok untuk juru runding, pemimpin bangsa dan regu, salesman dll: kecerdasan emosional (EI; EQ)

0

Daniel Coleman Ph.D., seorang lulusan Universitas Harvard dan penulis buku terkenal Emotional Intelligence (Kecerdasan Emosional; yang lebih dikenal sebagai EQ) (1995), menulis di halaman xii buku itu  bahwa banyak orang dengan IQ tinggi gagal dalam hidup mereka sedangkan orang dengan IQ sedang-sedang saja bisa sukses. Karena itu, dia melakukan penelitian yang mendalam tentang apa factor-faktor sukses dan kegagalan mereka masing-masing. Dengan bantuan hasil-hasil penelitian para ahli ilmu sel syaraf  (neuroscientist) dengan bantun teknologi pembuatan gambar  cara-cara kerja otak manusia dengan menggunakan pembiasan suara secara magnetis (magnetic resonance imaging; MRI), dia mengemukakan teori kecerdasan emosional (EI; EQ) melalui bukunya yang berjudul Emotional Intelligence (1994, 1995) yang terjual jutaan eksemplar dalam waktu singkat.

Dia mendefinisikan EQ sebagai kemampuan kendali diri, semangat dan ketekunan serta kemampuan untuk memotivasi diri. Keterampilan-keterampilan itu bisa diajarkan kepada anak sehingga memberi mereka kesempatan yang lebih baik untuk memakai potensi intelektual apa pun yang mungkin mereka miliki secara lotere genetis.  

Salah satu Manfaat Besar EQ

Dia berkata bahwa seorang salesman yang menerapkan EQ-nya dalam berbicara dan menyajikan produk atau jasa yang dijualnya akan lebih sukses daripada salesman lain yang hanya mengandalkan IQ-nya walaupun tinggi karena sang pembeli lebih percaya pada perkataan salesman yang pertama, misalnya jujur, ber-empati, terus-terang, ramah, informative, sabar dll.

Menurut catatan penulis, salah satu contoh orang yang memiliki EQ tinggi adalah Presiden Xi Jinping dari China yang terkenal mampu stabil dalam emosinya walaupun dalam keadaan tertekan, menderita dll.

Orang-orang yang demikian cocok sebagai juru runding, pemimpin regu, negeri dll.

(TST/LNN)

AS produsen minyak terbesar di dunia dan eksportir minyak terbesar ke-5

0

Inilah daftar 10 negeri produsen dan eksportir minyak bumi terbesar di dunia

1.Arab Saudi

Sebagai kekuatan minyak Timur Tengah, Arab Saudi menjadi eksportir minyak terbesar di dunia selama 2021 dengan ekspor minyak senilai $138 miliar. Angka itu merupakan 14,5% dari ekspor minyak global. Arab Saudi juga tetap menjadi produsen minyak teratas di Organisasi Negeri-Negeri Pengekspor Minyak (OPEC) karena menghasilkan 12,14 juta barel minyak per hari, atau sekitar 12% dari produksi global selama 2022.

Arab Saudi memiliki sekitar 15% dari cadangan minyak dunia. Karena itu, industri ini menyumbang hingga 70% dari ekspor negeri ini dan lebih dari setengah pendapatan pemerintah.

2. Rusia

Rusia menduduki peringkat kedua. Selama 2021, Rusia menyumbang 11,8% dari ekspor global, dengan nilai total $113 miliar. Produksi mencapai 10,94 juta barel per hari, oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Rosneft, Surgutneftegas, dan Gazprom. Angka itu menyumbang sekitar 11% dari produksi minyak global.

Selama 2014, Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Rusia setelah Rusia mengambil alih Crimea dari Ukraina. Akibatnya, perusahaan energi Rusia dilarang mengakses pasar modal di wilayah itu. Invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 mendorong AS mengenakan sanksi yang lebih berat, yang mencakup larangan impor minyak Rusia.

Pasar Eropa sangat bergantung pada ekspor minyak Rusia hingga Rusia menginvasi Ukraina selama 2022, yang membuat dunia bergerak menjauh dari impor minyak Rusia setelah sanksi tersebut.

3.Kanada

Kanada adalah eksportir minyak terbesar ketiga di dunia selama 2021. Nilai ekspor minyaknya sebesar $81,2 miliar selama 2021, yang merupakan 8,54% dari total global. Cadangan minyak yang diketahui sebanyak 168 miliar barel merupakan yang terbesar keempat di dunia. Sebagian besar cadangan tersebut terletak di pasir minyak Alberta.

Seperti yang sering terjadi, industri minyak Kanada erat terhubung dengan ekonomi AS. Selama 2021, 97% dari ekspor minyak Kanada adalah ke Amerika Serikat dan minyak Kanada menyumbang 62% dari semua impor minyak AS.

Beberapa perusahaan energi besar di dunia berbasis di Kanada, yang mencakup Enbridge (ENB.TO), Suncor (SU.TO), dan Imperial Oil (IMO.TO).

4. Irak

Irak merupakan eksportir minyak terbesar keempat di dunia selama 2021, dengan pendapatan sebesar $72 miliar dan mengekspor 7,57% dari seluruh ekspor minyak sedunia tahun itu. Irak adalah produsen terbesar kedua di OPEC setelah Arab Saudi.

Irak memiliki cadangan minyak terbesar kelima di dunia; tetapi, menurut Badan Informasi Energi AS, sebagian besar cadangan tersebut telah dieksploitasi atau sedang dikembangkan. Irak juga menghadapi tantangan berupa ketergantungan berlebihan pada pendapatan minyak, yang menyumbang sekitar 92% dari pendapatan pemerintah selama 2019.

5. Amerika Serikat

Amerika Serikat adalah eksportir minyak terbesar kelima. Selama 2021, negeri ini mengekspor minyak senilai $67,6 miliar, yang mencakup 7,11% dari ekspor global. Negeri ini secara signifikan meningkatkan produksi minyaknya antara tahun 2011 dan 2020.

AS produsen minyak bumi terbesar di dunia

Selama 2022, AS memproduksi 20,21 juta barel minyak per hari, sekitar 20% dari total global sehingga menjadikannya produsen minyak terbesar di dunia.

AS adalah tempat kedudukan beberapa perusahaan minyak terbesar di dunia, yang mencakup Chevron (CVX), ConocoPhillips (COP), dan Exxon Mobil (XOM).

6. Uni Emirat Arab (UEA)

Uni Emirat Arab, negeri kecil, mengekspor minyak senilai $58,5 miliar selama 2021 sehingga menyumbang 6,15% dari ekspor minyak global.

Selama 2022, UEA memproduksi 4,24 juta barel per hari sehingga menyumbang 4% dari produksi global.

UEA diperkirakan memiliki cadangan minyak terbesar ketujuh di dunia, dengan total sekitar 100 miliar barel. Ekonomi negeri ini kurang bergantung pada minyak daripada sebelumnya, meskipun produksi minyak dan gas masih menyumbang sekitar 30% dari PDB.

7. Nigeria

Nigeria adalah eksportir minyak terbesar ketujuh di dunia selama 2021. Negeri ini mengekspor minyak senilai $41,8 miliar, sekitar 4,4% dari total global. Nigeria memiliki cadangan minyak terbukti yang terbesar di Afrika. Sebagian besar dari 37 miliar barel cadangannya terletak di sepanjang Delta Sungai Niger dan lepas pantai di Teluk Guinea, Teluk Benin, dan Teluk Bonny.

8. Norwegia

Norwegia mengekspor minyak senilai $41,5 miliar selama 2021 dan menyumbang 4,36% dari perdagangan minyak global. Angka-angka itu menjadikannya eksportir minyak terbesar kedelapan di dunia.

Norwegia memiliki cadangan minyak terbesar di Eropa Barat dan mengirimkan sebagian besar minyaknya ke negeri-negeri tetangga di Eropa. Industri minyak menyumbang 50% dari ekspor Norwegia dan lebih dari 20% dari PDB.

9. Kuwait

Dengan ukuran yang kecil, luar biasa bahwa Kuwait masuk dalam daftar eksportir minyak terbesar di dunia. Negeri ini terletak di Semenanjung Arab.

Kuwait menyumbang 4,21% dari ekspor minyak global selama 2021, dengan total ekspor senilai $40,1 miliar tahun itu. Kuwait memproduksi sekitar 3,02 juta barel minyak per hari selama 2022, menjadikannya produsen terbesar kesepuluh di dunia. Cadangan negeri ini merupakan yang ketujuh terbesar di dunia.

10. Brasil

Brasil adalah eksportir minyak terbesar kesepuluh di dunia, mengekspor minyak senilai $30,7 miliar selama 2021 sehingga menyumbang 3,23% dari total dunia.

Selama 2022, negeri ini memproduksi 3,77 juta barel minyak per hari, yang merupakan 4% dari total dunia. Brasil memiliki cadangan minyak sebanyak 12,7 miliar barel, yang kedua terbesar di Amerika Selatan setelah Venezuela.

Sumber: investopedia.com

Inggris sangat malu dengan Indonesia: Biaya bangun KA Cepat Inggris 6x lebih mahal daripada yang KCIC

0

Ketika Rishi Sunak, Perdana Menteri Inggris Raya yang merasa malu, mengambil tindakan keras terhadap proyek kereta api cepat HS2 yang selama ini kontroversial dan direncanakan untuk menghubungkan London dengan bagian barat laut Inggris, Profesor Tony Travers dari London School of Economics mencerminkan suasana hati banyak orang ketika ia menyebutnya sebagai “studi kasus tragis tentang tidak merencanakan dan menghasilkan infrastruktur publik.”

Betapa malunya Rakyat Inggris Raya terhadap Rakyat Indonesia

Rasa malu semakin terasa ketika hanya beberapa hari yang lalu, Indonesia meresmikan jalur kereta api cepat pertamanya, yang memangkas perjalanan 142 km dari Jakarta ke Bandung dari tiga jam menjadi 40 menit. Proyek itu dibangun dalam kemitraan dengan China berdasarkan Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI), dengan biaya sebesar 7,3 miliar dolar AS. Presiden Joko Widodo menamai kereta api ini “Whoosh,” yang merupakan singkatan dalam bahasa Indonesia yang berarti “menghemat waktu, operasi optimal, sistem yang handal.”

(https://www.scmp.com/comment/opinion/article/3236963/uk-high-speed-rail-fiasco-west-has-much-learn-china-building-infrastructure)

Seperti banyak proyek dengan durasi panjang di seluruh dunia, proyek di Indonesia itu kontroversial, terlambat selama empat tahun, dan melebihi anggaran sebesar 3 miliar dolar AS. Namun, kekacauan HS2 pemerintah Inggris Raya berada di kelasnya sendiri, menjadi korban ” anggaran yang melebihi perkiraan, keterlambatan waktu, kegagalan kontrak, dan kegagalan manajemen,” seperti yang diungkapkan oleh Financial Times.

Ketika Sunak mengumumkan pemangkasan HS2 menjadi jalur sepanjang hanya 176 km menuju Birmingham, biayanya sudah melambung dan mendekati angka lebih dari USD 120 miliar (IDR 1.860 T).

Biaya Perbaikan Lubang di Jalan melebihi Biaya Bangun KCIC lengkap

Untuk menyelamatkan mukanya, ia berjanji akan mengambil lebih dari 40 miliar dolar AS yang ia harapkan akan dihemat dan menggunakannya untuk proyek transportasi di utara Inggris, yang mencakup 10 miliar dolar AS untuk perbaikan lubang-lubang di jalan. Ya, perbaikan lubang jalan di Britania Raya akan menghabiskan lebih banyak biaya daripada keseluruhan jalur kereta api cepat Jakarta-Bandung!!!

Jalur HS2, yang direncanakan 14 tahun lalu dan masih setidaknya enam tahun lagi dari beroperasi, diperkirakan hampir enam kali lebih mahal per kilometer rel daripada jalur Jakarta-Bandung (yang biayanya sekitar 51 juta dolar AS per km) dan sembilan kali lebih mahal daripada rata-rata jalur kereta cepat di seluruh dunia.

Hal itu menimbulkan pertanyaan besar tentang kompetensi pemerintah Inggris Raya. (Proyek pembangkit listrik tenaga nuklir Hinkley Point C, misalnya, terlambat setidaknya dua tahun dan juga melebihi anggaran secara signifikan.) Tetapi secara lebih luas, hal itu memunculkan pertanyaan tentang kapasitas dan ambisi ekonomi Barat untuk bersaing dengan China dalam membangun infrastruktur yang penting sekali di masa depan.

Jadi, Indonesia jauh lebih beruntung daripada Inggris Raya.

Semoga selalu demikian

USD 2,7 triliun (IDR 40.500 T), jumlah investasi langsung Tiongkok di LN per akhir 2022

0

Tiongkok menempati peringkat kedua di dunia tahun lalu dalam hal investasi langsung luar negeri (FDI) sehingga menjaganya tetap berada di antara tiga teratas selama 11 tahun berturut-turut karena perusahaan-perusahaan Tiongkok terus memperluas jejak global mereka, menurut data baru.

FDI oleh Tiongkok di seluruh dunia* mencapai USD 163,1 miliar selama tahun 2022 sehingga menyumbang 10 persen dari total global selama tujuh tahun berturut-turut, menurut statistik yang disiarkan hari ini oleh Kementerian Perdagangan, Biro Statistik Nasional, dan Dinas Valuta Asing Negara.

  • Sebaliknya, FDI yang dibawa ke dalam Tiongkok oleh para investor asing mencapai USD 189 miliar selama 2022.

Stok FDI luar negeri negeri tersebut, yaitu jumlah nilai investasinya di perekonomian LN, mencapai USD 2,7 triliun per 31 Desember 2022 sehingga menempati peringkat tiga teratas untuk tahun keenam berturut-turut, menurut data tersebut.

Tiongkok telah meningkatkan FDI-nya secara nyata selama beberapa dekade terakhir, yang didorong oleh faktor-faktor seperti keinginan untuk mendapatkan sumber daya alam, memperluas jangkauan pasar global, membeli teknologi canggih dan diversifikasi portofolio investasi. Investasi tersebut, yang mencakup 18 kategori industri, telah memberikan dampak yang mencolok pada ekonomi di seluruh dunia.

Para investor Tiongkok mendirikan 47.000 buah perusahaan di 190 buah negeri dan wilayah selama 2022 saja, dengan sepertiga di antaranya berada di negeri-negeri di sepanjang jalur Prakarsa Sabuk dan Jalan (BRI), menurut data tersebut. Sebagian besar perusahaan, atau hampir 60 persen, berlokasi di Asia, 13 persen di Amerika Utara, dan 10,2 persen di Eropa.

Perusahaan-perusahaan Tiongkok membayar pajak sebesar USD 75 miliar di luar negeri tahun lalu, yang meningkat 35 persen dibanding tahun sebelumnya.

Perusahaan-perusahaan regional, yang semuanya adalah perusahaan-perusahaan di luar BUMN pemerintah pusat, merupakan 61 persen dari investasi non-keuangan yang sebesar USD86,1 miliar tahun lalu, naik dari 57,7 persen selama tahun sebelumnya.

Provinsi-provinsi bagian tenggara Tiongkok, seperti Zhejiang dan Guangdong, serta kota Shanghai, menempati peringkat tiga teratas dalam hal provinsi untuk ukuran investasi internasional mereka.

Perusahaan-perusahaan non-keuangan Tiongkok mencatat penjualan di luar negeri sebesar USD3,5 triliun, yang berarti peningkatan sebesar 14,4 persen dibanding tahun sebelumnya.

(Yicai dll, diolah)

Anda ilmuwan? Shenzhen, Shanghai dan Beijing masuk 6 besar kota di dunia yang paling ideal

0

Shenzhen, Shanghai, dan Beijing menduduki posisi enam teratas dalam peringkat kota terbaik di dunia yang memiliki kondisi terbaik untuk membina orang-orang yang berbakat ilmiah dan teknologi inovatif, menurut laporan yang disiarkan dalam Forum Inovasi Pujiang yang sedang berlangsung di Shanghai (19/09/2023).

Shenzhen menduduki peringkat kedua, Shanghai peringkat keempat, dan Beijing peringkat keenam menurut laporan yang dibuat oleh penerbit karya-karya akademis Springer Nature dari Jerman & Britania Raya, yang bekerja sama dengan Institut Sains Ilmu Pengetahuan Shanghai (SISS).

Di antara ketiganya, Beijing unggul dalam indikator-indikator pendidikan dan orang berbakat sementara Shenzhen menjadi favorit dalam hal indikator-indikator inovasi tetapi masih relatif lemah dalam indikator-indikator pendidikan. Shanghai memiliki kinerja yang relativ seimbang dalam hal indikator-indikator pendidikan, inovasi, dan orang bakat.

Gaji, gaya hidup dan peluang karir

Ketiga hal itu adalah tiga faktor utama yang membuat sebuah kota dianggap ‘ideal’ oleh para ilmuwan, kata Wang Xueying, seorang peneliti muda di Bagian Riset Kebijakan Inovasi SISS, kepada Yicai. Para ilmuwan yang berusia di bawah 35 tahun peduli tentang pendapatan yang baik, gaya hidup yang menarik dan terjangkau serta lingkungan budaya yang internasional, terbuka, dan beragam.

Singapura menduduki peringkat pertama dalam jajak pendapat itu, yang mensurvei peneliti ilmiah garis depan dan tingkat tinggi di 20 kota di seluruh dunia. Boston dan New York berada di peringkat ketiga dan kelima, sementara Hong Kong menduduki peringkat ke-13. Shanghai mendapat ulasan positif dari para ilmuwan yang disurvei mengenai upaya kota tersebut dalam mendidik lebih banyak orang yangbakat ilmiah dan teknologi muda, menurut laporan tersebut, yang untuk pertama kalinya mencakup analisis tentang persyaratan perkembangan kota dalam pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan orang berbakat. Namun, kota metropolitan itu masih kalah dalam hal inisiatif- inisiatif untuk menarik orang-orang berbakat yang terbaik dari tempat lain jika dibandingkan dengan Beijing dan Shenzhen.

Peran Masyarakat Shanghai dalam mendorong Inovasi Ilmiah dan Teknologi

Shanghai juga sangat diakui karena memberikan peran kepada masyarakat dalam mendorong inovasi ilmiah dan teknologi meskipun masih kalah dibandingkan dengan Beijing dan Shenzhen dalam mengintegrasikan perekonomian industri dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sekitar sepertiga ilmuwan yang pindah ke Beijing, Shanghai, atau Shenzhen untuk bekerja memperoleh kecakapan akademis mereka di kota-kota besar negara-negara maju, kata laporan tersebut. Hal itu menunjukkan bahwa ketertarikan tiga kota tersebut terhadap para orang yang berbakat ilmiah dan teknologi semakin meningkat.

Singapura, Boston dan London masih tiga teratas dalam STEM

Dalam hal pendidikan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), kota-kota di negara-negara maju menduduki peringkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang di Tiongkok. Singapura, Boston, dan London berada di tiga teratas, diikuti oleh Beijing di peringkat keempat, dan Shanghai serta New York di peringkat kelima. Shenzhen berada di peringkat kesembilan dan Hong Kong di peringkat ke-12.

Menurut laporan tersebut, lima hingga sepuluh tahun mendatang akan menjadi masa yang penting bagi kota-kota global untuk menyesuaikan dan mengubah struktur bentang inovasi ilmiah dan teknologi mereka. Karena itu, para pemerintah daerah perlu memainkan peran yang lebih penting dan aktif dalam pengembangan pusat-pusat ilmiah dan teknologi.

Selama masa itu, tingkat internasionalisasi para peneliti ilmiah akan meningkat, tetapi migrasi bebas, pertukaran, dan kerjasama ilmuwan mungkin sekali akan agak terganggu akibat perubahan dalam situasi geopolitik dunia, kata laporan tersebut.

(Yicai/TST/LNN)

81,1% penduduk dewasa di perkotaan Tiongkok membaca buku

0

Data selama tahun 2021, 81,1% penduduk dewasa Tiongkok di perkotaan membaca buku. Di daerah pedesaan, hanya 14,5% (www.wordsrated.com).

(TST/LNN)

Sekitar 23.000 usaha jasa livestreaming di Tiongkok, layani 520 juta pemakai

0

Livestreaming (siaran langsung) sedang menjadi model penjualan yang utama di pasar e-commerce Tiongkok.

Penjualan lewat livestreaming mencapai USD 273,2 miliar (IDR 4,179 kuadriliun)  selama 6 bulan pertama tahun 2023 ini. Jumlah pemakai jasa livestreaming mencapai 520 juta orang yang dilayani oleh sekitar 23.000 buah perusahaan jasa livestreaming.

Jumlah penjualan lewat livestreaming selama tahun 2023 ini diperkirakan naik sebesar 30,4% dari nilai selama tahun 2022 sehingga akan mencapai USD 617 miliar (IDR 9,44 kuadriliun) menurut Netsun, penyedia data jasa digital.

(Yicai/TST/LNN)

Contoh Jiwa Usaha Hebat di Tiongkok

0
  1. Wenzhou, Provinsi Zhejiang, Daerah yang Paling berjiwa Wirausaha di Tiongkok

Kota Wenzhou berstatus setingkat dengan prefektur (yang di sejumlah negeri lain setingkat dengan provinsi). Wenzhou adalah kota satu-satunya di Tiongkok yang dirancang oleh Guo Pu (郭璞), bapak sistem falsafah fengshui (www.en.wikipedia.org).

Wenzhou terkenal sebagai daerah yang paling berjiwa wiraswasta di Tiongkok dan memiliki pelabuhan laut internasional sehingga para pengusahanya terbiasa berdagang secara global. Saat ini berpenduduk sekitar 8 juta orang.

Selama 2009, 10% mobil mewah di Tiongkok terjual di Wenzhou dan 1/3 turis Tiongkok yang keluar negeri berasal dari Wenzhou!!! (www.npr.org).

2. Salah Satu Barometer Ekonomi Tiongkok Tiongkok

Karena termasyur dengan para pengusaha wanita maupun prianya (dan model usaha Wenzhou), Wenzhou sering dipakai oleh media massa Barat sebagai salah satu barometer perekonomian ekspor Tiongkok. Wenzhou membuat, antara lain, sekitar 90% kacamata di dunia dan sepatu dalam jumlah yang amat besar (www.wikitravel.org).

3. Pada awal 1980-an, 90% keluarga di banyak desa di Wenzhou, Provinsi Zhejiang, mendirikan usaha sendiri

Fishman (2005:64-65) menulis bahwa begitu keluarga-keluarga pedesaan diberi ijin untuk memasuki usaha, semangat kewirausahaan di Wenzhou pun tercetus di mana-mana. Di beberapa desa di kota itu, 9 di antara 10 keluarga mendirikan aneka industri. Hanya dalam waktu lima tahun yang singkat, 80.000 keluarga telah mendirikan aneka industri kecil dan, pada 1986, sebanyak 110.000 keluarga telah berbuat yang sama.

Pada tahun yang sama, para penduduk desa-desa di Wenzhou mempekerjakan 300.000 orang pegawai sehingga menggoda gelombang pertama sebanyak ratusan juta orang migran pedesaan China untuk meninggalkan tanah pertanian mereka guna mencari pekerjaan yang lebih baik.

4. Modal dipinjam dari sesama swasta

Semua usaha tersebut memerlukan uang untuk memulai dan menjalankannya. Tidak seperti kebanyakan perkembangan pesat China pada masa mendatang, kemajuan pesat awal di Zhejiang, yang mencakup yang ada di Wenzhou, didanai oleh daerah itu sendiri, dengan hampir tanpa uang asing untuk memulainya.

5. Tempat munculnya sejumlah perusahaan keuangan besar Tiongkok

Untuk mengatasi pembatasan-pembatasan terhadap pinjaman kepada perusahaan swasta, usaha-usaha lokal meminjam dari jaringan pendanaan mereka sendiri, yang beberapa di antaranya sejak itu telah tumbuh besar sehingga menjadi salah satu di antara para pemain keuangan yang paling kuat di China saat ini, yang dewasa ini sanggup menggalang ratusan juta dolar untuk pabrik-pabrik raksasa, jalan-jalan tol swasta, dan hampir semua proyek lainnya yang di tempat-tempat lain di China yang perlu modal dari bank pemerintah, perusahaan negara yang memiliki hubungan baik, atau usaha asing.

6. Kemitraan dengan BUMN

Tanpa keterlibatan pengacara dari Wall Street, pusat keuangan New York, AS, atau penasihat hukum dari London, para petani desa dari Wenzhou menciptakan aneka jenis struktur perseroan yang cerdas dan baru untuk memperoleh pijakan hukum yang mereka butuhkan guna memperoleh uang. Salah satu di antaranya adalah “perusahaan andalan rumah tangga”  (hang-on household enterprise),” yaitu perusahaan keluarga yang telah berubah menjadi anak usaha sebuah badan usaha milik negara (BUMN). Melalui perjanjian dengan direksi perusahaan yang lebih dahulu ada tersebut, usaha keluarga itu akan memakai nama, dokumen-dokumen dan nomor rekening bank milik BUMN itu. Langkah itu tidak hanya membuat perusahaan itu sah untuk menerima pinjaman dari perbankan pemerintah, tetapi juga membebaskannya dari keharusan membayar pajak!!!

7. Koperasi pemerintah juga ikut

Koperasi-koperasi pemerintah juga terjun ke dalam kegiatan itu sehingga bermitra dengan perusahaan-perusahaan keluarga melalui cara serupa. Sambil usaha-usaha itu menjalankan bentuk-bentuk baru itu, mereka melibatkan struktur kekuasaan pemerintah lokal dalam upaya keras mereka memasuki pasar. Usaha-usaha campuran  itu tumbuh sehingga diberi nama perusahaan-perusahaan “plat merah.”

8. Sejumlah orang boleh kaya raya terlebih dahulu

Kellee Tsai menulis bahwa pemilik banyak di antara usaha koperasi gadungan itu sendiri adalah para kader dan pejabat-pejabat pemerintah daerah (Pemda) yang bertugas mengelola ladang atau usaha di bawah naungan pemerintah pusat. Para pejabat daerah sesungguhnya didorong oleh pemerintah pusat untuk terlibat sejauh yang dapat mereka lakukan. Jika hal itu perlu kemitraan dengan usaha tersebut dan akhirnya menjadi kaya-raya melalui kesepakatan tersebut, semoga demikian.

(TST/LNN)

Evergrande adalah korban ekspansi bisnisnya sendiri

0

Kepailitan Evergrande, mantan real estate developer terbesar di China, tidak mengejutkan banyak pihak yang telah mengetahui masalah Evergrande sejak sebelum 2019. Pada Agustus 2021, Bank Rakyat China (People’s Bank of China; PBoC; bank sentral China) dan China Banking and Insurance Regulatory Commission (CBIRC; Komisi Pengaturan Perbankan dan Asuransi) China bahkan pernah memperingatkan Evergrande secara terbuka (https://www.cnbc.com/2021/08/20/chinese-regulators-meet-with-developer-evergrande-as-scrutiny-on-real-estate-grows.html).

Evergrande menambah kesulitannya dengan mendirikan pabrik mobil listrik dengan mengandalkan utang dan rugi sekitar USD 10 miliar (IDR 150 triliun) selama 2021-2022 saja (https://www.reuters.com/business/autos-transportation/evergrande-electric-vehicle-unit-reports-about-10-bln-loss-2021-2022-2023-07-26/).

Tidak heran harga sahamnya semakin anjlok.

Lihat grafik penurunan drastis harga saham Evergrande sejak 2019 di Bursa Efek Hong Kong (dalam HKD):

Untuk melihat analisa persoalan Evergrande dan apakah kepailitannya akan berdampak sistemik pada ekonomi China, silakan baca: https://lijusu.com/analisa-masalah-evergrande-tidak-systemic-sama-sekali/

(TST/LNN)

Ketahui & Atasi Misinformation (informasi yang salah atau menyesatkan)

0

Sejumlah sumber besar misinformation:

  1.  “fakta” dari orang-orang yang memiliki kepentingan pribadi dalam hal yang bersangkutan.
  2. Pengamatan oleh orang-orang yang memiliki sedikit pendidikan atau pengalaman dalam bidang yang bersangkutan.
  3. Data yang disiapkan secara tergesa-gesa yang dapat berisi kesalahan ketik dan angka.
  4. Laporan-laporan dangkal yang tidak benar-benar mendalami pokok persoalannya.
  5. Persepsi-persepsi sebelumnya yang memang tidak pernah benar.

Karena itu, kita sebaiknya memeriksa data atau faktanya:

  1. Data mana yang dapat dipertentangkan?
  2. Data mana yang dapat dipertanyakan?
  3. Informasi apa yang hilang atau kurang?

                                                                                               Scott Witt (1983:79)